Kompas.com - 23/04/2021, 09:04 WIB
Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Menhan Prabowo Subianto dalam konferensi pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali. Kompas.com/ Imam RosidinPanglima TNI Hadi Tjahjanto dan Menhan Prabowo Subianto dalam konferensi pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyebut tak lama lagi alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik tiga matra TNI dimodernisasi.

Pernyataan ini disampaikan Prabowo di tengah kabar duka atas hilangnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan utara Bali, Rabu (21/4/2021).

"Sekarang mendesak, kita harus modernisasi alutsista kita lebih cepat lagi dan kami yakin, saya yakin, bahwa dalam waktu dekat kelengkapan kita bisa modernisasi untuk tiga matra, darat laut dan udara," ujar Prabowo dalam konferensi pers di Bali, dikutip dari Kompas TV, Kamis (22/4/2021).

Prabowo mengungkapkan, pemerintah dan TNI saat ini tengah merumuskan pengelolaan dan pengadaan alutsista agar berjalan lebih tertib dan efisien.

Baca juga: Dibuat 1977, Masihkah KRI Nanggala-402 Layak Beroperasi? Ini Jawaban Panglima TNI

Kendati situasi membutuhkan pengadaan alutsista baru, namun Prabowo meyakini bahwa Indonesia tetap memerlukan proses peremajaan.

Sejauh ini, lanjut Prabowo, banyak alutsista yang terpaksa tetap digunakan dan belum bisa dimodernisasi dengan pertimbangan lebih mengutamakan pembangunan kesejahteraan masyarakat.

"Banyak alutsista kita memang karena keterpaksaan dan karena kita mengutamakan pembangunan kesejahteraan kita belum modernisasi lebih cepat," terang dia.

Terkait hilangnya KRI Nanggala-402, Prabowo menilai bahwa peristiwa tersebut menunjukkan betapa rumitnya pekerjaan mengelola pertahanan negara.

Baca juga: Mengapa Alutsista TNI Belum Juga Dimodernisasi? Ini Jawaban Menhan Prabowo


Menurutnya, pengelolaan pertahanan negara setidaknya mengandung tiga unsur yang sangat krusial.

"Jadi memang kejadian ini juga menggarisbawahi bahwa memang pertahanan negara adalah suatu pekerjaan yang sangat rumit, memerlukan suatu teknologi yang sangat tinggi dan mengandung unsur bahaya," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X