Mensos Risma Kesulitan Salurkan Bantuan ke Masyarakat Terdampak Bencana di NTT

Kompas.com - 07/04/2021, 22:19 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/3/2021). Rapat kerja tersebut membahas anggaran penanggulangan bencana 2021. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak AMenteri Sosial Tri Rismaharini mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/3/2021). Rapat kerja tersebut membahas anggaran penanggulangan bencana 2021. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengakui kesulitan untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Risma mengatakan, bantuan pemerintah terlambat datang ke lokasi karena faktor cuaca.

"Kenapa terlambat (bantuan)? Saya itu terhambat karena cuaca, jadi kemarin kita turunnya di Maumere, nah Maumere jalan darat ke Larantuka kemudian menyeberang ke Adonara. Sempat kita enggak bisa menyeberang karena cuaca tidak bagus," kata Risma dalam konferensi pers yang ditayangkan kanal YouTube Kemensos RI, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Mensos Risma: Masyarakat Terdampak Bencana di NTT Butuh Makanan, Obat dan Alat Berat


Namun, Risma mengaku tetap mencari cara agar dapat menyeberang ke Pulau Adonara dan antuan dapat segera disalurkan.

Selain faktor cuaca, sulitnya menyalurkan bantuan ke Pulau Adonara juga disebabkan faktor transportasi.

"Di Adonara tidak ada landasan misalkan dipakai digunakan untuk landasan pesawat enggak bisa. Jadi kita harus mengangkat barang itu dengan manual," ujarnya.

Baca juga: Kepala BNPB: Korban Jiwa Banjir NTT 138 Orang, 61 Masih Dicari

Risma mengungkapkan sempat dimarahi korban banjir di Adonara karena bantuan dari pemerintah terlambat tiba di lokasi bencana.

Namun, setelah diberikan penjelasan terkait kendala cuaca dan transportasi, masyarakat dapat memahami.

"Saya juga dimarahi kemarin, saya juga jelaskan kami bukan tidak mau, tapi enggak bisa kami ke sini. Saya sebetulnya dari Bima langsung ke Adonara tapi enggak boleh terbang karena cuacanya memang tidak bagus," pungkasnya.

Baca juga: Masih Ada Wilayah Sulit Akses, BNPB Siapkan 6 Helikopter Bantu Penanganan Banjir NTT

Adapun banjir disertai longsor terjadi di sejumlah kabupatan, Provinsi NTT, pada Minggu (4/4/2021).

Intensitas hujan tinggi yang mengguyur sejak Jumat (02/04/2021) juga mengakibatkan Kabupaten Bima, NTB, dilanda banjir.

Banjir merendam ratusan rumah dan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah masih terus mengupayakan penanganan dampak bencana di NTT dan NTB.

Pemerintah juga menyediakan fasilitas dan layanan kesehatan di tempat-tempat pengungsian. Namun, ada persoalan keterbatasan dokter dan tenaga kesehatan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X