Masih Ada Wilayah Sulit Akses, BNPB Siapkan 6 Helikopter Bantu Penanganan Banjir NTT

Kompas.com - 07/04/2021, 17:27 WIB
Bendungan Kambaniru, Kelurahan Malumbi, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada saat terjadi banjir bandang. DOK. FACEBOOK BRYAN ANDALURIBendungan Kambaniru, Kelurahan Malumbi, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada saat terjadi banjir bandang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan enam helikopter untuk membantu penanganan darurat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Nusa Tengga Timur (NTT).

Pengerahan helikopter itu dilakukan atas arahan Kepala BNPB Doni Monardo saat berada di Lembata, Flores, NTT, Selasa pada (6/4/2021).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, helikopter akan menjadi alat untuk mendistribusikan logistik dan membantu proses evakuasi di daerah yang masih sulit diakses.

"(Helikopter) akan difungsikan untuk mendistribusikan logistik dan peralatan di lokasi yang terisolir pasca terputusnya akses akibat longsor maupun akses penyeberangan laut yang tidak memungkinkan akibat gelombang tinggi," kata Raditya dalam keterangannya, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: BNPB: Belum Ada Laporan Kasus Covid-19 di Pengungsian Banjir NTT

Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, wilayah yang masih belum dapat diakses sepenuhnya di antaranya Kabupaten Malaka, Kabupaten Flores Timur, dan Kabupaten Lembata.

Sementara itu, ketersediaan listrik dan sinyal di Kota Kupang juga masih belum pulih sepenuhnya.

Hal ini membuat banyak warga yang memilih tinggal di hotel yang menyediakan genset listrik.

Adapun enam helikopter yang disiapkan BNPB adalah Heli MI-8 dengan daya angkut delapan ton, Heli Kamov 32 A dengan daya angkut lima ton.

Kemudian, Heli EC-115 berkapasitas 12 tempat duduk, Heli AW 199 berkapasitas 7 tempat duduk, Heli jenis Bell 412EP dengan kapasitas 12 tempat duduk, dan Heli AS-365 kapasitas 11 tempat duduk.

Sejumlah wilayah di NTT dilanda banjir bandang pada Minggu (4/4/2021).

Baca juga: BNPB: Banjir Bandang NTT Terbesar dalam 10 Tahun Terakhir di Provinsi Itu

Hingga siang hari ini, BNPB mencatat, ada 124 orang meninggal dunia dan 74 orang hilang akibat bencana banjir bandang di NTT.

"Jadi perkembangan terakhir dari data yang kami dapatkan 124 jiwa yang meninggal," kata Raditya Jati dalam konferensi pers hari ini.

Selanjutnya, 688 rumah rusak berat 272 rumah rusak sedang, 154 rumah rusak ringan, serta 1.962 rumah yang terdampak akibat banjir bandang yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

BNPB juga melaporkan ada 87 fasilitas umum terdampak bencana banjir bandang di NTT. Kemudian, sebanyak 24 fasilitas umum yang mengalami kerusakan berat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X