BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Indihome

Internet Sudah Jadi Napas Baru Kehidupan di Tengah Pandemi

Kompas.com - 04/04/2021, 09:02 WIB
Ilustrasi penggunaan internet sebagai penunjang aktivitas di rumah. ShutterstockIlustrasi penggunaan internet sebagai penunjang aktivitas di rumah.

KOMPAS.com - Sejak pandemi melanda Indonesia pada 2020, masyarakat dihadapkan dengan berbagai pola aktivitas baru. Kegiatan yang bersifat tatap muka dibatasi guna menekan penyebaran virus corona.

Alhasil, kegiatan bekerja, belajar, bahkan berbelanja dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital dari rumah. Hal ini membuat kebutuhan akses internet di rumah meningkat drastis.

Peningkatan pengguna maupun konsumsi internet selama pandemi dibenarkan oleh Staf Khusus Bidang Kebijaksanaan Digital dan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Dedy Permadi. Salah satu penyebabnya, kata Dedy, adalah pergeseran aktivitas dari perkantoran ke permukiman.

“Penggunaan internet yang tadinya berpusat di perkantoran kini lebih banyak digunakan di permukiman dan meningkat sekitar 30 hingga 40 persen. Selain itu, penggunaan pada daerah tertinggal juga memiliki peningkatan sebesar 23 persen,” ujar Dedy dilansir dari kominfo.go.id, Kamis (16/4/2020).

Baca juga: Berapa Lama Orang Indonesia Akses Internet dan Medsos Setiap Hari?

Kenaikan pengguna juga tercatat dalam survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dilaksanakan pada 2-25 Juni 2020 dan melibatkan 7.000 responden di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Laporan Survei Internet APJII kuartal II 2020 menyebutkan bahwa penetrasi internet di Indonesia sudah mencapai 73,7 persen atau 196,71 juta pengguna.

Dari survei tersebut juga diketahui alasan masyarakat dalam menggunakan internet. Tercatat, 29,3 persen responden memakai internet untuk berkomunikasi. Kemudian, disusul bermedia sosial 24,7 persen, mengakses hiburan 9,7 persen, mengakses layanan publik 7,6 persen, dan 4,8 persen berbelanja online.

Kecepatan terpengaruh trafik data

Peningkatan kegiatan bekerja, belajar, dan aktivitas lain secara daring di rumah berdampak pada peningkatan volume trafik operator internet. Untuk diketahui, akses internet di rumah didukung oleh adanya device, network, dan applications (DNA).

Baca juga: Pemerintah Targetkan Semua Desa Terhubung Internet pada 2024

Pakar telekomunikasi dan bisnis sekaligus Direktur e2Consulting Lumumba Sirait menjelaskan bahwa ketiga unsur tersebut saling berkesinambungan. Network atau jaringan internet bekerja menyalurkan trafik data ke device atau perangkat sehingga pengguna dapat menjalankan aplikasi-aplikasi tertentu.

“Jaringan internet terdiri dari dua jenis, yakni mobile broadband internet (paket kuota) dan fixed broadband internet, seperti pada Wi-Fi. Keduanya memiliki perbedaan dari segi pemakaian data,” papar Lumumba dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (3/4/2021).

Mobile broadband internet menawarkan paket kuota sesuai dengan paket data yang dipilih. Sementara, fixed broadband internet menawarkan pemakaian gigabyte data tanpa batas (unlimited), tetapi dibatasi oleh kecepatan transmisi data tergantung kepada kontrak berlangganan yang dipilih.

Meski demikian, kecepatan jaringan fixed broadband internet juga dapat dipengaruhi oleh seberapa banyak perangkat yang terhubung melalui Wi-Fi router. Semakin banyak perangkat terhubung, kecepatan akses internet pun bisa menurun.

Baca juga: Mewujudkan Akses Internet Optimal Secara Menyeluruh di Tengah Pandemi

Lumumba menyebut, penurunan kecepatan jaringan fixed broadband internet juga bisa disebabkan oleh penggunaan aplikasi dengan byte data yang besar.

“Aplikasi berbasis video konten seperti Youtube, TikTok, Netflix, TV kabel, dan aplikasi video lainnya membutuhkan byte data yang (lebih) besar dibanding aplikasi berbasis teks,” jelasnya.

Menurut Lumumba, konten video ibarat truk yang memiliki muatan yang besar dan panjang. Mengaksesnya juga perlu upaya lebih.

Selain itu, beberapa aplikasi populer biasanya memiliki server berbasis di luar negeri. Hal ini dapat memperlambat penyaluran trafik data untuk masuk ke dalam negeri.

“Aplikasi yang memiliki server di luar negeri ibaratnya antrean mobil yang mau masuk ke gedung perkantoran. Semakin banyak yang mau masuk, maka jalanan akan tersendat,” tambah Lumumba.

Gambaran bagaimana trafik data dan kecepatan internet saling mempengaruhi.Telkom Indonesia Gambaran bagaimana trafik data dan kecepatan internet saling mempengaruhi.

Sebagai gambaran, saat seorang pengguna dari Sorong mengakses Youtube, operator internet harus menyediakan kanal transmisi dari Sorong ke Jakarta. Kemudian, diteruskan hingga ke data center Youtube terdekat di luar negeri.

“Perjalanan panjang pengiriman data ini dapat mengalami hambatan di berbagai tempat sehingga ada kalanya terjadi buffering atau tanda lingkaran berputar-putar di layar perangkat pengguna,” paparnya.

Bila pengguna perangkat di rumah banyak, Lumumba pun menyarankan pelanggan untuk meningkatkan kecepatan internetnya minimal pada 30 Mbps.

