KILAS

Diamputasi dan Nyaris Buta, Kini Anggota TNI Ini Jadi Peternak Sukses

Kompas.com - 27/04/2021, 14:36 WIB
Kopda Indah Murdiono dan istri sedang memberi makan ternak sapi di Payakumbuh, Sumatera Barat. Dok. Pribadi Indah MurdionoKopda Indah Murdiono dan istri sedang memberi makan ternak sapi di Payakumbuh, Sumatera Barat.

“Kalau mengandalkan obat rumah sakit kan mungkin separo. Kami kan kebanyakan dulu kan obat-obat luarnya mbak,” tuturnya.

Saat ditanya bagaimana kegiatannya usai menjalani perawatan medis pasca-kecelakaan, Indah mengaku masih tetap berdinas.

Hal itu dilakukan agar ia tak merasa suntuk dan jenuh di rumah selama menjalani terapi mandiri.

“Jadi ada kebijaksanaan dari komandan waktu itu kan sambil istilahnya terapi sendiri, dititipkan di koperasi. Koperasi satuan itu. Di sana bertemu kawan-kawan dan bisa saling bertukar pikiran,” katanya.

Pengalaman ikut Pusrehab Kemhan

Pada 2005, usai menjalani rangkaian perawatan medis di Jakarta, Indah mengaku sudah didaftarkan untuk mengikuti Pusrehab Kemhan.

Namun, ia menolak mengikutinya karena takut dipensiunkan dini usai mengikuti rehabilitasi di sana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Makanya saya nggak berangkat-berangkat,” ujarnya.

Baca juga: KRI Nanggala-402 Tenggelam, Pengamat Militer Dukung Prabowo Dobrak Kesulitan Pengadaan Alutsista

Enam tahun berlalu, saat itu Komandannya Mayor CZI Prio Sambodo, mengharuskan Indah berangkat ke Jakarta mengikuti program rehabilitasi tersebut. Hal ini sesuai dengan perintah dan kebijakan dari pusat.

Untuk mewujudkan itu, Prio Sambodo bahkan membiayai perjalanan Indah ke Jakarta.

Karena khawatir tidak dapat beraktivitas sendiri, maka istri Indah pun ikut berangkat ke Jakarta.

“(Istri) sudah ke Jakarta, mengantar. Jadi di sana disurvei mana tempat tidurnya, kamar mandinya, oh, alhamdulillah nggak papa, akhire ditinggal,” ungkapnya.

Meski sempat khawatir dan ragu, Indah bersyukur karena teman-teman di pusat rehabilitasi sangat membantunya dalam beraktivitas dan perawatan.

Adapun untuk para mentor, Indah mengaku bahwa mereka sangat baik dan pengertian dengan kondisi siswa-siswanya. Hal ini membuatnya terkesan.

Baca juga: Saudara Menhan Prabowo Subianto Ternyata Turut Gugur dalam KRI Nanggala-402

Dukungan dari teman-teman yang sudah seperti keluarga sendiri itu, menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Indah selama lebih dari empat bulan menjalani rehabilitasi di Jakarta.

Selain kekompakan dari rekan-rekan yang sudah seperti keluarga sendiri, Indah mengaku mendapatkan pengalaman, ilmu, pengobatan, sampai kesejahteraan usai mengikuti rehabilitasi.

Bahkan, kata dia, apa yang dibayangkannya sebelum berangkat ke Jakarta untuk mengikuti kegiatan rehabilitasi, berbanding terbalik dengan apa yang dijalaninya.

“Oh, kalau tahu kayak gini, tahun 2005 mungkin saya sudah berangkat ini,” kata bapak dua anak tersebut.

Isu pensiun dini setelah rehabilitasi

Indah juga mengungkapkan alasan mengapa ia sempat segan untuk mengikuti program rehabilitasi dari Kemhan.

Baca juga: Menhan-BPJS Kesehatan Sepakat Perpanjang Program Jaminan Kesehatan

“Kami ini kan sebagian takut. Takutnya kalau mau kursus, atau mau dibikin surat keputusan (skep) cacat, status kesehatan (stakes) dipensiunkan. Jadi ancaman-ancaman itu di daerah ini masih berlaku,” ungkapnya.

