KPK Periksa 28 Saksi untuk Kasus Bupati Nonaktif Bandung Barat Aa Umbara

Kompas.com - 19/04/2021, 10:44 WIB
Konferensi pers penahanan Bupati Bandung Barat Aa Sutisna dan Anaknya Andri Wibawa, Jumat (9/4/2021) KOMPAS.com / IRFAN KAMILKonferensi pers penahanan Bupati Bandung Barat Aa Sutisna dan Anaknya Andri Wibawa, Jumat (9/4/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap 28 saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana Pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Pemda Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020 pada Senin (19/4/2021).

Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Bupati nonaktif Bandung Barat Aa Umbara Sutisna.

"Hari ini pemeriksaan saksi AUS (Aa Umbara Sutisna)," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada Kompas.com, Senin.

Baca juga: Bupati Bandung Barat Aa Umbara dan Anaknya Ditahan KPK

Mereka yang diperiksa, kata Ali, yakni Asisten II Pembangunan dan Ekonomi Setda. Pemkab. Bandung Barat Maman Sulaiman, Staf Keuangan CV Bintang Pamungkas Rini Rahmawati, swasta Rian Firmansyah, swasta Asep Lukman Hermawan dan Ibu Rumah Tangga Mitha Irniansyah.

Wiraswasta H Kokon Risman Wiguna, Wakil Direktur PT. Jagat Dirgantara dan Keuangan CV. Sentra Sayuran Garden City Lembang Gina Tresnawati Utama, PNS atau Kepala Dinas PUPR Pemkab. Bandung Barat Rachmat Adang Syafaat dan Wakil Direktur CV. Jayakusuma Cipta Mandiri Dida Garnida dan PNS Imam Santoso Mulyo.

Ibu rumah tangga Nani Setia Ningsih, PNS atau Bendahara Pengeluaran pada Dinas Sosial Kab. Bandung Barat Priyo Nugroho, Direktur Utama PT. Jagat Dirgantara Asep Cahyadinata, Direktur CV. Sentral Sayuran Garden City Yusuf Sumarna dan Karyawan CV Jaya Kusuma Ciptamandiri dan CV Satria Jakatamilung Hardy Febrian Sobana.

Baca juga: Sosok Aa Umbara, Bupati Bandung Barat yang Jadi Tersangka Korupsi Penanganan Covid-19

PNS atau Kasubag Verifikasi Bagian Keuangan pada Sekretariat DPRD Kab. Bandung Barang Diane Yuliandari, Wiraswasta Denny Indra Mulyana, Karyawan PT Jagat Dir Gantara Bagian Administrasi Umum Donih Aadhy Heryady, Kepala Dinas Sosial Pemkab. Bandung Barat Heri Partomo dan CV Satria Jakatamilung Heri Partomo dan Direktur Asep Saefudin.

PNS pada Dinas PUPR Pemkab. Bandung Barat Rerry Sri Rezeki, PNS atau Kasubbag Program & Keuangan pada Dinas PUPR Pemkab. Bandung Barat Erni Susianti, PNS pada Dinas PUPR Pemkab. Bandung Barat Anang Widianto dan PNS pada Kasi Pemeliharaan Bidang Binamarga Dinas PUPR Pemkab. Bandung Barat Candra Kusumawijaya

PNS pada Dinas PUPR Pemkab. Bandung Barat Aan Sopian Gentina, PNS pada Kasi SDM pada Dinas Kesehatan Pemkab. Bandung Barat Rita Nurcahyani, PNS pada Kabid SDK Dinas Kesehatan Pemkab. Bandung Barat Tuty Heriyaty dan Ajudan Bupati Kamaluddin.

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor Polres Cimahi, Jl. Jend. H. Amir Machmud No.333, Cigugur Tengah, Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Prov. Jawa Barat," ucap Ali.

Baca juga: Bupati Bandung Barat Aa Umbara Jadi Tersangka KPK, Ini Paparan Harta Kekayaannya

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka yakni Aa Umbara, pihak swasta yang juga anak Aa Umbara bernama Andri Wibawa dan an pemilik PT JDG (Jagat Dir Gantara) dan CV SSGCL (Sentral Sayuran Garden City Lembang) M Totoh Gunawan.

Atas perbuatan tersebut, Aa Umbara Sutisna disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP.

Sementara itu, Andri Wibawa dan M Totoh Gunawan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X