Komisi IX Anggap MoU Vaksin Nusantara Langkah Positif Kembangkan Penelitian

Kompas.com - 20/04/2021, 11:36 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena dalam sebuah diskusi bertajuk 'Omnibus Law dan Kita' di Hotel Ibis Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2/2020). KOMPAS.com/HaryantipuspasariWakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena dalam sebuah diskusi bertajuk 'Omnibus Law dan Kita' di Hotel Ibis Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi keputusan pemerintah yang meneken nota kesepahaman (MoU) terkait Vaksin Nusantara yang belakangan menimbulkan polemik.

Vaksin Nusantara menjadi perbincangan saat pimpinan dan sejumlah anggota DPR menjadi relawan pengembangan Vaksin Nusantara, padahal Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum mengeluarkan persetujuan uji klinik (PPUK).

Melkiades berpendapat, nota kesepahaman tersebut menjadi solusi agar penelitian Vaksin Nusantara dapat terus dikembangkan.

Baca juga: Kelanjutan Vaksin Nusantara, KSAD, Menkes, dan BPOM Teken Nota Kesepahaman

“Ini adalah tentu sebuah langkah maju langkah yang baik untuk kita bisa melanjutkan proses penelitian sel dendrintik yang dikenal sebagai vaksin Nusantara ini akan tetap dilanjutkan,” kata Melki kepada wartawan, Selasa (20/4/2021).

Melkiades berharap, nantinya Vaksin Nusantara dapat menjadi salah satu alternatif penyelesaian pandemi Covid-19.

“Bisa menjadi salah satu kemungkinan penyelesaian pandemi Covid-19 di Tanah Air atau bahkan dunia apabila memang penelitian ini benar-benar terbukti seperti apa yang disampaikan oleh para peneliti,” ujarnya.

Selain itu, Melkiades juga mendorong setiap peneliti untuk berani berinovasi dalam rangka mengatasi pandemi Covid-19.

Melkiades, selaku pimpinan yang membidangi isu Kesehatan di DPR RI memberikan dukungan bagi para peneliti bangsa agar menghasilkan produk-produk terbaik dalam negeri, khususnya di bidang medis.

“Para peneliti Jangan takut untuk terus melakukan inovasi, terus melakukan penelitian dalam rangka mencoba berbagai kebutuhan termasuk dalam pandemi Covid-19 saat ini,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala BPOM Penny K Lukito menandatangani Nota Kesepahaman penelitian berbasis pelayanan menggunakan sel dedrintik, Senin (19/4/2021).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X