Kapal Selam KRI Nanggala-402 Hilang Kontak, Pimpinan Komisi I Sebut Sinyal Kuat Peremajaan Alutsista

Kompas.com - 22/04/2021, 12:51 WIB
FOTO ARSIP - Kapal selam KRI Nanggala-402 buatan tahun 1952 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa, Jumat (20/1/2017). ANTARA FOTO/Syaiful Arif/rwa. ANTARA/SYAIFUL ARIFFOTO ARSIP - Kapal selam KRI Nanggala-402 buatan tahun 1952 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa, Jumat (20/1/2017). ANTARA FOTO/Syaiful Arif/rwa.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi I DPR Utut Adianto mengingatkan pentingnya peremajaan alat utama sistem snejata (alutsista) yang dimiliki Indonesia.

Utut mengatakan, kejadian hilangnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Bali bagian utara merupakan sinyal kuat perlunya peremajaan alutsista.

"Kita tidak ingin kejadian seperti ini kembali terjadi, kita tahu Alutsista di TNI sudah banyak yang tua dan rusak. Ini kebijakan besar dan DPR ingin melihat TNI yang kuat," kata Utut di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (22/4/2021), dikutip dari Antara.

Baca juga: UPDATE Kapal Selam KRI Nanggala-402: Kronologi Hilang Kontak hingga Penjelasan Adanya Pergerakan

Politikus PDI-P itu pun menyarankan agar permasalahan alutsista itu dibahas bersama oleh Presiden, Menteri Keuangan, Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan para Kepala Staf Angkatan.

Ia mengatakan, dalam pembahasan itu perlu dipaparkan berbagai fakta dan data, misalnya kondisi alutsista Indonesia yang sudah tua dan rusak, keuangan negara, serta potensi adanya perang konvensional.

"Kalau tidak ada potensi perang konvensional, apa langkahnya (terkait kondisi Alutsista) karena ada yang berpendapat kita tidak akan ada perang secara konvensional namun sikap kita bagaimana?," ujar dia.

Utut pun menilai banyak alutsista Indonesia yang sudah berusia tua sehingga tetap berisiko tinggi sebaik apapun perawatannya.

Ia mencontohkan banyaknya perisitwa pesawat TNI yang jatuh dan akibatnya membuat TNI kehilangan prajurit-prajurit terbaiknya.

Baca juga: KRI Nanggala-402, Kapal Selam dengan Motto Tabah Sampai Akhir

Sebelumnya diberitakan, KRI Nanggala-402 mengalami hilang kontak di perairan utara Bali, Rabu (21/4/2021), sekitar pukul 04.25 WIB.

Kapal selam mengalami kontak hilang ketika akan menerima otoritasi peluncuran torpedo nomor 8.

Peluncuran torpedo ini merupakan rangkaian kegiatan latihan yang tergabung dalam Gugus Tugas Penembakan Senjata Strategis TNI AL. Latihan ini sedianya digelar Kamis (22/4/2021).

Akan tetapi, latihan tersebut terpaksa dibatalkan akibat peristiwa hilangnya KRI Nanggala.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X