Ada Dugaan Tindak Pidana, Kasus Kebakaran Kilang Minyak Balongan Naik ke Penyidikan

Kompas.com - 21/04/2021, 14:09 WIB
Seorang pengendara motor tampak sedang melintas di lokasi terbakarnya tangki minyak di Kilang Balongan. Akibat kebakaran ini  PT Pertamina (Persero) kehilangan 92.000 kl (kiloliter) minyak dari 4 tangki yang terbakar. KOMPAS.com/MOHAMAD UMAR ALWISeorang pengendara motor tampak sedang melintas di lokasi terbakarnya tangki minyak di Kilang Balongan. Akibat kebakaran ini PT Pertamina (Persero) kehilangan 92.000 kl (kiloliter) minyak dari 4 tangki yang terbakar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Rusdi Hartono mengatakan, polisi telah melakukan gelar perkara kasus ledakan dan kebakaran tangki PT Pertamina RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Hasilnya, perkara dinaikkan ke tahap penyidikan karena ditemukan adanya dugaan tindak pidana.

"Dari gelar perkara tersebut telah ditemukan adanya tindak pidana pada peristiwa tersebut, sehingga perkara dinaikkan pada tahap penyidikan," kata Rusdi dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Sebelumnya, polisi telah memeriksa puluhan saksi untuk diminta keterangan terkait peristiwa tersebut.

Selain itu, sejumlah barang bukti sudah dikumpulkan dari TKP dan diperiksa di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.

Baca juga: Ombudsman Minta Pertamina Segera Ganti Rugi Masyarakat Terdampak Ledakan Kilang Minyak Balongan

"Penyidik menilai, melihat berdasarkan fakta dan bukti yang ada, adanya kesalahan, adanya kealpaan sehingga menimbulkan kebakaran atau ledakan. Ini sesuai dengan pasal 188 KUHP," ujar Rusdi.

Kilang milik PT Pertamina di Kecamatan Balongan itu terbakar pada Senin (29/3/2021) dini hari. Kebakaran menyebabkan korban luka-luka dan ratusan warga harus diungsikan.

Ombudsman RI pun menilai, terdapat potensi malaadministrasi dalam penanganan ledakan tangki tersebut.

Berdasarkan investigasi lapangan oleh Ombudsman pada 7-9 April, warga di sekitar Pertamina Balongan sudah mengeluhkan bau menyengat sejak Minggu (28/3/2021) sore atau beberapa jam sebelum ledakan.

Baca juga: Kebakaran Kilang Minyak Balongan, Ombudsman: Pertamina Abaikan Keluhan Warga soal Bau Bensin Menyengat

”Namun, tidak digubris,” kata Anggota Ombudsman RI Hery Susanto dalam konferensi pers virtual, Rabu (14/4/2021).

Selain mengawasi penyelesaian dampak ledakan, Ombudsman juga meminta hasil investigasi penyebab insiden itu disampaikan transparan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X