Menkes Sebut Biaya Kesehatan Global Terus Meningkat, Lebih Besar dari Pertumbuhan Ekonomi

Kompas.com - 17/03/2021, 16:41 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat kerja tersebut membahas satu tahun penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia dan kesiapan serta skema vaksinasi gotong royong. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak AMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat kerja tersebut membahas satu tahun penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia dan kesiapan serta skema vaksinasi gotong royong. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dalam 20 tahun terakhir, pertumbuhan biaya kesehatan di semua negara lebih besar daripada pertumbuhan ekonomi.

Namun, Budi tak menjabarkan secara detail berapa pertumbuhan biaya kesehatan yang disebutnya lebih besar dari pertumbuhan ekonomi itu.

Pertumbuhan biaya kesehatan yang lebih besar itu, menurut dia, akan sangat mempersulit pemerintah untuk menjaga kesinambungan sistem pembayaran kesehatan.

"Kalau ini terjadi terus menerus, ada suatu saat di mana tidak akan cukup anggaran yang ada untuk membiayai layanan kesehatan yang kita janjikan ke seluruh rakyat kita. Masalah ini sudah menjadi masalah global," kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Rabu (17/3/2021).

Baca juga: Menkes: Walau Sudah Divaksinasi, Kita Masih Bisa Terpapar dan Tularkan Covid-19

Oleh karena itu, Budi mengungkapkan bahwa semua negara saat ini tengah berusaha untuk menaruh prioritas yang tinggi dalam memastikan pelayanan kesehatan sustainable.

Di sisi lain, kata dia, peningkatan biaya kesehatan juga belum tentu efektif dalam meningkatkan usia harapan hidup masyarakat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi banyak negara maju, seperti Amerika yang biaya kesehatan per orang per tahunnya sekitar 12.000 dollar AS, sedangkan life expectancy-nya 79 tahun," ujar dia.

Membandingkan dengan Amerika, Budi mencontohkan negara lain yaitu Jepang yang justru memiliki usia harapan hidup lebih tinggi dari Amerika.

Ia mengatakan, Jepang memiliki biaya kesehatan sebesar kurang dari 5.000 dollar AS, tetapi memiliki usia harapan hidup masyarakat yaitu 84 tahun.

Baca juga: Menkes: Pandemi Sangat Berdampak pada Penurunan Layanan di Puskesmas

Berkaca dari hal tersebut, kata Budi, uang yang dikeluarkan oleh rakyat dan pemerintah Amerika nyatanya belum efektif dalam meningkatkan usia harapan hidup masyarakat.

"Data lain yang lebih lucu adalah membandingkan dengan Kuba. Ini biaya kesehatan per kapitanya di bawah 1.000 dollar AS per tahun, tapi life expectancy-nya sama dengan Amerika yang 12.000 dollar per tahun, which is 79 tahun," ucap dia.

Baca juga: Tenaga Ahli Menkes: Kualitas SDM untuk Tes PCR Covid-19 Sangat Kurang

Untuk itu, ia menekankan perlu adanya standar produktivitas dan efektivitas dari layanan kesehatan agar tak terus menerus meningkat, tetapi tidak kunjung meningkatkan usia hidup masyarakat.

"Artinya bukan mengobati yang sakit, tapi membangun orang yang sehat. Itu sebabnya namanya Kementerian Kesehatan, dan industrinya kesehatan, bukan kementerian kesakitan," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akselerasi Penurunan Kemiskinan secara Inklusif, Mensos Ajak Penerima Bansos Manfaatkan SKA

Akselerasi Penurunan Kemiskinan secara Inklusif, Mensos Ajak Penerima Bansos Manfaatkan SKA

Nasional
Busyro Muqoddas: Birokrasi Indonesia adalah Produk Demokrasi Pilkada Transaksional

Busyro Muqoddas: Birokrasi Indonesia adalah Produk Demokrasi Pilkada Transaksional

Nasional
Jelang Pembukaan Wisata Bali untuk Wisman, Demer: Pelaku Pariwisata Harus Beradaptasi

Jelang Pembukaan Wisata Bali untuk Wisman, Demer: Pelaku Pariwisata Harus Beradaptasi

Nasional
Haji 2021 Terbatas untuk Warga Saudi dan Ekspatriat, Amphuri: Kita Harus Terima walau Berat

Haji 2021 Terbatas untuk Warga Saudi dan Ekspatriat, Amphuri: Kita Harus Terima walau Berat

Nasional
Kemenlu: WNI yang Bermukim di Arab Saudi Bisa Melakukan Ibadah Haji

Kemenlu: WNI yang Bermukim di Arab Saudi Bisa Melakukan Ibadah Haji

Nasional
Kemenlu Pastikan Ibadah Haji 2021 Hanya untuk Orang-orang yang Tinggal di Arab Saudi

Kemenlu Pastikan Ibadah Haji 2021 Hanya untuk Orang-orang yang Tinggal di Arab Saudi

Nasional
Menag: Saudi Umumkan Haji Hanya untuk Warganya dan Ekspatriat di Negara Itu

Menag: Saudi Umumkan Haji Hanya untuk Warganya dan Ekspatriat di Negara Itu

Nasional
PBNU: Wacana Pengenaan PPN untuk Pendidikan dan Sembako Tidak Tepat

PBNU: Wacana Pengenaan PPN untuk Pendidikan dan Sembako Tidak Tepat

Nasional
Giri Suprapdiono Sebut 3 Skenario Pelemahan KPK Melalui TWK

Giri Suprapdiono Sebut 3 Skenario Pelemahan KPK Melalui TWK

Nasional
UPDATE 12 Juni: Pemerintah Periksa 17.833.717 Spesimen Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 12 Juni: Pemerintah Periksa 17.833.717 Spesimen Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update: Sebaran 7.465 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jakarta

Update: Sebaran 7.465 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jakarta

Nasional
UPDATE 12 Juni: Ada 106.894 Kasus Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 12 Juni: Ada 106.894 Kasus Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update 12 Juni: Ada 108.324 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 12 Juni: Ada 108.324 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update: Bertambah 5.292, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.740.436 Orang

Update: Bertambah 5.292, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.740.436 Orang

Nasional
Update 12 Juni: Bertambah 164, Korban Meninggal Dunia akibat Covid-19 Jadi 52.730 Orang

Update 12 Juni: Bertambah 164, Korban Meninggal Dunia akibat Covid-19 Jadi 52.730 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X