Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fakta-fakta Berbagai Dakwaan hingga Bungkamnya Rizieq Shihab...

Kompas.com - 20/03/2021, 08:29 WIB
Ardito Ramadhan,
Bayu Galih

Tim Redaksi

Menurut jaksa, pernyataan tersebut tidak sesuai dengan hasil tes yang menunjukkan bahwa Rizieq telah dinyatakan positif Covid-19.

Selain itu, JPU juga menilai Rizieq telah menghalang-halangi pelaksanaan penanggulangan pandemi Covid-19 karena Rizieq tidak mengizinkan RS Ummi untuk membuka informasi medisnya kepada siapapun.

Perbuatan Rizieq itu juga dinilai membuat RS Ummi tidak dapat melakukan pencatatan dan pelaporan kasus per hari serta kewajiban mencatat dan melaporkan apabila ditemukan dugaan kasus Covid-19 baru.

Sebab, sebagai rumah sakit yang melayani pasien Covid-19, RS Ummi wajib melaporkan setiap pasien yang terpapar Covid-19 ke Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Baca juga: Kasus RS Ummi, Rizieq Shihab Didakwa Siarkan Berita Bohong

Bungkam

Sidang pembacaan dakwaan Jumat kemarin tidak lepas dari drama yang dipertontonkan oleh para terdakwa. Meski dakwaan dapat dibacakan, para terdakwa memilih bungkam saat dimintai tanggapan oleh majelis hakim atas dakwaan yang telah dibacakan.

Sikap itu pertama kali diperlihatkan Rizieq usai pembacaan dakwaan kasus kerumunan Petamburan dan Megamendung.

Majelis hakim mulanya bertanya kepada Rizieq apakah sudah memahami isi dakwaan serta apakah Rizieq ingin mengajukan keberatan atau tidak.

Namun, Rizieq tidak terlihat dalam layar kamera dan disebut JPU enggan mengomentari dakwaan.

"Tadi kami sudah menghubungi terdakwa namun yang bersangkutan tetap tidak mau memberikan komentar atas dakwaan ini dan tidak mau kami hadirkan di persidangan," kata JPU yang mendampingi Rizieq di Bareskrim.

Baca juga: Tim Kuasa Hukum Rizieq Shihab Tak Hadiri Sidang Kasus Petamburan dan Megamendung

Setelah beberapa saat, Rizieq kembali muncul di hadapan layar tetapi tidak mengeluarkan sepatah kata pun untuk menanggapi dakwaan.

Sikap bungkam Rizieq itu berlanjut ketika Rizieq dimintai tanggapan atas dakwaan dalam perkara hasil tes swab RS Ummi.

Saat itu, Rizieq tidak berada di kursi terdakwa melainkan tengah menjalani ibadah di salah satu sudut ruangan dan tidak menggubris pertanyaan yang diajukan majelis hakim.

Padahal, majelis hakim pun sudah memberikan waktu bagi Rizieq untuk menyelesaikan ibadahnya tetapi Rizieq tetap bungkam dan terlihat fokus mengaji.

Sikap bungkam Rizieq itu juga diikuti Sabri Lubis dkk serta Hanif Alatas. Mereka tak mau berkomentar karena menyatakan sudah walkout meski belum keluar dari ruang tempat mereke mengikuti sidang secara virtual.

"Sudah walkout majelis hakim," ujar Hanif.

Melihat sikap bungkam para terdakwa, Ketua Majelis Hakim perkara kerumunan di Petamburan dan Megamendung Suparman Nyopa memberi kesempatan bagi Rizieq dkk untuk menyampaikan keberatan hingga Selasa (23/3/2021) mendatang.

Sedangkan, Ketua Majelis Hakim perkara RS Ummi Khadwanto menganggap Rizieq dan Hanif tidak mengajukan eksepsi sehingga sidang akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Profil Mayjen Dian Andriani, Jenderal Bintang 2 Perempuan Pertama TNI AD

Profil Mayjen Dian Andriani, Jenderal Bintang 2 Perempuan Pertama TNI AD

Nasional
Status Gunung Ibu di Halmahera Meningkat, Warga Dilarang Beraktivitas hingga Radius 7 Kilometer

Status Gunung Ibu di Halmahera Meningkat, Warga Dilarang Beraktivitas hingga Radius 7 Kilometer

Nasional
Anies Mau Istirahat Usai Pilpres, Refly Harun: Masak Pemimpin Perubahan Rehat

Anies Mau Istirahat Usai Pilpres, Refly Harun: Masak Pemimpin Perubahan Rehat

Nasional
Istana Disebut Belum Terima Draf Revisi UU Kementerian Negara

Istana Disebut Belum Terima Draf Revisi UU Kementerian Negara

Nasional
Grace dan Juri Jadi Stafsus, Ngabalin Sebut Murni karena Kebutuhan Jokowi

Grace dan Juri Jadi Stafsus, Ngabalin Sebut Murni karena Kebutuhan Jokowi

Nasional
Revisi UU Kementerian Disetujui, RUU Perampasan Aset Hilang

Revisi UU Kementerian Disetujui, RUU Perampasan Aset Hilang

Nasional
[POPULER NASIONAL] Babak Baru Kasus Vina Cirebon | 'Crazy Rich' di Antara 21 Tersangka Korupsi Timah

[POPULER NASIONAL] Babak Baru Kasus Vina Cirebon | "Crazy Rich" di Antara 21 Tersangka Korupsi Timah

Nasional
Tanggal 21 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 21 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Kemendikbud Sebut Kuliah Bersifat Tersier, Pimpinan Komisi X: Tidak Semestinya Disampaikan

Kemendikbud Sebut Kuliah Bersifat Tersier, Pimpinan Komisi X: Tidak Semestinya Disampaikan

Nasional
Wapres Minta Alumni Tebuireng Bangun Konsep Besar Pembangunan Umat

Wapres Minta Alumni Tebuireng Bangun Konsep Besar Pembangunan Umat

Nasional
Khofifah-Emil Dardak Mohon Doa Menang Pilkada Jatim 2024 Usai Didukung Demokrat-Golkar

Khofifah-Emil Dardak Mohon Doa Menang Pilkada Jatim 2024 Usai Didukung Demokrat-Golkar

Nasional
Pertamina Raih Penghargaan di InaBuyer 2024, Kado untuk Kebangkitan UMKM

Pertamina Raih Penghargaan di InaBuyer 2024, Kado untuk Kebangkitan UMKM

Nasional
Soal Isu Raffi Ahmad Maju Pilkada 2024, Airlangga: Bisa OTW ke Jateng dan Jakarta, Kan Dia MC

Soal Isu Raffi Ahmad Maju Pilkada 2024, Airlangga: Bisa OTW ke Jateng dan Jakarta, Kan Dia MC

Nasional
Cegah MERS-CoV Masuk Indonesia, Kemenkes Akan Pantau Kepulangan Jemaah Haji

Cegah MERS-CoV Masuk Indonesia, Kemenkes Akan Pantau Kepulangan Jemaah Haji

Nasional
Dari 372 Badan Publik, KIP Sebut Hanya 122 yang Informatif

Dari 372 Badan Publik, KIP Sebut Hanya 122 yang Informatif

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com