Satgas: Kita Menang atas Pandemi jika Seluruh Negara Terbebas Covid-19

Kompas.com - 16/04/2021, 09:11 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (13/10/2020). Dok. Youtube/sekretariatpresidenJuru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (13/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebutkan, naiknya kasus virus corona di berbagai belahan dunia harus disikapi dengan bijaksana.

Meski kasus Covid-19 di Indonesia cenderung menunjukkan perbaikan, pandemi baru dapat dikatakan berakhir jika seluruh negara sudah terbebas dari virus.

"Kita baru dapat menyatakan menang atas pandemi apabila pandemi ini dapat berakhir bukan saja di negara sendiri, namun di negara-negara lain. Dan kita dapat kembali lagi melakukan mobilisasi global tanpa hambatan," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: Satgas: Jika Penuhi Kriteria BPOM, Pemerintah Akan Dukung Vaksin Nusantara

Mengutip pernyataan Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), kata Wiku, saat ini Covid-19 tengah tumbuh secara eksponensial di berbagai belahan dunia.

Pertumbuhan ini ditandai dengan penambahan jumlah kasus yang konstan dalam jumlah besar.

WHO mencatat, kasus Covid-19 di seluruh dunia naik 9 persen. Peningkatan ini terjadi selama tujuh pekan berturut-turut.

Bersamaan dengan itu, angka kematian pasien virus corona melonjak 5 persen.

Melonjaknya kasus Covid-19 dunia salah satunya disebabkan karena menigkatnya kasus di India.

Baca juga: Satgas: Kasus Covid-19 Dunia Naik 9 Persen, Salah Satunya Dipengaruhi Lonjakan di India

Hal ini terjadi akibat kegiatan kerumunan yang tidak dilarang Pemerintah India, yang menyebabkan klaster baru penyebaran virus corona.

"Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, kenaikan kasus di India sangat berpengaruh terhadap jumlah persentase kenaikan kasus di dunia," ujar Wiku.

Kondisi yang bertolak belakang terjadi di Tanah Air. Wiku mengklaim, dalam beberapa bulan terakhir perkembangan penyebaran virus corona di Indonesia menunjukkan perbaikan.

Sebagai contoh, pada minggu ini penambahan kasus Covid-19 menurun sebesar 14,2 persen. Selain itu, penambahan angka kematian juga turun 17,6 persen.

Baca juga: Satgas: Sangat Disayangkan Zona Merah dan Oranye Covid-19 Alami Kenaikan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X