Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PHDI Imbau Umat Hindu Ikuti Program Vaksinasi Covid-19

Kompas.com - 12/03/2021, 10:54 WIB
Sania Mashabi,
Bayu Galih

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wisnu Bawa Tenaya mengajak umat Hindu untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19 yang digerakan oleh pemerintah.

Wisnu yang sudah melakukan vaksinasi pun mengaku tidak merasa bermasalah setelah divaksin pada Selasa (23/2/2021) lalu.

"Mari kita ikuti program dari pemerintah. Kita punya Catur Guru, salah satunya adalah Guru Wisesa. Ikuti pemerintah dalam rangka untuk mengatasi Covid-19," kata Wisnu dilansir dari laman resmi Kementerian Agama, Jumat (12/3/2021).

Baca juga: Jokowi Dorong Vaksinasi Covid-19 untuk Ulama, Tokoh Agama, dan Santri di Semua Provinsi

Kendati demikian, ia juga mengingatkan umat Hindu untuk senantiasa menjaga diri dan keluarga dari penyebaran Covid-19.

Ia pun menyampaikan beberapa langkah yang harus dilakukan berkaitan pencegahan Covid-19 mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, makan makanan yang bergizi dan tidak lupa berdoa pada Tuhan.

"Jaga jarak dengan manusia tapi Tuhan selalu bersama kita," ujar dia.

Adapun hingga Kamis (11/3/2021) jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi Covid-19 dosis kedua mencapai 1.295.615 orang.

Baca juga: Jokowi: Dengan Vaksinasi, Semoga Pekerja Seni Terlindungi Covid-19

Masyarakat yang divaksin yakni dari kalangan tenaga kesehatan, petugas publik dan lansia. Mereka adalah sasaran pada program vaksinasi tahap kedua.

Sementara jumlah masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama yakni sebanyak 3.696.059 orang.

Data ini disampaikan pemerintah melalui laman www.kemkes.go.id yang dikutip Kompas.com, Kamis sore.

Hingga tahap kedua ini pemerintah menargetkan 40.349.051 orang yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19.

Baca juga: Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal untuk Pelayan Publik di Jawa Tengah

Cakupan vaksinasi tahap kedua baru mencapai 9,16 persen untuk dosis pertama dan 3,21 persen dosis kedua.

Sementara vaksinasi tahap pertama yang menargetkan tenaga kesehatan cakupan sudah mencapai 95,25 persen untuk dosis pertama dan 78,15 persen untuk dosis kedua.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sebut OTT 'Hiburan', Pimpinan Dianggap KPK Remehkan Risiko Dihadapi Pegawai

Sebut OTT "Hiburan", Pimpinan Dianggap KPK Remehkan Risiko Dihadapi Pegawai

Nasional
La Nyalla Sebut Prabowo Mau UUD 1945 Kembali ke Naskah Asli, Presiden Dipilih MPR

La Nyalla Sebut Prabowo Mau UUD 1945 Kembali ke Naskah Asli, Presiden Dipilih MPR

Nasional
Surya Paloh Ingin Kerja Sama Nasdem dan Anies Berlanjut di Pilkada Jakarta

Surya Paloh Ingin Kerja Sama Nasdem dan Anies Berlanjut di Pilkada Jakarta

Nasional
Pimpinan KPK Anggap OTT Hiburan, Eks Penyidik: Sembarangan

Pimpinan KPK Anggap OTT Hiburan, Eks Penyidik: Sembarangan

Nasional
Respons Putusan PT DKI, KPK Tegaskan Berwenang Tuntut Koruptor

Respons Putusan PT DKI, KPK Tegaskan Berwenang Tuntut Koruptor

Nasional
Jokowi Sebut Hak Cipta Harus Berdampak kepada Seniman

Jokowi Sebut Hak Cipta Harus Berdampak kepada Seniman

Nasional
BSSN: Gangguan Pusat Data Nasional Disebabkan Serangan Siber 'Ransomware'

BSSN: Gangguan Pusat Data Nasional Disebabkan Serangan Siber "Ransomware"

Nasional
Jelang Pilkada, Surya Paloh Dua Kali Bertemu Jokowi

Jelang Pilkada, Surya Paloh Dua Kali Bertemu Jokowi

Nasional
Taylor Swift Konser 6 Hari di Singapura, Jokowi: Saya Pastikan Separuh yang Nonton Orang Indonesia

Taylor Swift Konser 6 Hari di Singapura, Jokowi: Saya Pastikan Separuh yang Nonton Orang Indonesia

Nasional
Lumpuhnya Sistem Pusat Data Nasional

Lumpuhnya Sistem Pusat Data Nasional

Nasional
Menkominfo: PDN Diserang Pakai Virus, Pelaku Minta Tebusan 8 Juta Dollar AS

Menkominfo: PDN Diserang Pakai Virus, Pelaku Minta Tebusan 8 Juta Dollar AS

Nasional
SYL Klaim Anak-Cucunya Ditawari Pegawai Kementan untuk Ikut Umrah saat Perjalan Dinas ke Arab Saudi

SYL Klaim Anak-Cucunya Ditawari Pegawai Kementan untuk Ikut Umrah saat Perjalan Dinas ke Arab Saudi

Nasional
Kemungkinan Golkar Umumkan Cagub Jakarta dan Jabar Bersamaan

Kemungkinan Golkar Umumkan Cagub Jakarta dan Jabar Bersamaan

Nasional
Masukkan Cucunya Jadi Honorer Kementan, SYL: Tolong Pak Kasdi, Kasih Makan Dia

Masukkan Cucunya Jadi Honorer Kementan, SYL: Tolong Pak Kasdi, Kasih Makan Dia

Nasional
Dukung Presiden Dipilih MPR, Ketua DPD La Nyalla: Rakyat Ternyata Mudah Sekali Dibeli

Dukung Presiden Dipilih MPR, Ketua DPD La Nyalla: Rakyat Ternyata Mudah Sekali Dibeli

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com