KSAD: Kasus Prajurit yang Lari dan Tinggalkan Dinasnya Sering Terjadi

Kompas.com - 20/04/2021, 15:29 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa meninjau kesiapan 125 prajurut TNI AD yang akan menjalani latihan bersama Rotation Joint Readiness Training Center (JRTC) Rotation 21-01 dengan US Army di Yonif Para Raider 502 Kostrad, Jabung, Malang, Jawa Timur. Tangkapan layar instagram TNI ADKepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa meninjau kesiapan 125 prajurut TNI AD yang akan menjalani latihan bersama Rotation Joint Readiness Training Center (JRTC) Rotation 21-01 dengan US Army di Yonif Para Raider 502 Kostrad, Jabung, Malang, Jawa Timur.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengakui, kasus prajurit desersi atau meninggalkan dinasnya sering terjadi.

"Jadi sebetulnya kasus-kasus seperti ini bukan hanya terjadi kali ini, walaupun tidak sama persis, tetapi prajurit yang kemudian lari atau meninggalkan dinas dan tidak kembali itu cukup sering," ujar Andika di Markas Pomdam Jaya Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Menurut dia, desersi hampir selalu ada setiap tahun. Mereka meninggalkan dinas dengan alasan beragam, mulai karena masalah utang, ketidakcocokan, hingga masalah susila.

Baca juga: Kronologi TNI AL Gagalkan Penyelundupan 100 Kilogram Narkoba di Sumut

KSAD memastikan, kasus desersi tidak hanya terjadi di Papua.

"Macam-macam itu, begitu banyak, dan itu juga dilakukan oleh prajurit dengan latar belakang maupun etnis yang berbeda-beda," kata dia. 

Kendati demikian, ia menjamin mereka yang meninggalkan tugasnya tak pernah lewat dari proses hukum.

Baca juga: Bergabung dengan KKB, Pratu Lukius Khianati NKRI, Kini Diburu dan Jadi Target Utama Aparat Keamanan

Andika menegaskan, setiap prajurit yang meninggalkan dinasnya harus bertanggung jawab atas keputusan mereka. 

"Pada saat yang bersamaan kita juga selalu briefing-kan kepada para komandan satuan sampai dengan bawah dan ini termasuk penilian," ucap Andika.

"Inilah yang kami lakukan, dari tidak hanya melihat individu yang melakukan tindak pidana tetapi bagaimana leadership atau kepemimpinan di atas-atasnya," kata dia.

Baca juga: Desersi dan Gabung KKB, Pratu Lakius Jadi Target Utama TNI, Dicap Pengkhianat

Sebelumnya, seorang prajurit TNI AD, Pratu Lucky Y Matuan atau Lukius membelot dan bergabung dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Pratu Lukius merupakan personel Raider 400. Setelah desersi dan bergabung dengan KKB, Pratu Lukius dipecat dari kesatuan TNI.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polri Belum Tugaskan Densus 88 untuk Tindak KKB di Papua

Polri Belum Tugaskan Densus 88 untuk Tindak KKB di Papua

Nasional
Anggota Komisi III: Publik Butuh Informasi Utuh soal Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Anggota Komisi III: Publik Butuh Informasi Utuh soal Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Nasional
Arsul Sani: Semestinya Dewas KPK Tak Berwenang Berikan Izin Penyadapan

Arsul Sani: Semestinya Dewas KPK Tak Berwenang Berikan Izin Penyadapan

Nasional
Evaluasi Fungsi Pengawasan, Formappi: Beberapa Rekomendasi DPR Diabaikan Mitra Kerja

Evaluasi Fungsi Pengawasan, Formappi: Beberapa Rekomendasi DPR Diabaikan Mitra Kerja

Nasional
Menag Instruksikan Pengetatan Pengawasan Protokol Kesehatan di Rumah Ibadah

Menag Instruksikan Pengetatan Pengawasan Protokol Kesehatan di Rumah Ibadah

Nasional
Jokowi dan Sri Mulyani Disebut Sudah Satu Suara soal THR ASN

Jokowi dan Sri Mulyani Disebut Sudah Satu Suara soal THR ASN

Nasional
Pemprov Jawa Timur Antisipasi Dampak Kepulangan 14.000 Pekerja Migran

Pemprov Jawa Timur Antisipasi Dampak Kepulangan 14.000 Pekerja Migran

Nasional
75 Pegawai Tak Penuhi Syarat TWK, Tjahjo: Sejak Awal Ini Masalah Internal KPK

75 Pegawai Tak Penuhi Syarat TWK, Tjahjo: Sejak Awal Ini Masalah Internal KPK

Nasional
Wadah Pegawai Sebut TWK Bisa Singkirkan Sosok Berintegritas di KPK

Wadah Pegawai Sebut TWK Bisa Singkirkan Sosok Berintegritas di KPK

Nasional
Mendagri Minta Pemda Percepat Realisasi APBD 2021

Mendagri Minta Pemda Percepat Realisasi APBD 2021

Nasional
Harry Van Sidabukke Divonis 4 Tahun Penjara, Terbukti Menyuap Eks Mensos Juliari Batubara

Harry Van Sidabukke Divonis 4 Tahun Penjara, Terbukti Menyuap Eks Mensos Juliari Batubara

Nasional
Kejagung Periksa Eks Komisaris dan Komut Asabri

Kejagung Periksa Eks Komisaris dan Komut Asabri

Nasional
Belum Umumkan Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK, Firli Bahuri: Kami Tak Ingin Menebar Isu

Belum Umumkan Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK, Firli Bahuri: Kami Tak Ingin Menebar Isu

Nasional
Tjahjo Pertanyakan Sikap KPK soal 75 Pegawai yang Tak Penuhi Syarat TWK

Tjahjo Pertanyakan Sikap KPK soal 75 Pegawai yang Tak Penuhi Syarat TWK

Nasional
Perhimpunan Dokter Paru Sebut Keterisian Tempat Tidur di RS Rujukan Covid-19 Meningkat

Perhimpunan Dokter Paru Sebut Keterisian Tempat Tidur di RS Rujukan Covid-19 Meningkat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X