Kompas.com - 26/04/2021, 22:38 WIB
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi saat dijumpai di Kantornya, Selasa (20/4/2021). KOMPAS.com/Dian Erika Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi saat dijumpai di Kantornya, Selasa (20/4/2021).

Hafal 'jam kerja' wajib media

Sejak pemerintah mengumumkan Nadia sebagai salah satu dari lima Jubir Vaksinasi Covid-19 pada Desember 2020 lalu, Nadia mengaku jadwal Nadia mengakui tidak bisa lepas dari ponsel pintarnya.

Sebab, ponsel pintar itu membantunya menyelesaikan tugas-tugas di Kemenkes maupun sebagai juru bicara vaksinasi.

Mulai dari berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan selaku atasan, Satgas Penanganan Covid-19, kolega yang sama-sama menangani pandemi Covid-19 baik pusat maupun daerah hingga awak media.

Namun, Nadia menyebutkan bahwa saat ini berkomunikasi dengan media mengambil porsi besar dalam kegiatannya sehari-hari.

Baca juga: Albertina Ho yang Enggan Dijuluki Srikandi Hukum Indonesia...

Sambil bercanda, Nadia mengatakan bahwa dia kini sudah hafal jam kerja untuk televisi, radio, media online hingga media cetak.

"Biasanya sejak pukul 05.30 WIB saya standby untuk televisi, sampai pukul 06.30 WIB. Setelah itu standby untuk radio pukul 07.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB," ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setelah itu, baru menjawab pertanyaan rekan-rekan media online dan media cetak. Siang, sore hingga malam biasanya standby untuk televisi dan radio lagi," lanjut alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1996 ini.

Nadia kini bahkan menyadari, setiap media memiliki kebutuhan dan karakter berbeda.

Dia mencontohakan, pertanyaan media cetak dan media online harus dijawab tepat waktu karena ada deadline dari redaksi setiap harinya.

Sementara itu, untuk televisi dan radio, ada jam tayang tertentu yang membuatnya harus standby sesuai jadwal.

Membangun karir

Sejak kecil, Nadia telah memiliki cita-cita untuk menjadi dokter.

Dia mengaku terinspirasi dari salah seorang tantenya yang merupakan dokter spesialis anak.

Nadia kagum dengan kerja dokter yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit sekaligus memberikan resep obat untuk membantu penyembuhan.

"Saya pikir hebat sekali dokter. Bisa menyembuhkan penyakit, tahu obatnya apa. Kira-kira bagaimana cara kerjanya ya ?," ujarnya.

Baca juga: Kartini dan Mimpi Ajarkan Kesetaraan ke Anak-anaknya...

"Rasa penasaran itu kemudian mendorong cita-cita saya untuk jadi dokter tidak berubah sejak SD, SMP higga SMA," tuturnya.

Nadia kemudian masuk ke FK UI dan lulus pendidikan dokter pada 1996.

Usai lulus, dia diwajibkan untuk bekerja di fasilitas kesehatan di daerah.

"Saya mengawali di sebuah Puskesmas kecamatan yang berada di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan," kata istri Guru Besar Universitas Indonesia Budi Wiweko ini.

Dari sana, dia mulai akrab dengan persoalan kesehatan masyarakat.

Saat bertugas di kecamatan, dia bertanggungjawab terhadap kesehatan sejumlah desa.

Tak jarang, dia pergi ke desa-desa terpencil untuk memberikan penyuluhan penyakit, menbawa obat-obatan maupun makanan tambahan.

Halaman:
Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Calon Hakim Agung Dukung Ini Penerapan 'Restorative Justice' dan Kerja Sosial untuk Kurangi Overkapasitas Lapas

Calon Hakim Agung Dukung Ini Penerapan "Restorative Justice" dan Kerja Sosial untuk Kurangi Overkapasitas Lapas

Nasional
Mengenang Mereka yang Meninggal dalam Aksi #ReformasiDikorupsi

Mengenang Mereka yang Meninggal dalam Aksi #ReformasiDikorupsi

Nasional
Jokowi Minta Pelaku Industri Mebel Tingkatkan Daya Saing Secara Global

Jokowi Minta Pelaku Industri Mebel Tingkatkan Daya Saing Secara Global

Nasional
Jokowi Bentuk Tim Gernas Bangga Buatan Indonesia yang Diketuai Luhut, Apa Tugasnya?

Jokowi Bentuk Tim Gernas Bangga Buatan Indonesia yang Diketuai Luhut, Apa Tugasnya?

Nasional
Kasus Pengadaan Lahan di Munjul, KPK Panggil Kepala BPKD DKI

Kasus Pengadaan Lahan di Munjul, KPK Panggil Kepala BPKD DKI

Nasional
Ali Kalora Tewas, Pengamat: Perlu Langkah Antisipasi dan Deteksi Dini atas Munculnya Aksi Teror Baru di Poso

Ali Kalora Tewas, Pengamat: Perlu Langkah Antisipasi dan Deteksi Dini atas Munculnya Aksi Teror Baru di Poso

Nasional
Geledah Rumah Tersangka dan Rumdin Bupati Hulu Sungai Utara, KPK Amankan Uang dan Dokumen Terkait Suap

Geledah Rumah Tersangka dan Rumdin Bupati Hulu Sungai Utara, KPK Amankan Uang dan Dokumen Terkait Suap

Nasional
Surpres Calon Panglima TNI Diharapkan Sampai ke DPR Sebelum November, Ini Alasannya

Surpres Calon Panglima TNI Diharapkan Sampai ke DPR Sebelum November, Ini Alasannya

Nasional
KPK Setor Rp 984 Juta ke Kas Negara dari Lelang Barang Rampasan dan Uang Pengganti

KPK Setor Rp 984 Juta ke Kas Negara dari Lelang Barang Rampasan dan Uang Pengganti

Nasional
Teken Keppres, Jokowi Tunjuk Luhut Jadi Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia

Teken Keppres, Jokowi Tunjuk Luhut Jadi Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia

Nasional
Tewasnya Ali Kalora Diprediksi Akan Memperkecil Ancaman Teror di Poso

Tewasnya Ali Kalora Diprediksi Akan Memperkecil Ancaman Teror di Poso

Nasional
Jokowi ke Pengusaha Mebel: Penyediaan Bahan Baku Harus Jaga Keberlanjutan Hutan

Jokowi ke Pengusaha Mebel: Penyediaan Bahan Baku Harus Jaga Keberlanjutan Hutan

Nasional
Kementerian PPPA Sebut Keluarga Miliki Peran Penting Persiapkan PTM Anak

Kementerian PPPA Sebut Keluarga Miliki Peran Penting Persiapkan PTM Anak

Nasional
Calon Hakim Agung Nilai RUU Perampasan Aset Penting bagi Hakim dan Pelaku Korupsi

Calon Hakim Agung Nilai RUU Perampasan Aset Penting bagi Hakim dan Pelaku Korupsi

Nasional
Ditanya Soal Pengalaman Tangani Kasus Ahok, Calon Hakim Agung: Pedoman Saya Hukum Acara dan Materiil

Ditanya Soal Pengalaman Tangani Kasus Ahok, Calon Hakim Agung: Pedoman Saya Hukum Acara dan Materiil

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.