Kompas.com - 19/03/2021, 13:39 WIB
Pebulu tangkis Indonesia, Jonatan Christie, bertanding melawan wakil Thailand, Kunlavut Vitidsarn, pada laga perdana All England 2021, Rabu (17/3/2021). AFP/GETTY IMAGES/NAOMI BAKERPebulu tangkis Indonesia, Jonatan Christie, bertanding melawan wakil Thailand, Kunlavut Vitidsarn, pada laga perdana All England 2021, Rabu (17/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih menilai, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) perlu evaluasi diri terkait didepaknya Indonesia dari ajang All England 2021.

Evaluasi tersebut, kata dia, mengenai persyaratan terkait perhelatan kejuaraan di masa pandemi Covid-19.

"Persiapan matang tidak hanya soal bagaimana performa para atlet dan ofisial menghadapi pertandingan, yang tak kalah penting adalah apakah sudah memperhitungkan pula persyaratan lain terkait perhelatan kejuaraan di masa pandemi," kata Fikri dalam keterangan tertulis, Jumat (19/3/2021).

Baca juga: Dipaksa Mundur dari All England, Tim Bulu Tangkis Indonesia Berharap Masih Bisa Jalani Tes PCR

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mempertanyakan jadwal keberangkatan tim yang dinilai terlalu singkat dengan jadwal kick-off.

Padahal, ofisial Indonesia dibayangi peraturan negara tujuan yakni Inggris di masa pandemi Covid-19 terkait wajib karantina.

"Ini jadi poin evaluasi kepada Kemenpora dan PBSI. Seharusnya tim yang dikirim memperhitungkan waktu tenggang atau tunggu saat kedatangan di negara tujuan, terutama yang mewajibkan karantina kesehatan," ucap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fikri menjabarkan alasan mengapa dirinya menilai jadwal keberangkatan tim Indonesia terlalu singkat untuk hadir di All England 2021.

Baca juga: Soal Polemik All England, Wakil Ketua DPR Minta Pemerintah Lakukan Komunikasi Diplomatik dengan Inggris

Pertama, diketahuinya, perhelatan All England 2021 digelar mulai Rabu (17/3/2021), sedangkan tim bulu tangkis Indonesia baru bertolak dari Jakarta pada Jumat (12/3/2021) dan tiba pada Sabtu (14/3/2021) di Birmingham, Inggris.

"Hal ini dinilai terlalu berisiko, karena ada peraturan yang mewajibkan warga negara asing yang berkunjung ke Inggris atau United Kingdom, untuk karantina selama 10 hari bila diketahui ada yang terpapar Covid-19," ucapnya.

Ia menambahkan, dalam masa pandemi, setiap negara punya kebijakan berbeda terkait pelaksanaan karantina warga asing yang berkunjung.

Untuk itu, Fikri berpandangan bahwa sudah seharusnya ofisial Indonesia apapun jenis olahraganya mempersiapkan secara matang terkait prosedur karantina jika ada yang terpapar.

Baca juga: Soal Tim Bulu Tangkis Indonesia di All England, Dubes Inggris Koordinasi dengan Otoritas Setempat

Lebih lanjut, Fikri mengusulkan tim kontingen Indonesia didampingi oleh diplomat yang mumpuni dalam melindungi hak-hak atlet dan ofisial yang bertanding mewakil Indonesia.

"Sehingga ketika ada dugaan diskriminasi atau ketidakadilan dalam proses kejuaraan internasional seperti di All England, langsung bertindak saat itu juga," tutur Fikri.

Meski demikian, kata dia, seluruh kontingen bulu tangkis Indonesia sudah dipastikan bebas dari Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR yang disyaratkan panitia begitu tim tiba di Birmingham.

Bahkan, tambah Fikri, tim Indonesia juga sudah mengikuti pertandingan sejak Rabu (17/3/2021).

Menurut dia, hal tersebut menimbulkan penilaian di publik bahwa alasan panitia mendepak Indonesia dari All England sangat tidak logis.