Indah berharap, program rehabilitasi dapat disosialisasikan secara merata kepada anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di seluruh pelosok daerah.

Karena menurut Indah, sampai sekarang sosialisasi belum merata. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya isu tidak benar yang tersebar tentang Pusrehab Kemhan.

Indah mengaku keberangkatannya untuk mengikuti program rehabilitasi di Jakarta sepuluh tahun silam, tak lepas dari kunjungan Kemhan ke daerah Payakumbuh.

“Saya dulu terdaftar (rehabilitasi) itu kan gara-gara ada kunjungan itu mbak. Kalau enggak ada kunjungan, mungkin nggak terdaftar juga,” tuturnya.

Baca juga: Gugurnya Kabinda Papua dan Instruksi Jokowi soal Pengejaran KKB...

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seskab: Salah Satu Agenda Penting Negara adalah Mencetak Pemuda Tangguh

Seskab: Salah Satu Agenda Penting Negara adalah Mencetak Pemuda Tangguh

Nasional
Kasus Lahan Munjul, PT Adonara Didakwa Rugikan Negara Rp 152,5 Miliar

Kasus Lahan Munjul, PT Adonara Didakwa Rugikan Negara Rp 152,5 Miliar

Nasional
Komnas HAM Akan Panggil Ditjen PAS Terkait Kebakaran Lapas Tangerang

Komnas HAM Akan Panggil Ditjen PAS Terkait Kebakaran Lapas Tangerang

Nasional
Formappi Beri Nilai Merah untuk Kinerja DPR di Masa Sidang I 2021-2022

Formappi Beri Nilai Merah untuk Kinerja DPR di Masa Sidang I 2021-2022

Nasional
Dukcapil Siapkan Data Awal Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di 7 Provinsi

Dukcapil Siapkan Data Awal Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di 7 Provinsi

Nasional
Komnas HAM: Status Korban Meninggal Kebakaran Lapas Tangerang Harus Dipulihkan

Komnas HAM: Status Korban Meninggal Kebakaran Lapas Tangerang Harus Dipulihkan

Nasional
Surya Paloh Perintahkan Anggota DPRD Fraksi Nasdem Bergosip Urusan Dapil

Surya Paloh Perintahkan Anggota DPRD Fraksi Nasdem Bergosip Urusan Dapil

Nasional
Jokowi Sampaikan 3 Upaya Pulihkan Ekonomi pada KTT ke-13 RI-Malaysia-Thailand

Jokowi Sampaikan 3 Upaya Pulihkan Ekonomi pada KTT ke-13 RI-Malaysia-Thailand

Nasional
Surya Paloh Targetkan Partai Nasdem Masuk Tiga Besar pada Pemilu 2024

Surya Paloh Targetkan Partai Nasdem Masuk Tiga Besar pada Pemilu 2024

Nasional
Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang Adukan 7 Temuan ke Komnas HAM

Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang Adukan 7 Temuan ke Komnas HAM

Nasional
Wakil Ketua MPR Dorong Generasi Muda Berkontribusi Dalam Dunia Politik

Wakil Ketua MPR Dorong Generasi Muda Berkontribusi Dalam Dunia Politik

Nasional
Tes PCR Dikeluhkan Makan Waktu Lama, Satgas: Prosesnya Sangat Panjang

Tes PCR Dikeluhkan Makan Waktu Lama, Satgas: Prosesnya Sangat Panjang

Nasional
Presiden PKS: Anak Muda Harus Terlibat dan Berani Tampil Mewarnai Perpolitikan

Presiden PKS: Anak Muda Harus Terlibat dan Berani Tampil Mewarnai Perpolitikan

Nasional
PKS Buka Pendaftaran Bakal Calon Anggota Legislatif untuk Generasi Muda

PKS Buka Pendaftaran Bakal Calon Anggota Legislatif untuk Generasi Muda

Nasional
Penjelasan Satgas soal Varian Corona AY.4.2 yang Merebak di Inggris

Penjelasan Satgas soal Varian Corona AY.4.2 yang Merebak di Inggris

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.