Kubu Kontra-AHY Singgung Ibas Terkait Kasus Hambalang, Demokrat: Terus Menerus Fitnah

Kompas.com - 25/03/2021, 21:57 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani menilai kubu kontra-Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terus menerus membangun fitnah.

Salah satunya melalui tudingan Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat kubu kontra-AHY Max Sopacua yang menyebut Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas belum tersentuh dalam kasus korupsi proyek Hambalang.

"Pernyataan Max Sopacua semakin menambah daftar bahwa mereka sama sekali tak punya niat baik terhadap Partai Demokrat yang secara terus menerus membangun fitnah, termasuk terhadap Mas Ibas," kata Kamhar, Kamis.

Kamhar menilai, pernyataan tersebut justru dapat berbalik ke Max. Sebab, justru Max yang pernah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus Hambalang

"Fitnah Max Sopacua ini ibarat pepatah, menepuk air didulang terperciki muka sendiri. Banyak jejak digital, justru Max Sopacua yang pernah diperiksa KPK terkait kasus Hambalang," ujar Kamhar.

Baca juga: Demokrat Sebut Konpers Kubu Kontra-AHY di Hambalang Bentuk Frustrasi


Ia juga menyebut, kubu kontra-AHY mencari sensasi dengan menggelar konferensi pers di Hambalang.

Menurut Kamhar, perbuatan-perbuatan tersebut bertentangam dengan klaim kubu kontra-AHY yang selama ini mengaku berniat baik untuk menyelamatkan Partai Demokrat.

"Yang mereka kerjakan justru memfitnah, memutarbalikan fakta, merangkai kebohongan, bersandiwara dan berbagai kegiatan lainnya untuk merusak Partai Demokrat," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Max meminta KPK untuk mengusut tuntas kasus Hambalang kareba menurut dia masih ada sejumlah nama yang terlibat dalam kasus itu tetapi belum diproses secara hukum.

Max tidak membeberkan secara detail nama-nama yang ia tuding terlibat dalam kasus Hambalang. Namun, ia menyebut, Ibas merupakan salah satu nama yang belum "tersentuh".

"Ya Mas Ibas sendiri belum (tersentuh), enggak diapa-apain, Mas Ibas juga disebutkan saksi berapa banyak oleh para saksi, kan belum, Yulianis menyebutkan juga begitu kan ya. Yang masuk penjara kan kita tahu siapa-siapa," kata Max di Hambalang, Kamis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.