Kompas.com - 21/04/2021, 10:52 WIB
Pramoedya Ananta Toer, sastrawan yang dipenjara di Pulau Buru sekitar tahun 1977, menyelesaikan karya-karyanya dengan sebuah mesin tik tua. KOMPAS/SINDHUNATAPramoedya Ananta Toer, sastrawan yang dipenjara di Pulau Buru sekitar tahun 1977, menyelesaikan karya-karyanya dengan sebuah mesin tik tua.
|
Editor Bayu Galih

LAKI-LAKI tua itu duduk di dekat pagar rumahnya. Ia mengenakan oblong berwarna gelap dan kain sarung. Sebatang rokok kretek yang sudah menyala terselip di antara jari tengah dan telunjuknya.

Seseorang di hadapannya kemudian bertanya kepada laki-laki itu.

"Bapak masing ingat buku-buku yang hilang dan judul-judul yang dikarang dan tidak ada lagi?" tanya dia.

Bahasa Indonesianya tidak begitu lancar. Dari logat bicara yang terbata, tampaknya ia adalah Bernie IJdis.

Bernie merupakan seorang sutradara berkebangsaan Belanda. Ia membuat dokumenter berjudul De Groote Postweg atau Jalan Raya Pos.

Baca juga: Kartini dan Pemikiran tentang Perempuan Berani, Mandiri, dan Penuh Perjuangan...

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu narasumbernya sastrawan besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer (6 Februari 1925 - 30 April 2006).

"Ya judul-judulnya… Misalnya, Panggil Aku Kartini Saja. Itu yang terbit dua jilid, yang hilang dirampas Orba (Orde Baru)," jawab Pramoedya.

Panggil Aku Kartini Saja merupakan salah satu karya Pram mengenai sejarah perempuan Indonesia.

Peneliti Savitri Scherer, dalam Pramoedya Ananta Toer: Luruh dalam Ideologi (Komunitas Bambu, 2012), menyebut karya itu sebagai kajian sosial dan historis tentang feminis terkemuka dan pemikir nasionalis awal.

Menurut dia, Pramoedya telah meneliti tokoh perempuan asal Jepara itu, antara 1956 sampai 1961.

Baca juga: Kandasnya Cita-cita Kartini dan Perjuangannya yang Relevan hingga Kini

Judul buku itu merupakan kata-kata perpisahan Kartini kepada salah satu sahabat penanya, Stella Zeehandelaar, dalam surat bertanggal 25 Mei 1899.

Savitri menulis, Pramoedya berpandangan bahwa ide-ide progresif Kartini disebabkan oleh respons atas hierarki dan adat diskriminatif lingkungan feodalnya, bukan karena pertukaran ide dengan teman-temannya di Eropa.

Pramoedya menguraikan fakta sifat feodal pengaturan rumah tangga bupati. Kartini adalah putri dari istri kedua bupati.

Istri dari kaum jelata memiliki tempat sendiri di luar bangunan utama. Situasi seperti ini, menurut Savitri, dalam kasus Kartini tentunya telah mengundang ketidaksenangan pada berbagai persyaratan yang mencengkeram.

Baca juga: Perseteruan Hamka dan Pramoedya Ananta Toer hingga Berdamai lewat Islam

Demi penghormatan bagi sesuatu yang semu, sehingga membangkitkan pemikiran progresif Kartini tentang dunia yang ideal, di mana semua orang setara.

Savitri menilai, evaluasi Pramoedya mengenai peran Kartini dalam masyarakat sangat maju. Sastrawan kelahiran Blora itu menekankan kemuliaan pikiran dan jiwa Kartini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kedatangan Vaksin Covid-19 Tahap 32 dan 33, Menko PMK: Amankan 440 Juta Dosis

Kedatangan Vaksin Covid-19 Tahap 32 dan 33, Menko PMK: Amankan 440 Juta Dosis

Nasional
Soal Fasilitas Isoman Hotel Untuk Anggota DPR, Pengamat Sebut Jangan Permainkan Kebijakan

Soal Fasilitas Isoman Hotel Untuk Anggota DPR, Pengamat Sebut Jangan Permainkan Kebijakan

Nasional
3,5 Juta Dosis Vaksin Moderna Pemberian Amerika Serikat Tiba di Indonesia

3,5 Juta Dosis Vaksin Moderna Pemberian Amerika Serikat Tiba di Indonesia

Nasional
Koalisi Lapor Covid-19 Minta Kemendikbud Ristek Tunda Belajar Tatap Muka

Koalisi Lapor Covid-19 Minta Kemendikbud Ristek Tunda Belajar Tatap Muka

Nasional
Rencana Fasilitas Isoman Anggota DPR, Formappi: Mereka Sedang Bangung Tembok Pembatas dengan Rakyat

Rencana Fasilitas Isoman Anggota DPR, Formappi: Mereka Sedang Bangung Tembok Pembatas dengan Rakyat

Nasional
Ketua DPR Minta Polri Tindak Tegas Mafia Obat Terapi Covid-19

Ketua DPR Minta Polri Tindak Tegas Mafia Obat Terapi Covid-19

Nasional
KPU Simulasikan 6 Model Surat Suara untuk Pemilu 2024

KPU Simulasikan 6 Model Surat Suara untuk Pemilu 2024

Nasional
Lapor Covid-19 Terima 29 Laporan Sekolah Gelar Belajar Tatap Muka Selama Juli

Lapor Covid-19 Terima 29 Laporan Sekolah Gelar Belajar Tatap Muka Selama Juli

Nasional
Politisi Gerindra Bantah Wacana Pemberian Fasilitas Isoman di Hotel Bagi Anggota DPR

Politisi Gerindra Bantah Wacana Pemberian Fasilitas Isoman di Hotel Bagi Anggota DPR

Nasional
[POPULER NASIONAL] Respons Budi Arie Usai Dilaporkan ke Polisi | Kasus Covid-19 Bertambah 37.284

[POPULER NASIONAL] Respons Budi Arie Usai Dilaporkan ke Polisi | Kasus Covid-19 Bertambah 37.284

Nasional
Tersangka Korupsi Asabri Ilham Wardhana Siregar Meninggal

Tersangka Korupsi Asabri Ilham Wardhana Siregar Meninggal

Nasional
UPDATE: Total 3,4 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia, Angka Kematian Masih Tinggi

UPDATE: Total 3,4 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia, Angka Kematian Masih Tinggi

Nasional
Obat Regkirona Diklaim Bisa Turunkan Risiko Kematian Pasien Covid-19 hingga 72 Persen

Obat Regkirona Diklaim Bisa Turunkan Risiko Kematian Pasien Covid-19 hingga 72 Persen

Nasional
Dorong Produktivitas Milenial, Kemnaker Gelar Ngopi Daring Nasional

Dorong Produktivitas Milenial, Kemnaker Gelar Ngopi Daring Nasional

Nasional
Kemensos Salurkan 95 Persen Bansos Tunai di DKI Jakarta

Kemensos Salurkan 95 Persen Bansos Tunai di DKI Jakarta

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X