Menyediakan kebutuhan internet masyarakat

Saat ini, kata Lumumba, operator internet senantiasa berupaya menambah kapasitas jaringan serta melakukan optimalisasi pengiriman dan penerimaan data agar hasilnya cepat dan berkualitas. Salah satunya adalah Telkom melalui jaringan IndiHome.

Baca juga: Menembus Zona Merah, Begini Dedikasi Teknisi IndiHome Menyediakan Kebutuhan Internet di Masa Pandemi

Hingga akhir 2020, IndiHome telah menjangkau 96,5 persen atau 496 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Dengan rincian, IndiHome berhasil menjangkau 5.115 dari 7.094 kecamatan di seluruh nusantara.

Baru-baru ini, lanjut Lumumba, Telkom juga telah memperluas jangkauan Wi-Fi Corner bebas biaya ke Papua, khususnya untuk mendukung Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 di Papua.

Atas dedikasi ini, IndiHome pun berhasil meraih kepercayaan masyarakat dengan capaian 8 juta pelanggan pada 2020. IndiHome juga menguasai 85 market share layanan fixed broadband di seluruh Indonesia.

Untuk menambah kepercayaan pelanggan, saat ini, IndiHome terus berkomitmen meningkatkan customer experience yang menyenangkan dengan memperbaiki proses bisnis di seluruh value chain, mulai dari kegiatan explore, buy, activate, use, pay, get support, dan terminate.

Baca juga: Kolaborasi Dimas Djay dan IndiHome, Tularkan Semangat Bertahan di Era Pandemi

Lumumba pun menyarankan agar operator fixed broadband internet lain juga mengembangkan layanan internet ke seluruh Nusantara, seperti yang dilakukan oleh IndiHome. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati internet dengan kualitas pelayanan terbaik.

Internet telah menjadi napas kehidupan kita dalam beraktivitas dari mana saja, khususnya bagi generasi milenial dan Z yang harus selalu on,” ujar Lumumba.

Bijak dalam gunakan internet

Dengan berbagai upaya untuk memajukan akses digital di Indonesia, Lumumba mengatakan, masyarakat perlu bijak dalam menggunakan internet.

“(Sebab) jaringan internet memiliki kapasitas yang terbatas, sama seperti listrik dan air sehingga harus digunakan secara efisien,” imbuhnya.

Baca juga: Gandeng Marcus Fernaldi Gideon, IndiHome Bina Bibit-bibit Muda Bulutangkis

Masyarakat, lanjutnya, perlu didik agar menggunakan internet untuk hal-hal yang produktif dan mendidik. Misalnya, internet digunakan pada pagi hari untuk bekerja dan belajar, sedangkan pada sore atau malam hari untuk belajar mandiri, menikmati hiburan, dan memperdalam spiritual.

“Penggunaan medsos sebaiknya dibatasi untuk hal-hal yang positif, menghindari hoaks, dan tidak asal mem-forward (informasi tanpa memverifikasi kebenarannya terlebih dahulu),” imbuhnya lagi.

Lewat pendidikan tersebut, ruang digital yang aman dan nyaman bagi sesama pengguna internet bisa tercipta.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia, Jokowi Harap Herd Immunity Segera Terbentuk

10 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia, Jokowi Harap Herd Immunity Segera Terbentuk

Nasional
Survei SMRC: Mayoritas Pemilih Jokowi dan Prabowo Ingin Presiden Tetap 2 Periode

Survei SMRC: Mayoritas Pemilih Jokowi dan Prabowo Ingin Presiden Tetap 2 Periode

Nasional
UPDATE: Kasus Baru Covid-19 Capai 13.737, Tertinggi Sejak 30 Januari 2021

UPDATE: Kasus Baru Covid-19 Capai 13.737, Tertinggi Sejak 30 Januari 2021

Nasional
Presiden Didesak Batalkan Pemberhentian 51 Pegawai KPK

Presiden Didesak Batalkan Pemberhentian 51 Pegawai KPK

Nasional
Kasus Covid-19 Melonjak, Ngabalin Sebut akibat Banyak Warga Tak Patuhi Larangan Mudik

Kasus Covid-19 Melonjak, Ngabalin Sebut akibat Banyak Warga Tak Patuhi Larangan Mudik

Nasional
Soal Usul Lockdown, Ngabalin Sebut Jokowi Punya Pertimbangan Khusus

Soal Usul Lockdown, Ngabalin Sebut Jokowi Punya Pertimbangan Khusus

Nasional
Cerita Novel Baswedan Sudah Ingin Mundur dari KPK Sejak 2019

Cerita Novel Baswedan Sudah Ingin Mundur dari KPK Sejak 2019

Nasional
UPDATE 20 Juni: 12.239.706 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 20 Juni: 12.239.706 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 20 Juni: 89.183 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

UPDATE 20 Juni: 89.183 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 20 Juni: Sebaran 13.737 Kasus Baru Covid-19, 5.582 di Jakarta

UPDATE 20 Juni: Sebaran 13.737 Kasus Baru Covid-19, 5.582 di Jakarta

Nasional
UPDATE 20 Juni: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 121.684

UPDATE 20 Juni: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 121.684

Nasional
UPDATE 20 Juni: Ada 142.719 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 20 Juni: Ada 142.719 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 20 Juni: Tambah 6.385, Pasien Covid-19 Sembuh Jadi 1.792.528 Orang

UPDATE 20 Juni: Tambah 6.385, Pasien Covid-19 Sembuh Jadi 1.792.528 Orang

Nasional
UPDATE 20 Juni: Tambah 371, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 54.662

UPDATE 20 Juni: Tambah 371, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 54.662

Nasional
UPDATE: Tambah 13.737, Kini Ada 1.989.909 Kasus Covid-19 di Indonesia

UPDATE: Tambah 13.737, Kini Ada 1.989.909 Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya