Kompas.com - 16/03/2021, 16:55 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, La Nyalla Mattalitti menjenguk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto di RSPAD Jakarta Pusat pada Sabtu (12/10/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAKetua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, La Nyalla Mattalitti menjenguk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto di RSPAD Jakarta Pusat pada Sabtu (12/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPD La Nyalla Mattalitti meminta pemerintah menekan jumlah daerah tertinggal yang ditargetkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dalam Peta Jalan Pengembangan dan Pengelolaan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Menurut dia, sesuai dengan roadmap tersebut, Indonesia pada tahun 2024 masih memiliki 37 daerah yang dianggap masih tertinggal.

"Jumlah itu masih sangat tinggi. Harus ada upaya menekan angka daerah tertinggal," kata La Nyalla dalam keterangan tertulis, Selasa (16/3/2021) seperti dikutip Antara.

Baca juga: Empat Daerah di Jatim Lepaskan Status Daerah Tertinggal

Mantan Ketua PSSI mengatakan, pemerintah perlu merumuskan indikator daerah tertinggal yang baru. Sehingga, bisa diketahui seberapa jauh perbedaan dengan daerah yang tidak tertinggal.

Senator asal Jawa Timur itu menilai, dengan indikator ketertinggalan yang jelas, tingkat ketertinggalan suatu daerah dapat terukur.

Selain itu, ia menilai perlu penerapan skala prioritas sehingga pengembangan dan pembangunan menjadi lebih terfokus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dari indikator tersebut, kita bisa mengetahui daerah mana yang perlu dientaskan terlebih dahulu ketertinggalannya. Program pengentasan daerah tertinggal bisa lebih tepat sasaran," ujarnya.

Dikutip Antara, dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Senin (15/3/2021), Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengungkapkan Peta Jalan Pengembangan dan Pengelolaan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Baca juga: Skema Hitung Dana BOS Diubah, Mudahkan Sekolah di Daerah Tertinggal

Adapun sasaran jumlah daerah tertinggal menjadi 37 kabupaten pada 2024, dari sebelumnya berjumlah 62 kabupaten.

Halim menjelaskan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi tidak hanya dilakukan kementeriannya, tetapi melibatkan kementerian lain.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.