MUI: Vaksinasi Covid-19 Tidak Batalkan Puasa, Kondisi Kesehatan Tetap Diperhatikan

Kompas.com - 13/04/2021, 10:23 WIB
Seorang karyawan Kebun Raya Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, saat divaksin Covid-19, Selasa (6/4/2021). Seluruh karyawan KRC menjalani vaksinasi massal tersebut dalam upaya menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor pariwisata yang sehat dan bebas Covid-19. IstimewaSeorang karyawan Kebun Raya Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, saat divaksin Covid-19, Selasa (6/4/2021). Seluruh karyawan KRC menjalani vaksinasi massal tersebut dalam upaya menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor pariwisata yang sehat dan bebas Covid-19.
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdullah Jaidi mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan fatwa vaksinasi Covid-19 tidak akan membatalkan puasa.

Namun, ia mengingatkan meski tidak membatalkan puasa tetap ada kondisi peserta vaksinasi yang harus diperhatikan sebelum divaksin.

"Orang yang sedang berpuasa tidak membatalkan puasanya kalau divaksin. Tetapi tetap harus diperhatikan kondisi kesehatan dari pada orang yang divaksin. Artinya ada bahaya atau tidak," kata Abdullah dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Agama, Senin (13/4/2021).

Baca juga: MUI Sarankan Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Tetap Puasa

Menurut dia, para tenaga kesehatan juga tetap harus memastikan kondisi kesehatan peserta vaksinasi bahwa tidak akan menimbulkan bahaya jika mendapat vaksin saat puasa.

Selain itu, dalam susana Ramadhan, Abdullah juga meningatkan agar seluruh umat Islam bisa terus berlomba-lomba dalam kebaikan.

Umat Islam juga diminta beribadah dengan maksimal dan tidak lupa dengan lingkungan sekitar yang membutuhkan bantuan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebaik-baik sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan. Mudah-mudahan kita berlomba-lomba juga untuk melaksanakan sosial kita," ujar dia.

Baca juga: Kemenag: Panduan Ibadah Ramadhan 2021 Tak Berlaku di Zona Merah dan Oranye

Sebelumnya, MUI telah menerbitkan fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 saat Berpuasa.

Berdasarkan fatwa itu, vaksinasi yang dilakukan dengan penyuntikan vaksin tidak membatalkan puasa.

"Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuskular tidak membatalkan puasa," ujar Ketua Komisi Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh, dikutip dari siaran pers pada Rabu (17/3/2021).

Baca juga: Fatwa MUI: Swab Test dan Vaksinasi Covid-19 Tidak Batalkan Puasa

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.