Kompas.com - 09/04/2021, 14:17 WIB
Dante Saksono ditunjuk Joko Widodo sebagai Wakil Menteri Kesehatan. Dokumentasi VIK Kompas.com/Garry Andrew LotulungDante Saksono ditunjuk Joko Widodo sebagai Wakil Menteri Kesehatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengatakan, vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan pemerintah tidak bisa dimaknai hanya sekadar sebagai program.

Menurut Dante, vaksinasi ini merupakan sebuah gerakan yang inklusif di mana tiap warga negara mesti terlibat untuk mensukseskannya.

"Program vaksinasi tidak hanya dinarasikan sebagai sebuah program tetapi juga gerakan. Karena dia adalah gerakan, maka semua elemen masyarakat dapat terlibat untuk menyukseskan vaksinasi yang tidak eksklusif hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan," kata Dante dalam acara peluncuran 'Program Masijd Sentra Vaksin', dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (9/4/2021).

Baca juga: Wamenkes: Vaksin Covid-19 Tak Langsung Buat Kebal, Imunitas Butuh Proses

Ia pun menyatakan, tempat-tempat dan institusi lain pun bisa menjadi sentra vaksin Covid-19.

Misalnya, sekolah-sekolah dan gedung-gedung lembaga/institusi agar pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terus berjalan.

"Hari ini kita melihat masjid dijadikan sebagai sentra vaksin, dan ini tidak hanya bisa dilakukan di masjid namun juga di tempat lain seperti sekolah-sekolah, lembaga dan institusi lainnya," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, hadir Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla. Ia mengatakan, vaksinasi Covid-19 bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga semua elemen masyarakat.

Baca juga: Wamenkes: Usai Divaksin, Masyarakat Jangan Abaikan Protokol Kesehatan

Menurut Kalla, pembentukan kekebalan komunitas atau herd immunity merupakan kunci utama dalam melawan pandemi.

kecepatan membentuk herd imunity di tengah masyarakat merupakan kunci utama kemengangan melawan Covid-19.

"Untuk itu kita semua harus berfungsi. Ini penting untuk segera membentuk herd imunity di masyarakat, karena istilah untuk Covid-19, tidak ada orang yang sembuh apabila semuanya tidak sembuh, mengingat wabah ini berasal dari dua orang dan sekarang menjadi bencana dunia," ujar Kalla.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X