"Dari kronologi kejadian, kita dapat melihat dengan jelas. Sebenarnya alasan panitia mendepak Indonesia dari kejuaraan All England sangat tidak logis. Karena seluruh tim Indonesia terbukti bebas Covid-19," kata Fikri.

Alasan itu, menurut dia, menimbulkan pula dugaan diskriminatif karena hanya tim Indonesia yang didepak dari kejuaraan.

"Padahal kalau mau adil, seluruh ajang All England sudah terpapar. Karena tampilnya pemain Indonesia yang mestinya dikarantina," ujarnya.

Fikri pun meminta otorita diplomatik Indonesia di Inggris bersama PBSI untuk mendampingi ofisial.

Pihak-pihak tersebut, nilai dia, tetap berkewajiban mengusut adanya potensi diskriminasi terhadap timnas bulu tangkis Indonesia di All England 2021.

"Seluruh rakyat Indonesia kecewa dengan perlakuan panitia All England dan otoritas Inggris. Ini harus disampaikan ke dunia, agar tidak terulang di kemudian hari," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: 248.113 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,60 Persen

UPDATE: 248.113 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,60 Persen

Nasional
Ini Alasan Mengapa Kini Naik Pesawat Wajib Tes PCR

Ini Alasan Mengapa Kini Naik Pesawat Wajib Tes PCR

Nasional
Usai Jalani Pemeriksaan di KPK, Bupati Nonaktif Kuansing Andi Putra Resmi Ditahan

Usai Jalani Pemeriksaan di KPK, Bupati Nonaktif Kuansing Andi Putra Resmi Ditahan

Nasional
UPDATE 20 Oktober: Sudah Ada 109.796.866 Warga Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

UPDATE 20 Oktober: Sudah Ada 109.796.866 Warga Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE: Sebaran 914 Kasus Baru Covid-19, Jabar Tertinggi dengan 122

UPDATE: Sebaran 914 Kasus Baru Covid-19, Jabar Tertinggi dengan 122

Nasional
Percepat Pemulihan, Indonesia Tingkatkan Diplomasi Ekonomi dengan UEA dan Qatar

Percepat Pemulihan, Indonesia Tingkatkan Diplomasi Ekonomi dengan UEA dan Qatar

Nasional
UPDATE: 64.622.692 Orang Dapatkan Dosis Kedua Vaksin Covid-19 di Indonesia

UPDATE: 64.622.692 Orang Dapatkan Dosis Kedua Vaksin Covid-19 di Indonesia

Nasional
Sebaran 16.376 Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah dengan 2.161

Sebaran 16.376 Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah dengan 2.161

Nasional
UPDATE 20 Oktober: Ada 6.706 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 20 Oktober: Ada 6.706 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
Akan Ditahan Usai Jadi Tersangka, Bupati Kuansing Andi Putra Tiba di Gedung KPK

Akan Ditahan Usai Jadi Tersangka, Bupati Kuansing Andi Putra Tiba di Gedung KPK

Nasional
Menanti Proses Pemeriksaan Polisi terhadap Rachel Vennya...

Menanti Proses Pemeriksaan Polisi terhadap Rachel Vennya...

Nasional
Menteri PPPA Nilai Dugaan Asusila Kapolsek Parigi Moutong Rendahkan Martabat Perempuan

Menteri PPPA Nilai Dugaan Asusila Kapolsek Parigi Moutong Rendahkan Martabat Perempuan

Nasional
UPDATE 20 Oktober: Ada 16.376 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 20 Oktober: Ada 16.376 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Rayakan HUT ke-21, Indika Energy Perkuat Komitmen Netral Karbon

Rayakan HUT ke-21, Indika Energy Perkuat Komitmen Netral Karbon

Nasional
UPDATE: Bertambah 1.207, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.077.748

UPDATE: Bertambah 1.207, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.077.748

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.