Wagub Sebut Tidak Ada Lagi Wilayah Terisolasi akibat Bencana NTT

Kompas.com - 13/04/2021, 17:58 WIB
Foto udara petugas menggunakan ekskavator untuk mencari korban hilang dalam tanah longsor di Desa Waematan, Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (10/4/2021). Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, PMI, dan relawan telah berhasil mengevakuasi 18 korban meninggal dan saat ini masih melakukan pencarian terhadap delapan korban hilang tertimbun material batu dan tanah longsor yang terjadi pada Minggu (4/4) dini hari. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAFoto udara petugas menggunakan ekskavator untuk mencari korban hilang dalam tanah longsor di Desa Waematan, Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (10/4/2021). Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, PMI, dan relawan telah berhasil mengevakuasi 18 korban meninggal dan saat ini masih melakukan pencarian terhadap delapan korban hilang tertimbun material batu dan tanah longsor yang terjadi pada Minggu (4/4) dini hari. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi mengatakan tidak ada lagi lokasi bencana banjir dan tanang longsor yang terisolasi.

Josef menyebut hingga hari ini semua lokasi sudah dapat dijangkau oleh Satgas tanggap darurat bencana.

Meski demikian ia mengatakan masih ada beberapa desa terdampak bencana yang saat ini diguyur hujan lebat sehingga mengakibatkan transportasi darat tidak bisa menuju lokasi tersebut.

Baca juga: UPDATE Bencana NTT: 178 Orang Meninggal, 47 Hilang

“Perlu diinformasikan bahwa semua desa sudah dijangkau Satgas kita. Namun kami baru mendapatkan laporan beberapa desa tengah hujan terus-menerus dan terkena badai, akibatnya transportasi jalur darat tidak bisa dijangkau,” ungkap Josef dalam konferensi pers virtual di YouTube Badan Nasiona Penanggulangan Bencana (BNPB, Selasa (13/4/2021).

Meski tidak merinci desa di wilayah mana saja yang masih diguyur hujan lebat, namun Josef menjelaskan bahwa hujan tersebut bukan diakibatkan oleh siklon tropis seroja.

“Beberapa sungai kebajiran sampai sekarang, sehingga desa-desa itu dikategorikan terisolasi, bukan akibat dampak siklon tropis, tapi karena hujan terus menerus, prinsipnya semua desa yang terkena dampak siklon tropis seroja sudah dijangkau oleh satgas kita,” tegas dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam kesempatan yang sama Josef juga mengatakan bahwa saat ini total korban meninggal dunia akibat bencana angina kencang, banjir bandang dan tanah longsor yang merupakan dampak siklon tropis seroja mencapai 178 orang.

Sementara itu, 47 orang hilang dan belum ditemukan hingga saat ini. Sedangkan 259 orang dinyatakan luka-luka atas bencana tersebut.

Baca juga: Wagub NTT soal Pemulihan Listrik Pasca-Bencana: 70 Persen Sudah Menyala

Para korban luka, sambung Josef, sebagian besar masih dirawat.

“Ada yang dirawat di rumah sakit, dan ada yang memang dirawat di rumah,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan sejumlah wilayah di NTT mengalami angin kencang, banjir bandang hingga tanah longsor sejak Minggu (4/4/2021).

Bencana tersebut berdampak pada 11 wilayah di NTT yaitu, Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka Tengah, Lembata, Ngada, Alor, Sumba Timur, Rote Ndao, Sabu Raijua, Timor Tengah Selatan, dan Ende.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Informasi Bantuan Kuota Internet, Nadiem: Harus Resmi dari Kemendikbud, Bersumber dari Satu Situs

Soal Informasi Bantuan Kuota Internet, Nadiem: Harus Resmi dari Kemendikbud, Bersumber dari Satu Situs

Nasional
Anies Bolehkan Warga yang Sudah Divaksin Pergi ke Mana Saja, Ini Kata Kemenkes

Anies Bolehkan Warga yang Sudah Divaksin Pergi ke Mana Saja, Ini Kata Kemenkes

Nasional
Calon Hakim Agung Ini Nilai Terlalu Banyak OTT KPK Akan Berdampak ke Investasi

Calon Hakim Agung Ini Nilai Terlalu Banyak OTT KPK Akan Berdampak ke Investasi

Nasional
Diperiksa KPK Terkait Kasus Pengaturan Proyek di Indramayu, Dedi Mulyadi: Ada 3 Pertanyaan

Diperiksa KPK Terkait Kasus Pengaturan Proyek di Indramayu, Dedi Mulyadi: Ada 3 Pertanyaan

Nasional
Anies-AHY Paling Dipilih Rakyat Versi Survei, PPP: Biasa Saja, Survei Bukan Cerminan Hasil Pemilu

Anies-AHY Paling Dipilih Rakyat Versi Survei, PPP: Biasa Saja, Survei Bukan Cerminan Hasil Pemilu

Nasional
Kemendikbud Ristek Kembali Beri Bantuan Kuota, Begini Syaratnya

Kemendikbud Ristek Kembali Beri Bantuan Kuota, Begini Syaratnya

Nasional
Calon Hakim Agung Ini Nilai Restorastive Justice Pendekatan Utama Selesaikan Pidana Anak

Calon Hakim Agung Ini Nilai Restorastive Justice Pendekatan Utama Selesaikan Pidana Anak

Nasional
Lonjakan Kasus Covid-19 di NTB, Sumbawa Disebut Kekurangan Dokter

Lonjakan Kasus Covid-19 di NTB, Sumbawa Disebut Kekurangan Dokter

Nasional
Penjelasan Dukcapil soal Warga Bekasi yang Gagal Vaksinasi karena NIK-nya Dipakai WNA

Penjelasan Dukcapil soal Warga Bekasi yang Gagal Vaksinasi karena NIK-nya Dipakai WNA

Nasional
Rincian Besaran Bantuan Kuota Internet untuk Siswa, Mahasiswa, Guru, dan Dosen

Rincian Besaran Bantuan Kuota Internet untuk Siswa, Mahasiswa, Guru, dan Dosen

Nasional
TNI Kirim 14 Nakes dan 190 Tabung Oksigen ke Kalimantan dan Sulawesi

TNI Kirim 14 Nakes dan 190 Tabung Oksigen ke Kalimantan dan Sulawesi

Nasional
Ramai soal Rp 11.000 Triliun di Medsos hingga Kemenkominfo Angkat Bicara

Ramai soal Rp 11.000 Triliun di Medsos hingga Kemenkominfo Angkat Bicara

Nasional
Mabes Polri Bentuk Tim Periksa Kapolda Sumsel soal Sumbangan Akidi Tio

Mabes Polri Bentuk Tim Periksa Kapolda Sumsel soal Sumbangan Akidi Tio

Nasional
PPNI Sebut Butuh Tambahan Bantuan Perawat untuk Tangani Pasien Covid-19

PPNI Sebut Butuh Tambahan Bantuan Perawat untuk Tangani Pasien Covid-19

Nasional
Dukcapil: Dugaan Penyalahgunaan WNA Pakai NIK Warga Bekasi untuk Vaksinasi Dilacak Kemenkes

Dukcapil: Dugaan Penyalahgunaan WNA Pakai NIK Warga Bekasi untuk Vaksinasi Dilacak Kemenkes

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X