Kompas.com - 24/03/2021, 14:53 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy di kantor Taman Wisata Candi Borobudur, Rabu (17/2/2021) KOMPAS.COM/IKA FITRIANAMenteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy di kantor Taman Wisata Candi Borobudur, Rabu (17/2/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, penyakit tuberkulosis (TB) kerap menyebar di lingkungan padat.

Kondisi sosial ekonomi yang rendah juga turut menjadi pemicu penyakit TB.

"Secara historis TB adalah penyakit yang kerap terjadi di lingkungan padat dengan kondisi sosial ekonomi yang serba kekurangan," kata Muhadjir di acara peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia secara virtual, Rabu (24/3/2021).

Baca juga: Pemerintah Akan Terbitkan Perpres Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis

Selain itu, Muhadjir menuturkan, TB juga terkait dengan faktor lingkungan. Mulai dari polusi udara, asap rokok, pencemaran, hingga buruknya sanitasi lingkungan.

"Di Indonesia disampaikan bahwa banyak keluarga golongan sosial ekonomi rendah terkena TB dan pada kenyataannya TB menyerang siapa saja. Tidak hanya memilih dari kalangan ekonomi rendah," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Muhadjir, dampak kerugian ekonomi akibat TB mencapai Rp 136,7 miliar per tahun.

Bahkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang mengidap TB diperkirakan kehilangan pendapatan sekitar 38 persen sampai 70 persen.

"Sehingga TB mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap produktivitas penduduk Indonesia," ujar mantan Menteri Pendidikan ini.

Baca juga: 12 Bulan Pandemi Covid-19 Hilangkan 12 Tahun Upaya Perlawanan Tuberkulosis

Penyakit TB dapat menyerang semua kelompok umur sehingga dampaknya sangat luas. Hal itu berpengaruh buruk terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia ke depan.

Muhadjir mengungkapkan, 75 persen penyakit TB diderita oleh kelompok usia produktif. Kemudian sebanyak 8,2 persen TB dialami oleh usia anak kurang dari 15 tahun.

"Hal ini menjadikan bukti bahwa kita perlu segera melakukan upaya mengeliminasi TB," kata dia.

Sejalan dengan target SDGs, kata Muhadjir, Indonesia sudah menandatangani kesepakatan bersama dengan semua pimpinan dunia untuk berusaha mencapai eliminasi TB pada 2030.

Oleh karena itu, pada peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2021 ini, Muhadjir mengingatkan soal evaluasi atas upaya-upaya yang telah dilakukan sebelumnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes Sebut Banyak Kontak Erat Takut Dites Covid-19

Menkes Sebut Banyak Kontak Erat Takut Dites Covid-19

Nasional
Perkuat Pelacakan Kasus Covid-19, Kemenkes Gunakan Survei Seroprevalensi

Perkuat Pelacakan Kasus Covid-19, Kemenkes Gunakan Survei Seroprevalensi

Nasional
Pengembalian Aset Dinilai Lebih Penting Ketimbang Menghukum Mati Koruptor

Pengembalian Aset Dinilai Lebih Penting Ketimbang Menghukum Mati Koruptor

Nasional
Calon Hakim Agung Prim Haryadi Nilai Tak Ada Salahnya Terapkan Hukuman Mati untuk Koruptor

Calon Hakim Agung Prim Haryadi Nilai Tak Ada Salahnya Terapkan Hukuman Mati untuk Koruptor

Nasional
Duduk Perkara Pembunuhan dan Penganiayaan Nakes di Papua...

Duduk Perkara Pembunuhan dan Penganiayaan Nakes di Papua...

Nasional
Menkes Sebut Testing Covid-19 Capai 4 Kali Lipat dari Standar WHO

Menkes Sebut Testing Covid-19 Capai 4 Kali Lipat dari Standar WHO

Nasional
Dewas Dinilai Punya Tanggung Jawab Laporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli secara Pidana

Dewas Dinilai Punya Tanggung Jawab Laporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli secara Pidana

Nasional
Batasi Kedatangan ke RI, Luhut: Jalur Laut hanya via Batam dan Tanjung Pinang

Batasi Kedatangan ke RI, Luhut: Jalur Laut hanya via Batam dan Tanjung Pinang

Nasional
Menkes Sebut PeduliLindungi Sudah Diakses Lebih dari 50 Juta Kali dalam Sehari

Menkes Sebut PeduliLindungi Sudah Diakses Lebih dari 50 Juta Kali dalam Sehari

Nasional
Angka Kesembuhan Covid-19 di Luar Jawa Bali Dekati Rata-rata Nasional, Kematian Lebih Rendah

Angka Kesembuhan Covid-19 di Luar Jawa Bali Dekati Rata-rata Nasional, Kematian Lebih Rendah

Nasional
Mertua SBY, Ibu Ageng, Dimakamkan di Purworejo Selasa Besok

Mertua SBY, Ibu Ageng, Dimakamkan di Purworejo Selasa Besok

Nasional
Cegah Gelombang Baru Covid-19, Luhut: Kasus Positif Disarankan Sekitar 2.700-3.000 Per Hari

Cegah Gelombang Baru Covid-19, Luhut: Kasus Positif Disarankan Sekitar 2.700-3.000 Per Hari

Nasional
Luhut Sebut Jumlah Tracing Covid-19 di Jawa-Bali Meningkat

Luhut Sebut Jumlah Tracing Covid-19 di Jawa-Bali Meningkat

Nasional
Mertua SBY Wafat, AHY: Ibu Ageng Sosok Ibu dan Eyang Panutan

Mertua SBY Wafat, AHY: Ibu Ageng Sosok Ibu dan Eyang Panutan

Nasional
Komnas HAM Akan Periksa 4 Pegawai Sekretariat KPI Terkait Dugaan Perundungan dan Pelecehan Seksual

Komnas HAM Akan Periksa 4 Pegawai Sekretariat KPI Terkait Dugaan Perundungan dan Pelecehan Seksual

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.