ICW Minta Publik Awasi KPK Terkait Pemanggilan Sekjen KKP Antam Novambar

Kompas.com - 17/03/2021, 21:00 WIB
Irjen Pol Antam Novambar saat menjabat Wakil Kepala Bareskrim (Wakabareskrim) bersiap mengikuti tes uji kompetensi Seleksi Calon Pimpinan KPK di Pusdiklat Kementerian Sekretaris Negara, Cilandak, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Sebanyak 192 kandidat calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengikuti uji kompetensi tersebut. ANTARA FOTO/APRILLIO AKBARIrjen Pol Antam Novambar saat menjabat Wakil Kepala Bareskrim (Wakabareskrim) bersiap mengikuti tes uji kompetensi Seleksi Calon Pimpinan KPK di Pusdiklat Kementerian Sekretaris Negara, Cilandak, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Sebanyak 192 kandidat calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengikuti uji kompetensi tersebut.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menilai publik mesti mengawasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam proses pemanggilan Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Antam Novambar terkait kasus korupsi ekspor benih lobster.

Adapun KPK menjadwalkan memeriksa Antam Novambar pada Rabu (17/3/2021). Namun mantan wakil kepala Bareskrim Polri ini tak hadir dengan alasan sedang berada di luar Jakarta. 

"Apakah KPK akan memanggil ulang yang bersangkutan atau tidak," kata Kurnia.

Kurnia berharap tidak ada intervensi di internal KPK dalam pemeriksaan Ambar.

Konflik kepentingan dapat muncul karena Antam diketahui juga berasal dari institusi yang sama dengan Ketua KPK Firli Bahuri, yaitu Polri

Baca juga: Edhy Prabowo Ungkap Alasan Politis Usulkan Andreau Misanta Jadi Staf Khususnya

Mengingat, kata dia, dalam kasus korupsi bantuan sosial (Bansos) yang menyeret eks Menteri Sosial Juliari Batubara ada nama yang hilang dalam surat dakwaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau kita berkaca tadi saya sampaikan ada kasus bansos ada nama yang hilang di dakwaan, tentu publik tidak berharap itu terjadi kembali dalam kasus yang melibatkan Pak Edhy Prabowo," uja dia.

Kurnia menuturkan uang Rp 52 miliar yang disita KPK juga perlu dilakukan klarifikasi lebih lanjut kepada beberapa pihak. Termasuk kepada Antam Novambar.

Baca juga: Diperiksa KPK Terkait Kasus Edhy Prabowo, Ini Penjelasan Effendi Gazali

Selain Antam, KPK juga memanggil Inspektur Jenderal KKP Muhammad Yusuf yang akan diperiksa sebagai saksi, hari ini.

Keduanya dipanggil terkait pemeriksaan dugaan suap perizinan ekspor benih lobster yang menjerat Edhy Prabowo.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.