Ketika Soekarno-Hatta "Diculik" ke Rengasdengklok, Sahur Mencekam Jelang Proklamasi

Kompas.com - 21/04/2021, 10:15 WIB
Rumah sejarah Djiauw Kie Siong di Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Jawa Barat, Sabtu (19/8/2017). Rumah Djiauw Kie Siong merupakan tempat persinggahan Bung Karno dan Hatta saat dibawa oleh generasi muda pada 16 Agustus 2017. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJORumah sejarah Djiauw Kie Siong di Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Jawa Barat, Sabtu (19/8/2017). Rumah Djiauw Kie Siong merupakan tempat persinggahan Bung Karno dan Hatta saat dibawa oleh generasi muda pada 16 Agustus 2017.

Suasana sahur yang mencekam itu diceritakan di dalam dua buku autobiografi Bung Karno dan Bung Hatta.

"Jam 3 pagi aku masih bangun. Aku tidak bisa tidur dan duduk di kamar makan seorang diri saat makan sahur. Keadaan dalam rumah sunyi sepi. Semua orang tidur. kamar makan kami langsung menghadap ke pekarangan dan pintunya terbuka sedikit," tutur Bung Karno dalam autobiografinya yang berjudul Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat.

"Terdengarlah sayup suara mendesir dari balik semak-semak dan serombongan pemuda berpakaian seragam masuk dengan diam-diam," ujar Bung Karno.

Baca juga: Teks Proklamasi: Proses Perumusan, Isi, dan Perubahan

Tiba-tiba salah seorang tokoh pemuda, Sukarni, masuk ke dalam rumah Bung Karno lengkap bersenjatakan pistol dan pedang.

"Berpakaianlah Bung, sudah saatnya," ujar Sukarni kepada Soekarno.

"Ya, sudah saatnya untuk dibunuh! Jika aku yang memimpin pemberontakanmu ini gagal, aku kehilangan kepala, engkau pun juga. Kalau aku mati, coba siapa pikirmu yang akan memimpin rakyat bila datang waktunya yang tepat?" jawab Soekarno dengan berang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sukarni lantas menjawab karena itu golongan pemuda hendak melarikan Bung Karno dan Bung Hatta ke tempat yang aman dan jauh dari pengaruh Jepang.

Baca juga: Museum Proklamasi: Sejarah, Perkembangan, dan Isinya

Para pemuda berharap desakan mereka dari Jakarta yang menuntut agar kemerdekaan Indonesia diproklamasikan secepatnya usai Jepang menyerah kepada sekutu bisa mendorong Bung Karno dan Bung Hatta untuk mengumukan kepada dunia bahwa Indonesia telah merdeka.

Tak hanya Bung Karno, Bung Hatta yang tengah sahur juga didatangi para pemuda. Sukarni yang mendatangi Bung Hatta menyatakan, sebanyak 15.000 pemuda akan menyerbu Jakarta pada 16 Agustus tengah hari untuk melucuti tentara Jepang.

Kata Sukarni, karena itu para pemuda akan membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke tempat yang aman guna mempersiapkan proklamasi kemerdekaan.

"Di mataku sudah tergambar kehancuran cita-cita kami akan menegakkan Indonesia merdeka. Dan apakah jadinya dengan PPKI yang sudah diundang memulai rapatnya hari itu pukul 10.00," tutur Bung Hatta dalam autobiografinya yang berjudul Untuk Negeriku Menuju Gerbang Kemerdekaan, Sebuah Autobiografi.

Baca juga: Ketika Achmad Soebardjo Memilih Tidur Saat Teks Proklamasi yang Ia Rancang Dibacakan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dewan Pengawas KPK Tolak Laporkan Pelanggaran Etik Lili Pintauli secara Pidana

Dewan Pengawas KPK Tolak Laporkan Pelanggaran Etik Lili Pintauli secara Pidana

Nasional
Profil Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris MIT yang Tewas

Profil Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris MIT yang Tewas

Nasional
UPDATE: Tambah 11 di Korsel, Total 5.916 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE: Tambah 11 di Korsel, Total 5.916 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Dukung 56 Pegawai yang Akan Dipecat, Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat

Dukung 56 Pegawai yang Akan Dipecat, Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat

Nasional
Jokowi Ungkap Kontribusi RI Hadapi Situasi Darurat Energi dan Iklim Dunia

Jokowi Ungkap Kontribusi RI Hadapi Situasi Darurat Energi dan Iklim Dunia

Nasional
Mahfud Harap Publik Tetap Tenang Usai Pimpinan Teroris MIT Ali Kalora Tewas Ditembak

Mahfud Harap Publik Tetap Tenang Usai Pimpinan Teroris MIT Ali Kalora Tewas Ditembak

Nasional
Solidaritas Pegawai KPK terhadap 56 Pegawai yang Akan Dipecat: Beri Dua Kali Surat Ke Pimpinan

Solidaritas Pegawai KPK terhadap 56 Pegawai yang Akan Dipecat: Beri Dua Kali Surat Ke Pimpinan

Nasional
BNPT Kutuk Keras Tindakan KKB Serang Tenaga Kesehatan di Papua

BNPT Kutuk Keras Tindakan KKB Serang Tenaga Kesehatan di Papua

Nasional
Lini Masa Kedatangan Vaksin Covid-19 di Indonesia

Lini Masa Kedatangan Vaksin Covid-19 di Indonesia

Nasional
Total Kasus Covid-19 Tembus 4.188.529, Pemerintah Targetkan Vaksinasi 2 Juta Per Hari

Total Kasus Covid-19 Tembus 4.188.529, Pemerintah Targetkan Vaksinasi 2 Juta Per Hari

Nasional
[POPULER NASIONAL] PDI-P Apresiasi Krisdayanti karena Blak-blakan soal Gaji | Sebaran 3.385 Kasus Baru Covid-19

[POPULER NASIONAL] PDI-P Apresiasi Krisdayanti karena Blak-blakan soal Gaji | Sebaran 3.385 Kasus Baru Covid-19

Nasional
Sosok Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris Poso yang Dikabarkan Tewas

Sosok Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris Poso yang Dikabarkan Tewas

Nasional
Muhammad Kece Diduga Dianiaya Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri

Muhammad Kece Diduga Dianiaya Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri

Nasional
Teroris Poso Ali Kalora dan Jaka Ramadhan Tewas dalam Baku Tembak

Teroris Poso Ali Kalora dan Jaka Ramadhan Tewas dalam Baku Tembak

Nasional
Spesifikasi Kapal Perang Arrowhead-140 yang Akan Dibuat Indonesia dengan Desain dari Inggris

Spesifikasi Kapal Perang Arrowhead-140 yang Akan Dibuat Indonesia dengan Desain dari Inggris

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.