Menanti Pertemuan "Ngopi-ngopi" AHY dan Moeldoko, Akankah Terealisasi?

Kompas.com - 09/04/2021, 07:26 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Jakarta, Senin (23/3/2021). AHY menyatakan bahwa Moeldoko saat ini mencari pembenaran atas kebohongan yang terus dilakukannya bersama kubu versi kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATKetua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Jakarta, Senin (23/3/2021). AHY menyatakan bahwa Moeldoko saat ini mencari pembenaran atas kebohongan yang terus dilakukannya bersama kubu versi kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.

JAKARTA, KOMPAS.com – Perseteruan antara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko terkait kepemimpinan di Partai Demokrat diharapkan segera berakhir.

Sejak isu ini mencuat pada awal Februari lalu, isu perebutan kekuasaan di partai Demokrat mendapat sorotan dan kritik dari masyarakat.

Peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai manuver politik yang dilakukan Moeldoko merupakan anomali politik dan demokrasi.

Baca juga: Manuver Moeldoko: Anomali Politik dan Masalah Etika Berdemokrasi

Dari perspektif demokrasi, peristiwa kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang tidak lazim.

Sebab, KLB yang digelar oleh kubu pendukung Moeldoko itu tidak sesuai AD/ART, serta memiliki pihak eksternal partai sebagai ketua umum.

Sementara, peneliti Centre for Strategis and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengkritik soal etika dalam berdemokrasi.

Belakangan, permohonan pengesahan kepengurusan Partai Demokrat versi KLB ditolak Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Lantas, kapan perseteruan ini akan berakhir?

Dalam wawancara ekslusif di program Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu (6/4/2021), AHY mengaku terbuka jika Moeldoko ingin bertemu.

AHY tak keberatan apabila Moeldoko ingin mengetahui lebih banyak tentang partai yang ia pimpin itu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X