Kompas.com - 05/04/2021, 11:19 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers melayat almarhum Artidjo Alkostar di Masjid Ulil Albab, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, Senin (1/3/2021). IstimewaPresiden Joko Widodo memberikan keterangan pers melayat almarhum Artidjo Alkostar di Masjid Ulil Albab, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, Senin (1/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di NTT dan NTB dilaksanakan secara cepat.

Jokowi meminta pelayanan kesehatan, ketersediaan logistik, serta kebutuhan dasar masyarakat harus diprioritaskan.

"Saya minta agar penanganan bencana dapat dilaksanakan dengan cepat dan baik, seperti bantuan pelayanan kesehatan ketersediaan logistik dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi serta juga perbaikan infrastruktur," ujar Jokowi dalam keterangannya melalui video yang diunggah YouTube Sekretariat Presiden, Senin (5/4/2021).

"Untuk itu saya telah memerintahkan kepada Kepala BNPB Kepala Basarnas dan Mensos, Menteri PUPera serta Panglima TNI dan Kapolri untuk melakukan secara cepat evakuasi dan penanganan korban bencana serta penanganan dampak bencana," tuturnya.

Baca juga: Kepala BNPB Bertolak ke NTT Tinjau Lokasi Bencana Banjir dan Longsor


Presiden juga menyampaikan dukacita dan keprihatinannya atas adanya korban jiwa akibat bencana itu.

Jokowi menyatakan, dirinya dapat memahami apa yang dirasakan masyarakat.

"Atas nama pribadi dan atas nama seluruh rakyat Indonesia saya menyampaikan duka cita mendalam atas korban meninggal dunia tersebut dalam musibah tersebut dan saya memahami kesedihan yang dialami saudara kita akibat dampak yg ditimbulkan bencana ini," ucap Jokowi.

Sebagaimana diketahui, banjir dan tanah longsor terjadi di sejumlah daerah di NTT dan NTB, di antaranya di Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Malaka Tengah.

Baca juga: Kemensos Salurkan Bantuan Rp 1,1 Miliar untuk Korban Banjir di Bima, NTB

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis adanya dua bibit siklon tropis yang dapat berdampak pada cuaca ekstrem di Tanah Air.

Salah satunya adanya potensi curah hujan lebat dan angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada sepekan ini, yakni 3 – 9 April 2021.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X