Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jusuf Kalla Minta Dai Fokus soal Keimanan dan Kemakmuran

Kompas.com - 25/03/2021, 16:13 WIB
Achmad Nasrudin Yahya,
Dani Prabowo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden ke-12 Jusuf Kalla meminta kepada para dai yang akan berdakwah ke daerah-daerah tidak hanya membawa misi meningkatkan keimanan dan taqwa, tetapi juga membawa misi kemakmuran bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kalla saat meresmikan Rusunawa Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Muhammad Natsir di Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (25/03/2021).

Untuk itu, Kalla berharap agar para dai tidak hanya dibekali dengan ilmu agama, tetapi juga ilmu lainnya yang berhubungan dengan peningkatan ekonomi masyarakat.

"Saya harapkan dakwah kita tidak hanya fokuskan tentang keimanan, tapi juga kemakmuran. Jadi dai itu jangan hanya menguasai ayat-ayat, tapi juga skill pertanian, perikanan, dan sebagainya sehingga ketika ia dikirim tidak perlu disubsidi lagi karena ini juga menguasai pertanian dan perikanan serta bisa mengajarkan masyarakat," ujar Kalla dalam keterangan tertulis, Kamis (25/3/2021).

Baca juga: Jusuf Kalla: April, Masjid Akan Jadi Lokasi Vaksinasi Covid-19

Kalla memberi contoh Nabi Muhamamad yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga ilmu lainnya yang berkaitan dengan peningkatan ekonomi masyarakat.

Itu artinya, kata Kalla, para dai dapat meneledani kehidupan Rasulullah dalam berdakwah.

Bahkan, menurut Kalla, Nabi Muhammad lebih lama menjalani perannya sebagai pedagang dibanding sebagai nabi.

"Kalau kita melihat Rasulullah panutan kita semua, di mana ia lebih lama berdagang daripada menjadi rasul. Nabi berdagang dari umur 13 tahun sampai 40 tahun atau 27 tahun, menjadi rasul hanya 23 tahun. Jadi lebih lama Rasulullah berdagang daripada menjadi rasul. Jadi kalau kita memang mau konsisten maka ikutilah jejak nabi," jelas Kalla.

Kalla menambahkan, keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari seberapa banyak orang yang ke masjid, tapi bagaimana masyarakat yang dulu mustahiq (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Jokowi Sebut Hak Cipta Harus Berdampak kepada Seniman

Jokowi Sebut Hak Cipta Harus Berdampak kepada Seniman

Nasional
BSSN: Gangguan Pusat Data Nasional Disebabkan Serangan Siber 'Ransomware'

BSSN: Gangguan Pusat Data Nasional Disebabkan Serangan Siber "Ransomware"

Nasional
Jelang Pilkada, Surya Paloh Dua Kali Bertemu Jokowi

Jelang Pilkada, Surya Paloh Dua Kali Bertemu Jokowi

Nasional
Taylor Swift Konser 6 Hari di Singapura, Jokowi: Saya Pastikan Separuh yang Nonton Orang Indonesia

Taylor Swift Konser 6 Hari di Singapura, Jokowi: Saya Pastikan Separuh yang Nonton Orang Indonesia

Nasional
Lumpuhnya Sistem Pusat Data Nasional

Lumpuhnya Sistem Pusat Data Nasional

Nasional
Menkominfo: PDN Diserang Pakai Virus, Pelaku Minta Tebusan 8 Juta Dollar AS

Menkominfo: PDN Diserang Pakai Virus, Pelaku Minta Tebusan 8 Juta Dollar AS

Nasional
SYL Klaim Anak-Cucunya Ditawari Pegawai Kementan untuk Ikut Umrah saat Perjalan Dinas ke Arab Saudi

SYL Klaim Anak-Cucunya Ditawari Pegawai Kementan untuk Ikut Umrah saat Perjalan Dinas ke Arab Saudi

Nasional
Kemungkinan Golkar Umumkan Cagub Jakarta dan Jabar Bersamaan

Kemungkinan Golkar Umumkan Cagub Jakarta dan Jabar Bersamaan

Nasional
Masukkan Cucunya Jadi Honorer Kementan, SYL: Tolong Pak Kasdi, Kasih Makan Dia

Masukkan Cucunya Jadi Honorer Kementan, SYL: Tolong Pak Kasdi, Kasih Makan Dia

Nasional
Dukung Presiden Dipilih MPR, Ketua DPD La Nyalla: Rakyat Ternyata Mudah Sekali Dibeli

Dukung Presiden Dipilih MPR, Ketua DPD La Nyalla: Rakyat Ternyata Mudah Sekali Dibeli

Nasional
Sarankan Ridwan Kamil Jadi Pesaing Anies di Pilkada Jakarta, Surya Paloh: Biar Ada Keseimbangan

Sarankan Ridwan Kamil Jadi Pesaing Anies di Pilkada Jakarta, Surya Paloh: Biar Ada Keseimbangan

Nasional
Pilkada Jakarta 2024: Bakal Jadi 'Big Match' jika Anies Lawan Kaesang

Pilkada Jakarta 2024: Bakal Jadi "Big Match" jika Anies Lawan Kaesang

Nasional
Kapolri Masih Kumpulkan Informasi Usut Gangguan PDN Kemenkominfo

Kapolri Masih Kumpulkan Informasi Usut Gangguan PDN Kemenkominfo

Nasional
Jokowi Ungkap Indeks Perjalanan dan Pembangunan Pariwisata Indonesia Kalah dari Malaysia

Jokowi Ungkap Indeks Perjalanan dan Pembangunan Pariwisata Indonesia Kalah dari Malaysia

Nasional
Belikan Anaknya Jaket Rp 46 Juta Pakai Uang Kementan, SYL: Saya Mau Senangkan Mereka

Belikan Anaknya Jaket Rp 46 Juta Pakai Uang Kementan, SYL: Saya Mau Senangkan Mereka

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com