Soal Peringatan Dini Bencana, BMKG Tekankan Kearifan Lokal Jangan Tunggu Sirine Tsunami

Kompas.com - 23/04/2021, 17:47 WIB
Petugas BMKG saat memperbaiki sirene peringatan dini tsunami IstimewaPetugas BMKG saat memperbaiki sirene peringatan dini tsunami

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati meminta masyarakat tidak hanya bergantung kepada teknologi saat mengalami kejadian bencana alam.

Dwikorita pun menekankan pentingnya kearifan lokal saat terjadinya bencana tsunami. Sebab datangnya bencana tsunami dapat berlangsung sangat cepat.

"Kami terus menggencarkan kearifan lokal, kearifan lokal jangan menunggu sirine tsunami,” ucap Dwikorita dalam acara "Focus Group Discussion Peningkatan Kesiapsiagaan Mneghadapi Bencana" pada Jumat (23/4/2021).

Baca juga: BMKG: Tren Gempa Bumi di Indonesia Meningkat pada Tahun 2021

Dwikorita mengimbau setiap masyarakat yang berada di dekat pantai kemudian merasakan getaran akibat gempa bumi untuk segera berlari menuju ke tempat tinggi.

Ia mendorong masyarakat untuk tidak menunggu alarm peringatan dini bencana alam.

Sebab, menurut dia, peringatan dini biasanya akan muncul tiga hingga empat menit setelah gempa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pokoknya kalau kita merasakan goyangan gempa dan kita berada di pantai atau pesisir atau dekat sungai. Nggak usah mikir peringatan dini, segera saja lari mencari tempat yang lebih tinggi," tuturnya.

Baca juga: BMKG Dorong Pemda Tingkatkan Mitigasi dan Kewaspadaan Warga Terhadap Bencana

Dalam kesempatan yang sama, Dwikorita menyebutkan, saat ini negara Jepang yang memiliki sistem peringatan dini tsunami paling cepat di dunia, yakni dalam waktu 3 menit.

BMKG pun menyampaikan bahwa Indonesia telah memperbaiki sistem peringatan dini tsunami yang ada.

Menurut dia, sistem peringatan dini tsunami di Indonesia sudah hampir mendekati negara Jepang, yakni dalam waktu 3 hingga 4 menit.

"Nah Indoensia sejak kejadian tsunami Palu. Kami memperbaiki sistem dan teknologi saat ini Indonesia sudah mampu 3 sampai 4 menit," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Nasional
Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Nasional
Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Nasional
Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

Nasional
Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

Nasional
Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

Nasional
UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

Nasional
Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

Nasional
Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

Nasional
 UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

Nasional
Sederet Fakta Penangkapan Azis Syamsuddin...

Sederet Fakta Penangkapan Azis Syamsuddin...

Nasional
UPDATE: Sebaran 2.137 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

UPDATE: Sebaran 2.137 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

Nasional
Jadi Tersangka KPK, Azis Syamsuddin Dinonaktifkan dari Golkar

Jadi Tersangka KPK, Azis Syamsuddin Dinonaktifkan dari Golkar

Nasional
UPDATE: 41,02 Persen Sasaran Vaksinasi Covid-19 Telah Terima Suntikan Dosis Pertama

UPDATE: 41,02 Persen Sasaran Vaksinasi Covid-19 Telah Terima Suntikan Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 25 September: Ada 44.071 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 25 September: Ada 44.071 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.