Satgas Covid-19: Cek Suhu Tubuh yang Benar di Dahi, Bukan di Tangan

Kompas.com - 21/04/2021, 15:00 WIB
Petugas kesehatan mengukur suhu tubuh guru sebelum mendapatkan vaksin COVID-19 di Puskesmas Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/4/2021). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan sebanyak 5,5 juta guru dan tenaga pendidik mengikuti vaksinasi COVID-19 sampai akhir Juni 2021. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/rwa. ANTARA FOTO/Fakhri HermansyahPetugas kesehatan mengukur suhu tubuh guru sebelum mendapatkan vaksin COVID-19 di Puskesmas Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/4/2021). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan sebanyak 5,5 juta guru dan tenaga pendidik mengikuti vaksinasi COVID-19 sampai akhir Juni 2021. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/rwa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro mengatakan, pemeriksaan suhu tubuh menggunakan alat pengukur thermo Gun yang paling tepat adalah di dahi, bukan di tangan.

Hal tersebut disampaikan Reisa dikarenakan, sebagian masyarakat masih percaya kabar hoaks bahwa pemeriksaan suhu tubuh menggunakan Thermo Gun dapat merusak otak sehingga penggunaannya di tangan.

Baca juga: Cek Suhu Tubuh dan Deteksi Masker, Polres Cianjur Punya Alat Canggih

"Kok jadinya di tangan, yang benar di dahi, kenapa di dahi? Karena di dahi ada pembuluh darah besar yang kalau diukur suhunya di situ dia bisa menggambarkan suhu tubuh kita secara general," kata Reisa dalam diskusi secara virtual bertajuk "Kartini Masa Kini Melawan Pandemi", Rabu (21/4/2021).

Reisa mengatakan, pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermo gun pada tangan tidak efektif dan akurat. Pemeriksaan di tangan tak menggambarkan suhu tubuh secara keseluruhan.  

Selain itu, penggunaan Thermo Gun harus berjarak 7-13 sentimeter.

Baca juga: Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di tangan tidak akurat, bisa beda tiga derajat," ujarnya.

Lebih lanjut, Reisa mengatakan, masyarakat dapat melakukan pengecekan terhadap informasi hoaks yang diterimanya yakni dengan mengunjungi situs http://s.id/infovaksin.

"Nanti di situ akan ada cek hoaks kebenaran berita. Misalnya jarum suntik nanti akan keluar pilihan beritanya apakah termasuk hoaks atau fakta atau disinformasi," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kematian akibat Covid-19 Tembus 1.000 Per Hari dalam 3 Minggu, Ini Penyebabnya Menurut Epidemiolog

Kematian akibat Covid-19 Tembus 1.000 Per Hari dalam 3 Minggu, Ini Penyebabnya Menurut Epidemiolog

Nasional
Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal Ketiga Bisa Maksimal jika Varian Delta Dikendalikan

Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal Ketiga Bisa Maksimal jika Varian Delta Dikendalikan

Nasional
Satgas Ungkap 5 Kota dengan Kasus Aktif Covid-19 Tinggi, Depok Nomor Satu

Satgas Ungkap 5 Kota dengan Kasus Aktif Covid-19 Tinggi, Depok Nomor Satu

Nasional
Triwulan II 2021, Menteri KP Berhasil Bawa Sektor Perikanan Tumbuh hingga 9,69 Persen

Triwulan II 2021, Menteri KP Berhasil Bawa Sektor Perikanan Tumbuh hingga 9,69 Persen

Nasional
13 Poin Keberatan KPK atas Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan Ombudsman Terkait Alih Status Pegawai

13 Poin Keberatan KPK atas Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan Ombudsman Terkait Alih Status Pegawai

Nasional
KPK Sebut LAHP Ombudsman Cederai Hukum

KPK Sebut LAHP Ombudsman Cederai Hukum

Nasional
Vaksinasi Dosis Ketiga Nakes Ditargetkan Rampung Pekan Kedua Agustus

Vaksinasi Dosis Ketiga Nakes Ditargetkan Rampung Pekan Kedua Agustus

Nasional
Satgas: Hingga 3 Agustus, Capaian Vaksinasi Covid-19 Baru 10 Persen Total Sasaran

Satgas: Hingga 3 Agustus, Capaian Vaksinasi Covid-19 Baru 10 Persen Total Sasaran

Nasional
Soal Nota Kesepahaman Backdate, KPK Sebut Tak Jadi Digunakan Karena TWK Dibiayai BKN

Soal Nota Kesepahaman Backdate, KPK Sebut Tak Jadi Digunakan Karena TWK Dibiayai BKN

Nasional
Minta Polisi Hentikan Proses Hukum Dinar Candy, ICJR Nilai Bisa Timbulkan Overkriminalisasi

Minta Polisi Hentikan Proses Hukum Dinar Candy, ICJR Nilai Bisa Timbulkan Overkriminalisasi

Nasional
KPK Sebut Ombudsman Melanggar Hukum Karena Periksa Laporan yang Ditangani Pengadilan

KPK Sebut Ombudsman Melanggar Hukum Karena Periksa Laporan yang Ditangani Pengadilan

Nasional
Setuju UU ITE Direvisi, Calon Hakim Agung: Dampaknya Begitu Luas dan Masyarakat Keberatan

Setuju UU ITE Direvisi, Calon Hakim Agung: Dampaknya Begitu Luas dan Masyarakat Keberatan

Nasional
Pengamat Sebut Pemasangan Baliho Saat Pandemi Covid-19 Tunjukkan Kurangnya Empati Politisi

Pengamat Sebut Pemasangan Baliho Saat Pandemi Covid-19 Tunjukkan Kurangnya Empati Politisi

Nasional
131 Daerah Masih Catatkan 1.000 Kasus Aktif Covid-19, 83 di Antaranya di Jawa-Bali

131 Daerah Masih Catatkan 1.000 Kasus Aktif Covid-19, 83 di Antaranya di Jawa-Bali

Nasional
Satgas Jelaskan Penyebab Kematian akibat Covid-19 yang Didominasi Usia Produktif

Satgas Jelaskan Penyebab Kematian akibat Covid-19 yang Didominasi Usia Produktif

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X