Laporan Tak Lengkap, Komisi IX Skors Rapat Kerja dengan Menkes, BPOM dan Bio Farma

Kompas.com - 08/04/2021, 12:39 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris saat rapat kerja Komisi IX DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021).

DOK. Humas DPR RIWakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris saat rapat kerja Komisi IX DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi IX DPR menskors rapat kerja dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan PT Bio Farma pada Kamis (8/4/2021).

Rapat kerja diskors sampai pukul 13.00 WIB untuk memberikan waktu kepada Menkes, BPOM dan PT Bio Farma melengkapi laporan yang akan disampaikan ke DPR.

"Jadi kita skors sampai jam 13.00 WIB, kita berharap jam 13.00 WIB nanti publik bisa tahu," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, dalam rapat kerja Komisi IX secara virtual, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Pimpinan Komisi IX: Vaksin Dalam Negeri Jawaban dari Embargo Vaksin Covid-19

Awalnya, anggota Komisi IX Elva Hartati meminta Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir melengkapi laporannya terkait perkembangan terbaru vaksin Covid-19 untuk vaksinasi gotong royong.

"Kami mohon kepada Dirut PT Bio Farma, tentang paparannya ini kayaknya tidak lengkap, belum detail, disampaikan beberapa yang akan datang vaksin apa saja bentuknya, bagaimana progres pengadaan vaksin untuk kebutuhan program gotong royong," kata Elva.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX Melki Laka Lena mengatakan, seluruh anggota harus mempelajari laporan yang disampaikan BPOM karena laporan tersebut baru dikirim ke DPR pagi tadi.

"Bu Penny stop dulu, bahannya baru masuk jam 8 pagi, anggota minta waktu karena ada waktu untuk mempelajari, saya minta untuk skors dulu sampai jam 13.00, tapi kita putuskan dahulu," kata Melki.

Baca juga: Kena Dampak Embargo Vaksin, Anggota Komisi IX: Negosiasi dan Lobi Vaksin Indonesia Lemah

Adapun rapat kerja Komisi IX DPR dan Menkes, BPOM dan PT Bio Farma hari ini akan membahas tiga topik.

Pertama, strategi vaksinasi Covid-19 dalam mencapai herd immunity di Indonesia. Kedua, ketersediaan vaksin Covid-19 untuk vaksinasi Program Pemerintah.

Ketiga, kesiapan penyediaan vaksin Covid-19 untuk vaksinasi gotong royong beserta regulasinya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Uji Klinis Vaksin Nusantara Berlanjut, Guru Besar FKUI: Jelas Ada Pelanggaran

Uji Klinis Vaksin Nusantara Berlanjut, Guru Besar FKUI: Jelas Ada Pelanggaran

Nasional
Soal Vaksin Nusantara, PB IDI Harap BPOM Tidak Diintervensi oleh DPR

Soal Vaksin Nusantara, PB IDI Harap BPOM Tidak Diintervensi oleh DPR

Nasional
Jokowi Ingin Kota Semakin Infklusif, Terbuka bagi Seluruh Warga

Jokowi Ingin Kota Semakin Infklusif, Terbuka bagi Seluruh Warga

Nasional
Kemenkes Belum Dapat Laporan Uji Praklinis Vaksin Nusantara

Kemenkes Belum Dapat Laporan Uji Praklinis Vaksin Nusantara

Nasional
Jokowi: Indonesia Harus Punya Kekhasan Ketika Buat Perencanaan Wilayah

Jokowi: Indonesia Harus Punya Kekhasan Ketika Buat Perencanaan Wilayah

Nasional
LBM Eijkman Targetkan Vaksin Merah Putih Dapat Izin BPOM Pertengahan 2022

LBM Eijkman Targetkan Vaksin Merah Putih Dapat Izin BPOM Pertengahan 2022

Nasional
Menkominfo: Indonesia Butuh 600.000 Talenta Digital untuk Atasi Digital Talent Gap

Menkominfo: Indonesia Butuh 600.000 Talenta Digital untuk Atasi Digital Talent Gap

Nasional
UPDATE 17 April: Sebaran 5.041 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI Jakarta

UPDATE 17 April: Sebaran 5.041 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI Jakarta

Nasional
UPDATE: Pemerintah Periksa 64.838 Spesimen dalam Sehari, Total 13.776.810

UPDATE: Pemerintah Periksa 64.838 Spesimen dalam Sehari, Total 13.776.810

Nasional
UPDATE 17 April: Ada 60.699 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 17 April: Ada 60.699 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 17 April: 5.889.716 Orang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 17 April: 5.889.716 Orang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Jokowi Ingin Desain Smart City Ibu Kota Negara Baru Jadi Rujukan Negara-negara Dunia

Jokowi Ingin Desain Smart City Ibu Kota Negara Baru Jadi Rujukan Negara-negara Dunia

Nasional
Jokowi: Perencanaan Bukan Sekadar Rancang Gedung, Perencanaan adalah Bangun Tempat Hidup

Jokowi: Perencanaan Bukan Sekadar Rancang Gedung, Perencanaan adalah Bangun Tempat Hidup

Nasional
UPDATE 17 April: Ada 106.243 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 17 April: Ada 106.243 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 132, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 43.328 Orang

UPDATE: Bertambah 132, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 43.328 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X