Kompas.com - 05/04/2021, 16:29 WIB
Warga mengantre untuk mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) saat penyaluran di Kantor Kelurahan Banyuanyar, Solo, Jawa Tengah, Jumat (15/5/2020). Sebanyak 26.407 warga Kota Solo yang terdampak Pandemi COVID-19 mulai menerima BST sebesar Rp600 ribu yang disalurkan setiap tiga bulan pada April, Mei dan Juni. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/pras. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHAWarga mengantre untuk mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) saat penyaluran di Kantor Kelurahan Banyuanyar, Solo, Jawa Tengah, Jumat (15/5/2020). Sebanyak 26.407 warga Kota Solo yang terdampak Pandemi COVID-19 mulai menerima BST sebesar Rp600 ribu yang disalurkan setiap tiga bulan pada April, Mei dan Juni. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/pras.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berperan besar dalam mengurangi dampak pandemi Covid-19 di Indonesia. Terutama untuk membantu masyarakat kecil yang terdampak perekonomiannya.

"Beberapa hasil riset menyebutkan bahwa ZIS dan dana sosial keagamaan lainnya memiliki peran besar dalam mengurangi tekanan dampak pandemi, khususnya bagi masyarakat kecil," kata Ma'ruf saat membuka rapat koordinasi nasional (rakornas) zakat 2021 secara virtual, Senin (5/4/2021).

Baca juga: Wapres Maruf Minta Transparansi Penyaluran Zakat Diperbaiki

Ma'ruf mengatakan, penyaluran ZIS setidaknya berkontribusi pada tiga hal.

Pertama, zakat disalurkan kepada mustahik (penerima zakat) baru, khususnya yang menanggung beban ekonomi akibat pandemi.

Kedua, zakat pada sektor pendidikan, sosial dan kemanusiaan, antara lain dimanfaatkan dalam aspek pencegahan Covid-19.

Misalnya, kampanye dan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan.

"Selain itu, zakat juga disalurkan dalam berbagai bentuk bantuan sosial bagi masyarakat dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang rentan maupun merugi akibat pandemi," kata Ma'ruf.

Baca juga: Wapres Maruf: Implementasi Zakat pada 2021 Harus Ditingkatkan

Ketiga, sektor kesehatan. Ma'ruf mengatakan, zakat telah berkontribusi secara efektif melalui penyaluran bantuan alat pelindung diri (APD) untuk rumah sakit.

Kemudian penyediaan ruang isolasi mandiri di daerah yang membutuhkan, pemulasaraan jenazah, hingga penyediaan fasilitas cuci tangan dan disinfeksi di ruang-ruang publik.

"Apalagi, pandemi Covid-19 yang kita alami satu tahun terakhir ini telah membawa peningkatan pada angka kemiskinan tahun 2020 di Indonesia," kata Ma'ruf.

Baca juga: Wapres: Realisasi Zakat di Indonesia Harus Lebih Ditingkatkan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, persentase penduduk miskin pada September 2020 sebesar 10,19 persen atau meningkat 0,97 persen (year on year) dibandingkan tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, estimasi kerugian akibat pandemi yang ditanggung sektor UMKM di Indonesia juga mencapai kisaran Rp 1,5 triliun.

"Selain APBN untuk menahan laju dampak pandemi terhadap perekonomian negara, saya yakin gerakan sosial kemanusiaan yang berkembang di tengah masyarakat juga membawa dampak positif," kata dia.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X