Kompas.com - 30/03/2021, 06:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus penularan Covid-19 telah menembus angka 1.500.000 orang. Tepatnya, berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 hingga Senin (29/3/2021), telah mencapai 1.501.093 kasus.

Jumlah tersebut merupakan terjadi setelah ada penambahan sebanyak 5.008 kasus dalam 24 jam terakhir. Data penambahan itu diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 59.473 spesimen yang diambil dari 39.042 orang.

Secara kumulatif, jumlah spesimen yang telah diperiksa yaitu 12.558.963 spesimen dari 8.396.863 orang yang diambil sampelnya.

Sementara itu, kasus baru positif Covid-19 tersebut tersebar di 32 provinsi. Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus tertinggi yaitu sebanyak 1.610 kasus baru.

Menyusul DKI Jakarta sebanyak 1.014 kasus baru, Jawa Tengah sebanyak 388 kasus baru, Banten sebanyak 328 kasus baru dan Kalimantan Selatan sebanyak 275 kasus baru.

Angka kesembuhan dan kematian bertambah

Angka kesembuhan pasien Covid juga bertambah sebanyak 5.418 orang, sehingga total pasien sembuh kini 1.336.818 orang.

Baca juga: UPDATE: Tambah 5.008 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Lewati 1.500.000

Sementara itu, angka kematian akibat terpapar Covid-19 masih terus bertambah 132 orang. Dengan demikian, pasien Covid-19 yang meninggal dunia menjadi 40.581 orang.

Data Vaksinasi

Jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dosis kedua hingga Senin mencapai 3.330.639 orang.

Sementara, jumlah masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama yakni sebanyak 7.435.851 orang.

Adapun kelompok masyarakat yang divaksin adalah tenaga kesehatan, petugas publik dan lansia. Mereka adalah sasaran pada program vaksinasi tahap kedua.

Hingga tahap kedua ini pemerintah menargetkan 40.349.051 orang yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19.

Vaksin tak batalkan puasa

Dalam waktu dekat, umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia akan melaksanakan ibadah puasa. Sama seperti tahun sebelumnya, ibadah puasa masih dilaksanakan di tengah situasi pandemi.

Menurut PP Muhammadiyah, pelaksanaan vaksinasi pada saat Ramadhan tidak membatalkan ibadah puasa seseorang.

Hal tersebut disampaikan PP Muhammadiyah melalui Edaran Nomor 03/EDR/I.0/E/2021 tentang Tuntunan Ibadah Ramadan 1442 H/2021 M Dalam Kondisi Darurat Covid-19.

Baca juga: UPDATE: Tambah 5.418 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Ada 1.336.818

PP Muhammadiyah menjelaskan, vaksin diberikan tidak melalui mulut atau rongga tubuh lainnya seperti hidung, serta tidak bersifat memuaskan keinginan dan bukan pula merupakan zat makanan yang mengenyangkan (menambah energi).

"Adapun yang membatalkan puasa adalah aktivitas makan dan minum, yaitu menelan segala sesuatu melalui mulut hingga masuk ke perut besar, sekalipun rasanya tidak enak dan tidak lezat. Suntik vaksin tidak termasuk makan atau minum, hal ini didasarkan pada firman Allah dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah [2] ayat 187," demikian bunyi edaran tersebut.

Sementara itu, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi meminta masyarakat tak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan meski sudah disuntik vaksin Covid-19.

"Kami amati perubahan perilaku dari waktu ke waktu sempat kendor. Vaksin melindungi kita semua, namun tetap harus 3 M," kata Sonny dalam Talkshow BNPB secara virtual, Senin.

Menurut Sonny, penggunaan masker rendah sejak pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Oleh sebab itu, ia mengatakan, masyarakat harus memahami bahwa vaksinasi Covid-19 bukan satu-satunya cara untuk mengakhiri pandemi.

Selain itu, Sonny menambahkan, meski sudah divaksin, setiap individu tetap berpotensi untuk tertular virus corona.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Unsur-unsur Keragaman dalam Masyarakat Indonesia

Unsur-unsur Keragaman dalam Masyarakat Indonesia

Nasional
Tanggal 9 Oktober Hari Memperingati Apa?

Tanggal 9 Oktober Hari Memperingati Apa?

Nasional
Pimpinan Komisi III Minta Polisi Tak Berbelit-belit Selesaikan Tragedi Kanjuruhan

Pimpinan Komisi III Minta Polisi Tak Berbelit-belit Selesaikan Tragedi Kanjuruhan

Nasional
PDI-P Akan Umumkan Capres dan Partai Koalisi Pemilu 2024 Bersamaan

PDI-P Akan Umumkan Capres dan Partai Koalisi Pemilu 2024 Bersamaan

Nasional
Anies akan Temui AHY Besok, Nasdem Sebut Pembentukan Koalisi Semakin Kuat

Anies akan Temui AHY Besok, Nasdem Sebut Pembentukan Koalisi Semakin Kuat

Nasional
Nasdem Tegaskan M Taufik Belum Bergabung, meski Sempat Nyatakan Keinginannya untuk Dukung Anies

Nasdem Tegaskan M Taufik Belum Bergabung, meski Sempat Nyatakan Keinginannya untuk Dukung Anies

Nasional
UPDATE 6 Oktober: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,99 Persen, Ketiga 27,24 Persen

UPDATE 6 Oktober: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,99 Persen, Ketiga 27,24 Persen

Nasional
Demokrat Janji Beri 'Effort' 1.000 Kali Lipat jika Anies Tepati Janji dan Komitmen

Demokrat Janji Beri "Effort" 1.000 Kali Lipat jika Anies Tepati Janji dan Komitmen

Nasional
PDI-P Sindir Nasdem Soal Etika Parpol Pengusung Jokowi Usai Deklarasi Anies Sebagai Capres

PDI-P Sindir Nasdem Soal Etika Parpol Pengusung Jokowi Usai Deklarasi Anies Sebagai Capres

Nasional
Megawati Akrab dengan Prabowo di HUT TNI, PDI-P: Itu Hal Baik

Megawati Akrab dengan Prabowo di HUT TNI, PDI-P: Itu Hal Baik

Nasional
77 Tahun Indonesia Merdeka, Hasto: 41 Tahun Presiden Berasal dari Kalangan Militer

77 Tahun Indonesia Merdeka, Hasto: 41 Tahun Presiden Berasal dari Kalangan Militer

Nasional
Sidang Korupsi E-KTP, Eks Dirjen Dukcapil Disebut Arahkan agar 3 Konsorsium Lolos Lelang

Sidang Korupsi E-KTP, Eks Dirjen Dukcapil Disebut Arahkan agar 3 Konsorsium Lolos Lelang

Nasional
Pentolan Bonek Harap TGIPF Tragedi Kanjuruhan Kerja Serius dan Obyektif

Pentolan Bonek Harap TGIPF Tragedi Kanjuruhan Kerja Serius dan Obyektif

Nasional
Puan-Airlangga Direncanakan Bertemu Sabtu Ini, PDI-P: Doakan Jakarta Tidak Banjir

Puan-Airlangga Direncanakan Bertemu Sabtu Ini, PDI-P: Doakan Jakarta Tidak Banjir

Nasional
Pakar Sebut Keputusan DPR Pilih Ketua Komnas HAM Bisa Dibatalkan jika Langgar UU

Pakar Sebut Keputusan DPR Pilih Ketua Komnas HAM Bisa Dibatalkan jika Langgar UU

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.