Menkes: Lansia Berisiko Tinggi Covid-19, tapi Sulit Terjangkau Vaksinasi

Kompas.com - 19/04/2021, 06:02 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat kerja tersebut membahas satu tahun penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia dan kesiapan serta skema vaksinasi gotong royong. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak AMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat kerja tersebut membahas satu tahun penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia dan kesiapan serta skema vaksinasi gotong royong. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut, program vaksinasi Covid-19 cenderung lebih sulit menjangkau kalangan lanjut usia (lansia).

Padahal, lansia merupakan kelompok rentan terpapar virus corona.

"Lansia ini adalah golongan yang beresiko tinggi sesudah tenaga kesehatan. Tapi menjangkaunya (untuk vaksinasi) relatif nggak mudah, tidak semudah kita menjangkau tenaga kesehatan," kata Budi dalam diskusi daring yang ditayangkan YouTube PB Ikatan Dokter Indonesia, Minggu (18/4/2021).

Baca juga: Partisipasi Lansia dalam Vaksinasi Covid-19 Turun, Jauh di Bawah Pelayan Publik

Budi mengatakan, vaksinasi Covid-19 sudah menjangkau hampir seluruh tenaga kesehatan di Indonesia. Tetapi, lansia yang berhasil divaksinasi baru sedikit.

"Banyak sekali kantung-kantung lansia atau orang-orang yang masuk kategori lansia yang belum berhasil kita suntik," ujarnya.

Budi pun mempersilakan para ahli dan masyarakat menyampaikan ide atau gagasan mengenai percepatan vaksinasi Covid-19 pada lansia. Ia ingin seluruh pihak saling bekerja sama dalam mensukseskan program ini.

"Saya ingin pastikan bahwa semua lansia pada saat lebaran di pertengahan Mei nanti kalau bisa sebagian besar sudah kita suntik," katanya.

Baca juga: Menkes Minta Lansia Jadi Piroritas Vaksinasi Covid-19 Sebulan ke Depan

Dalam berbagai kesempatan Budi juga telah menyampaikan bahwa dalam satu bulan ke depan vaksinasi Covid-19 diprioritaskan untuk lansia.

Sebab, kata dia, selama bulan Ramadhan lansia berpotensi mendapat banyak kunjungan dari keluarga maupun tetangga dekat, sehingga lebih berpotensi tertular virus corona.

"Jadi tolong dipastikan dalam sebulan ini prioritas diberikan vaksinasi kepada para lansia. Sehingga mereka senior-senior kita ini bisa kita lindungi kalau nanti dikunjungi oleh keluarganya mereka sudah relatif imunitasnya lebih baik," katanya melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Minggu.

Baca juga: Antrean Vaksinasi Lansia di Bogor Membludak, Bima Arya Kecewa dengan Halodoc

Budi juga meminta para gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh daerah untuk terus menjalankan program vaksinasi Covid-19 selama Ramadhan.

Sebagaimana yang telah disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI), vaksinasi tak membatalkan puasa.

"Jadi terus dijalankan," kata dia.

Adapun hingga saat ini vaksinasi Covid-19 sudah mencapai 16,5 juta suntikan. Pemerintah menargetkan pengadaan vaksin mencapai 426 juta dosis untuk 181,5 juta penduduk Indonesia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X