Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER NASIONAL] Moeldoko Tak Hadiri Konferensi Pers Demokrat di Rumahnya | Kisah Dewi Soekarno dan 3 Opsi dari Soeharto

Kompas.com - 12/03/2021, 09:57 WIB
Rakhmat Nur Hakim

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Berita mengenai kisruh yang terjadi di Partai Demokrat masih menarik perhatian para pembaca Kompas.com hingga Kamis (11/3/2021).

Terbaru, Kubu yang kontra dengan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar konferensi pers di kediaman Ketua Umum Demokrat versi mereka, yakni Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Namun, Moeldoko yang telah mereka dapuk sebagai Ketua Umum Demokrat justru tak menghadiri konferensi pers tersebut.

Artikel tentang ketidakhadiran Moeldoko di rumahnya saat konferensi pers tersebu menjadi berita terpopuler di desk nasional Kompas.com.

Selain itu, artikel mengenai sejarah Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) juga menarik perhatian para pembaca Kompas.com.

Artikel yang menarik perhatian pembaca Kompas.com ialah kisah tentang istri Soekarno, yakni Dewi Soekarno, yang diminta Soeharto membujuk Soekarno untuk menyerahkan kekuasanya.

Kisah tentang Dewi Soekarno itu juga kasuk ke dalam deretan berita populer di desk nasional Kompas.com.

Berikut paparannya:

1. Moeldoko Tak Hadiri Konferensi Pers Demokrat di Rumahnya

Kubu kontra Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar konferensi pers terkait Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang di kediaman Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Jalan Terusan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/3/2021).

Salah satu penggagas KLB yang juga mantan kader Partai Demokrat AHY, Darmizal membenarkan rumah tersebut merupakan milik Moeldoko dan telah diizinkan untuk konferensi pers.

"Tempat ini adalah kediaman pribadi bapak Ketua Umum Partai Demokrat yaitu Jenderal TNI Purnawirawan Doktor Haji Moeldoko," kata Darmizal seperti dikutip Kompas.tv.

Selengkapnya baca juga: Moeldoko Tak Hadiri Konferensi Pers Partai Demokrat Kubu Kontra AHY yang Digelar di Rumahnya

2. Kisah Dewi Soekarno dan 3 Opsi dari Soeharto

Pergolakan politik dan kekuasaan Soekarno pasca-peristiwa Gerakan 30 September 1965 tak terlepas dari kehadiran seorang perempuan berdarah Jepang.

Perempuan Jepang itu bernama Ratna Sari Dewi atau dikenal Dewi Soekarno, yang diperistri presiden pertama RI itu pada tahun 1962. B

Kekuasan Soekarno saat itu mulai melemah. Terutama pasca-peristiwa Supersemar atau Surat Perintah 11 Maret. Soekarno “dikabarkan” memberi mandat kepada Soeharto untuk memulihkan stabilitas politik nasional yang goyah akibat Gerakan 30 September 1965.

Kata “dikabarkan” sebenarnya untuk menunjukkan mengenai polemik yang terjadi seputar Supersemar.

Selengkapnya baca juga: Kisah Dewi Soekarno dan Tiga Opsi yang Ditawarkan Soeharto

 

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com