Kompas.com - 31/03/2021, 10:48 WIB
Koordinasi Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan pers yang disiarkan kanal YouTube BNPB, Kamis (5/11/2020).

DOK. covid19.go.idKoordinasi Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan pers yang disiarkan kanal YouTube BNPB, Kamis (5/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, fokus sebagian besar pemerintah daerah (pemda) dalam penanganan pandemi kini sudah berubah.

Saat ini, sebagian besar pemda fokus mengubah status penularan Covid-19 di daerahnya menjadi lebih baik. 

Baca juga: DKI Diklaim Tak Berstatus Zona Merah Covid-19 selama Tiga Pekan Terakhir

Sementara itu, sebelumnya, fokus daerah adalah menekan bertambahnya zona merah atau kawasan rawan penularan Covid-19.

"Fokus pengendalian Covid-19 terkini bagi sebagian besar pemerintah daerah kabupaten/kota adalah mengubah status daerahnya," ujar Wiku dalam siaran pers Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) yang dikutip Kompas.com, Rabu (31/3/2021).

"Dari zona oranye ke zona kuning, maupun dari zona kuning menjadi zona hijau. Karena selama ini kita berfokus pada penekanan jumlah zona merah," kata Wiku.

Baca juga: Jabar Bebas Zona Merah, Wagub Uu Optimistis Sekolah Tatap Muka Digelar Juli

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menyampaikan, kesimpulan itu merujuk kepada tren peta zonasi risiko per 28 Maret 2021 yang menunjukkan perkembangan baik. 

Pertama, tren daerah yang masuk zona merah atau risiko tinggi kembali mengalami penurunan.

"Catatan zonasi nasional mencatatkan capaian yang baik, di mana jumlah kabupaten/kota zona merah terus menurun 50 persen yaitu dari 10 menjadi 5 kabupaten/kota," ujar Wiku.

Baca juga: Daftar Terbaru Zona Merah Covid-19 di Indonesia, Bali Terbanyak

Selain itu, penurunan terjadi pada zona oranye atau risiko sedang yakni dari 313 menjadi 301 kabupaten/kota.

Namun, yang perlu menjadi perhatian terjadinya peningkatan pada zona kuning atau risiko rendah dari 183 menjadi 201 kabupaten/kota.

Sementara itu, untuk zona hijau, atau wilayah tanpa penambahan kasus baru terjadi di 6 kabupaten/kota dan zona hijau tidak terdampak Covid-19 berada di 1 kabupaten/kota.

"Kondisi peta zonasi saat ini terlihat membaik jika dibandingkan 31 Mei 2020 dan 17 Januari 2021. Karena angka sebelumnya terdapat 108 kabupaten/kota berada di zona merah," ucap Wiku.

"Dan perbandingan ini menunjukkan, jika pemerintah daerah dan masyarakat serius mengendalikan penularan kasus, maka dalam waktu singkat dapat menekan bahaya penularan secara signifikan," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.