Kompas.com - 20/04/2021, 14:22 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani saat mengikuti pertemuan virtual dengan Presiden Inter-Parliamentary Union (IPU) Duarte Pacheco, Selasa (30/3/2021) siang. Dokumentasi tim Puan MaharaniKetua DPR RI Puan Maharani saat mengikuti pertemuan virtual dengan Presiden Inter-Parliamentary Union (IPU) Duarte Pacheco, Selasa (30/3/2021) siang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, perempuan memegang peranan penting dalam meningkatkan budaya literasi dalam keluarga.

Menurutnya, menumbuhkan budaya literasi dari lingkup keluarga penting dilakukan sebagai bekal mewujudkan kemajuan bangsa Indonesia.

"Kemampuan literasi adalah kemampuan mendasar yang dapat menjadi pijakan bagi seseorang untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi dirinya sendiri maupun bagi banyak orang," kata Puan dalam keterangannya, Selasa (20/4/2021).

Pernyataan itu disampaikan Puan dalam talkshow memperingati Hari Kartini yang digelar secara virtual oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Hari Kartini, Mengenal Lebih Dekat Kebaya dan Sejarahnya

Politisi PDI-P itu menuturkan, dalam konteks menumbuhkuatkan budaya literasi, peran aktif perempuan Indonesia sangat menentukan khususnya dalam lingkup keluarga.

Puan menjelaskan, keluarga merupakan unit masyarakat yang terkecil tetapi berperan besar dalam kemajuan sebuah bangsa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Keluarga adalah titik awal kehidupan seseorang dimulai, dan peran perempuan sangat besar dalam keluarga. Tentunya, kita ingin setiap anak Indonesia memiliki titik awal kehidupan yang baik," ujarnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai yang ditanamkan dalam keluarga adalah nilai-nilai yang akan turut membimbing hidup seseorang sepanjang hidupnya.

Oleh karena itu, kata dia, jika budaya literasi sudah ditanamkan sejak dini di tingkat keluarga, maka mereka akan tumbuh dewasa dengan budaya literasi yang kuat.

Baca juga: Mengenal Sepak Terjang Multatuli, Sosok yang Menginspirasi RA Kartini

"Ketika budaya membaca di rumah menjadi sebuah kebiasaan, maka anak-anak akan terbiasa menjadikan buku atau bahan bacaan sebagai rujukan untuk mendapatkan informasi," terangnya.

Kendati demikian, Puan menyadari bahwa usaha meningkatkan budaya literasi bukanlah tugas mudah. Terlebih, seorang ibu biasanya memiliki dua peran yakni sebagai ibu rumah tangga dan sekaligus bekerja.

Akan tetapi, dia meyakini bahwa perempuan Indonesia memiliki kreativitas, ide, dan bisa menemukan cara-cara untuk meningkatkan budaya literasi di tingkat keluarga maupun lingkungan sosial terdekat lainnya.

"Taruh persoalan berat di hadapan perempuan Indonesia, maka Insya Allah perempuan bisa menemukan solusinya," tutup perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR RI tersebut.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.