Kompas.com - 20/04/2021, 20:30 WIB
Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro saat memberikan sambutan dalam acara Conference on Law and Human Rights 2020, Senin (26/10/2020). Dokumentasi/Humas KemenkumhamMenteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro saat memberikan sambutan dalam acara Conference on Law and Human Rights 2020, Senin (26/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, teknologi listrik yang menggunakan pembangkit energi sampah harus terus dikembangkan.

Dia menilai pengembangan teknologi ini perlu menyesuaikan berbagai jenis sampah yang ada di Indonesia.

"Teknologi listrik dengan pembangkit energi sampah atau teknologi pengolahan sampah harus terus dikembangkan. Tentunya dengan mempertimbangkan berbagai jenis sampah yang muncul di Indonesia," ujar Bambang saat menggelar konferensi pers usai Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional di Istana Negara, Selasa (20/4/2021).

"Kita harapkan kota-kota besar di Indonesia mulai pengelolaan sampah selain secara tradisional juga mulai melakukan teknologi listrik berbasis sampah itu," lanjutnya.

Dengan begitu, kebersihan lingkungan tetap terjaga dan bisa menyediakan sumber energi yang terbarukan.

Baca juga: Menristek: Pemerintah Siapkan Pengembangan Energi Nuklir untuk Listrik Masa Depan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Bambang menyebutkan bahwa teknologi sampah untuk energi listrik menjadi bagian dari pengembangan ekonomi sirkular yang digagas pemerintah.

Pemerintah menilai, kegiatan ekonomi selama ini bersifat linier di mana limbah yang ditimbulkan akhirnya tidak terurus.

"Ini benar-benar menjadi beban. Tujuan ekonomi sirkuler yakni limbah yang muncul dari kegiatan ekonomi akan diolah kembali," tutur Bambang.

Dalam kesempatan yang sama, Bambang juga mengungkapkan ada lima riset nasional sebagai pengembangan energi baru dan terbarukan.

Kelimanya yakni energi nuklir, bahan bakar nabati yang berasal dari kelapa sawit, biogas, pembangkit listrik tenaga panas bumi dan baterai listrik.

Baca juga: Tekan Angka Impor, Pengembangan Bahan Bakar dari Kelapa Sawit Terus Dilanjutkan

"Kemenristek/BRIN sudah mencanangkan beberapa kegiatan riset energi baru dan terbarukan dalam roadmap 2020-2024," ungkap Bambang.

"Untuk itu kita bisa memastikan ketersediaan energi sekaligus mengubah komposisi energi kita menjadi lebih condong kepada yang baru dan terbarukan. Maka kesiapan dan inovasi teknologi itu sangat diperlukan," tambahnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.