Kompas.com - 06/04/2021, 12:55 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin hadir meninjau secara langsung dalam vaksinasi Covid-19 dengan menggunakan vaksin AstraZeneca untuk para pengurus serta santri di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (23/3/2021). DOK. Humas KemenkesMenteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin hadir meninjau secara langsung dalam vaksinasi Covid-19 dengan menggunakan vaksin AstraZeneca untuk para pengurus serta santri di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (23/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, banjir bandang dan longsor yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menimbulkan banyak korban sehingga pemerintah fokus dalam penanggulangan bencana.

Oleh sebab itu, Budi mengatakan, pemerintah menunda pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di NTT.

"Jadi banyak yang terkena di NTT, sehingga prioritas kita sekarang adalah penanggulangan bencana dulu, jadi otomatis vaksinasinya kita tunda, kita fokus pada penanggulangan," kata Budi dalam acara Forum Indonesia Bangkit, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Jokowi Minta Menkes Perbanyak Tempat Pelayanan Kesehatan bagi Korban Bencana NTT-NTB

Budi mengatakan, pemerintah fokus menangani para korban bencana, baik yang mengalami luka-luka maupun meninggal dunia.

Kemenkes, kata Budi, sudah mendirikan 10 pos kesehatan untuk menangani para korban di NTT.

"Kita sudah bikin sekitar 10 pos kesehatan, tim kesehatan juga sudah datang ke sana, banyaknya ortophedi dan anestesi, karena banyak yang patah tulang dan perlu dioperasi atau dibius. Itu sudah kita kirim ke sana," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, banjir disertai dengan longsor terjadi di Kabupaten Lembata dan Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). Puluhan meninggal akibat bencana ini. 

Berdasarkan data BNPB hingga Senin (5/4/2021) tercatat 68 orang meninggal dunia dan 70 orang hilang akibat banjir bandang serta longsor yang melanda 10 kabupaten dan 1 kota di NTT.

Baca juga: Sampaikan Dukacita Bencana NTT, Wapres Pastikan Cepat Ditanggulangi

Selain itu, banjir dan longsor mengakibatkan 15 orang mengalami luka-luka, 70 orang hilang dan 2.655 jiwa terdampak.

Kemudian, banjir bandang dan longsor ini menimbulkan kerugian materil yaitu 25 unit rumah rusak berat, 114 unit rumah rusak sedang, 17 unit rumah hanyut, 60 unit rumah terendam, 743 unit rumah terdampak, 5 jembatan putus dan 40 titik akses jalan tertutup pohon tumbang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua MPR: UU ITE Perlu Direvisi untuk Menjamin Kebebasan Berpendapat

Ketua MPR: UU ITE Perlu Direvisi untuk Menjamin Kebebasan Berpendapat

Nasional
Sekjen Gerindra: Internal Memohon Pak Prabowo Bersedia Maju di Pilpres 2024

Sekjen Gerindra: Internal Memohon Pak Prabowo Bersedia Maju di Pilpres 2024

Nasional
Bertemu Anies, AHY Apresiasi Penanganan Pandemi Covid-19

Bertemu Anies, AHY Apresiasi Penanganan Pandemi Covid-19

Nasional
Bawaslu Sarankan KPU Bikin Pokja Cegah Calon Kepala Daerah Berkewarganegaraan Ganda

Bawaslu Sarankan KPU Bikin Pokja Cegah Calon Kepala Daerah Berkewarganegaraan Ganda

Nasional
Penyelesaian Konflik di Papua Perlu Pendekatan Kolaboratif

Penyelesaian Konflik di Papua Perlu Pendekatan Kolaboratif

Nasional
Doni Monardo: Larangan Mudik Jangan Ditafsirkan Macam-macam

Doni Monardo: Larangan Mudik Jangan Ditafsirkan Macam-macam

Nasional
Laode Kecewa MK Tolak Permohonan Uji Formil UU KPK

Laode Kecewa MK Tolak Permohonan Uji Formil UU KPK

Nasional
Berapa Harga Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Gotong Royong? Ini Penjelasan Bio Farma

Berapa Harga Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Gotong Royong? Ini Penjelasan Bio Farma

Nasional
Panglima TNI: Tenggelamnya KRI Nanggala Kehilangan bagi Kita Semua

Panglima TNI: Tenggelamnya KRI Nanggala Kehilangan bagi Kita Semua

Nasional
MKD Segera Memproses Laporan Dugaan Pelanggaran Etik terhadap Azis Syamsuddin

MKD Segera Memproses Laporan Dugaan Pelanggaran Etik terhadap Azis Syamsuddin

Nasional
Satgas Covid-19: Harga Vaksin untuk Vaksinasi Gotong Royong Masih Dibahas

Satgas Covid-19: Harga Vaksin untuk Vaksinasi Gotong Royong Masih Dibahas

Nasional
MKD Gelar Rapat Pleno 18 Mei, Bahas Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Azis Syamsuddin

MKD Gelar Rapat Pleno 18 Mei, Bahas Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Azis Syamsuddin

Nasional
Tersangka Penyuap Nurdin Abdullah Segera Disidang di PN Tipikor Makassar

Tersangka Penyuap Nurdin Abdullah Segera Disidang di PN Tipikor Makassar

Nasional
Hari Pertama Larangan Mudik, Kakorlantas Polri Klaim Situasi Terkendali

Hari Pertama Larangan Mudik, Kakorlantas Polri Klaim Situasi Terkendali

Nasional
Menag: Jumlah Jemaah Shalat Id Tidak Boleh Lebih 50 Persen dari Kapasitas

Menag: Jumlah Jemaah Shalat Id Tidak Boleh Lebih 50 Persen dari Kapasitas

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X