Kompas.com - 29/03/2021, 15:20 WIB
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat meninjau lokasi Rumah Isolasi Terkonsentrasi di Puskesmas Sudimara Pinang, Kota Tangerang, Banten, Senin (1/2/2021). (istimewa/Dokumentasi Humas Pemerintah Kota Tangerang) KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALWali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat meninjau lokasi Rumah Isolasi Terkonsentrasi di Puskesmas Sudimara Pinang, Kota Tangerang, Banten, Senin (1/2/2021). (istimewa/Dokumentasi Humas Pemerintah Kota Tangerang)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah mengatakan, salah satu upaya mengendalikan Covid-19 di Kota Tangerang adalah dengan menggelar operasi aman bersama.

Kegiatan tersebut, menurut Arief, merupakan pengerahan seluruh sumber daya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang.

"Pemerintah Kota Tangerang mengerahkan seluruh sumber daya. Jadi semua pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang dijadwalkan untuk melakukan operasi aman bersama," kata Arief dalam talkshow bertema Pengendalian Covid-19 dengan 3M, 3T, dan Vaksinasi yang digelar BNPB, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak di Sejumlah Negara, IDI: Tetap Waspada, RI Bisa Dapat Giliran

Mengingat Kota Tangerang merupakan wilayah perkotaan yang tak jauh dari Jakarta, kata dia, sesungguhnya tingkat edukasinya sudah cukup baik.

Hanya saja, kata dia, ada beberapa pelanggaran yang kerap terjadi. Misalnya, banyak warga yang lalai tidak memakai masker.

Dari situlah Pemkot Tangerang berinisiatif melakukan kegiatan operasi aman bersama tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Arief mengatakan, kegiatan operasi aman bersama digelar mengingat kondisi pandemi Covid-19 membutuhkan tenaga seluruh pihak.

Baca juga: KSAL: Prajurit Satuan Tempur Jadi Prioritas Penerima Vaksin Covid-19

Tidak hanya petugas, tetapi juga masyarakat yang menjadi bagian dari operasi tersebut.

"Jadi aman secara bersama-sama. Itu dilakukan setiap sore. Hari Sabtu-Minggu sekalipun dilakukan untuk mengingatkan masyarakat tetap berdisiplin," kata dia.

Selain itu, pihaknya juga memantau pelaksanaan protokol-protokol kesehatan yang ada di pabrik-pabrik, perkantoran, rumah-rumah ibadah, pasar, dan lainnya.

"Jadi sekarang ini mudah-mudahan angkanya bisa terus ditekan sehingga mudah-mudahan target kami bisa zona hijau," ucap dia.

Baca juga: Muhammadiyah Anjurkan Masyarakat Bantu Pasien Covid-19 Penuhi Kebutuhan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenkes: Pengembalian Kelebihan Insentif Hanya untuk Nakes yang Terima Transfer Dobel

Kemenkes: Pengembalian Kelebihan Insentif Hanya untuk Nakes yang Terima Transfer Dobel

Nasional
PPATK Sebut Pengungkapan Kasus Narkoba Tanpa Menelusuri Aliran Uang Biasanya Gagal

PPATK Sebut Pengungkapan Kasus Narkoba Tanpa Menelusuri Aliran Uang Biasanya Gagal

Nasional
Kemenkes Minta Sejumlah Nakes Kembalikan Kelebihan Bayar Insentif

Kemenkes Minta Sejumlah Nakes Kembalikan Kelebihan Bayar Insentif

Nasional
Epidemiolog Nilai Tes PCR Tak Urgen Disyaratkan untuk Naik Pesawat

Epidemiolog Nilai Tes PCR Tak Urgen Disyaratkan untuk Naik Pesawat

Nasional
Wapres Ingatkan Ancaman Osteoporosis Saat Pandemi Covid-19

Wapres Ingatkan Ancaman Osteoporosis Saat Pandemi Covid-19

Nasional
Hasto Sebut Megawati Lakukan Kontemplasi Tentukan Capres dari PDI-P

Hasto Sebut Megawati Lakukan Kontemplasi Tentukan Capres dari PDI-P

Nasional
Khawatir Pemalsuan, Epidemiolog Minta Tes PCR Penumpang Pesawat Diawasi Ketat

Khawatir Pemalsuan, Epidemiolog Minta Tes PCR Penumpang Pesawat Diawasi Ketat

Nasional
Mengapa Hanya Penumpang Pesawat yang Wajib PCR? Ini Penjelasan Satgas

Mengapa Hanya Penumpang Pesawat yang Wajib PCR? Ini Penjelasan Satgas

Nasional
Jalankan Arahan Megawati, PDI-P Gelar Sunatan Massal

Jalankan Arahan Megawati, PDI-P Gelar Sunatan Massal

Nasional
Disindir Demokrat, Sekjen PDI-P Tawarkan Beasiswa untuk Bandingkan Kinerja Jokowi dan SBY

Disindir Demokrat, Sekjen PDI-P Tawarkan Beasiswa untuk Bandingkan Kinerja Jokowi dan SBY

Nasional
Polemik Tes PCR untuk Naik Pesawat, Satgas Covid-19: Supaya Aman

Polemik Tes PCR untuk Naik Pesawat, Satgas Covid-19: Supaya Aman

Nasional
PCR Syarat Penerbangan Jadi Polemik, Kemenkes Singgung Sirkulasi Udara di Pesawat

PCR Syarat Penerbangan Jadi Polemik, Kemenkes Singgung Sirkulasi Udara di Pesawat

Nasional
Wakil Ketua Komisi IV DPR: BUMN Holding Pariwisata Diharapkan Pulihkan Pariwisata

Wakil Ketua Komisi IV DPR: BUMN Holding Pariwisata Diharapkan Pulihkan Pariwisata

Nasional
Elektabilitas Ganjar Imbangi Prabowo, PDI-P: Tolok Ukur Pemimpin Tak Cuma Ditentukan Survei

Elektabilitas Ganjar Imbangi Prabowo, PDI-P: Tolok Ukur Pemimpin Tak Cuma Ditentukan Survei

Nasional
Kontroversi PCR Syarat Naik Pesawat, IDI Ingatkan Kengerian Juli-Agustus 2021: Kematian 2.000 Sehari

Kontroversi PCR Syarat Naik Pesawat, IDI Ingatkan Kengerian Juli-Agustus 2021: Kematian 2.000 Sehari

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.