Kompas.com - 10/03/2021, 20:27 WIB
Universitas Terbuka unit Hong Kong (UT Hong Kong) menggelar webinar tema Memaknai Peran Mahasiswa UT Luar Negeri dalam Kampus Merdeka (7/2/2020) dan dihadiri Menko PMK, Prof. Muhadjir Effendy dan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti, Prof. Aris Junaidi. DOK. UTUniversitas Terbuka unit Hong Kong (UT Hong Kong) menggelar webinar tema Memaknai Peran Mahasiswa UT Luar Negeri dalam Kampus Merdeka (7/2/2020) dan dihadiri Menko PMK, Prof. Muhadjir Effendy dan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti, Prof. Aris Junaidi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengusulkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyusun dokumentasi kebencanaan yang pernah terjadi di Tanah Air untuk menjadi acuan penanganan bencana.

"Upaya cepat kita harus mendokumentasi pengalaman, merekonstruksi apa yang pernah terjadi dan jadi bahan kajian dan banding, jangan sampai lepas tidak menjadi mata rantai sebuah pengalaman sejarah dalam kita menanggulangi bencana," kata Muhadjir dalam acara acara "Penutupan Rakornas Bencana BNPB", secara virtual, Rabu (10/3/2021).

Muhadjir mengatakan, dokumentasi kebencanaan itu akan sangat membantu karena wilayah Indonesia tak bisa terlepas dari bencana alam.

Baca juga: Kepala BNPB: Jika Abaikan Tanda Alam Atas Nama Pembangunan, Tunggu Saja Cepat atau Lambat Bencana Melanda

Ia mencontohkan peristiwa tsunami di Aceh pada 2004 lalu yang didokumentasikan Universitas Southamptown, Inggris, untuk menjadi bahan kajian.

"Jadi begitu ada bencana (tsunami Aceh) mereka sudah mulai mendesain kira-kira apa yang bisa dia dapat sebagai sebuah legacy. Sebagai sebuah monumen dari peristiwa yang sangat mengguncangkan itu, sangat detail sekali," ujarnya.

Lebih lanjut, Muhadjir mengatakan, salah satu kelemahan bangsa Indonesia adalah di bidang dokumentasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh karenanya, ia berharap BNPB dapat menyusun dokumentasi bencana-bencana yang terjadi di Tanah Air agar menjadi bahan kajian untuk generasi berikutnya.

"Ini untuk menjadi sebuah karya besar untuk monumen, sekaligus untuk cerminan agar nanti anak cucu kita bisa belajar bagaimana kita merespons, bagaimana kita menghadapi bencana itu," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Sita Uang Rp 225 Juta dalam OTT Bupati Kolaka Timur

KPK Sita Uang Rp 225 Juta dalam OTT Bupati Kolaka Timur

Nasional
KPK Beberkan Kronologi OTT Bupati Kolaka Timur

KPK Beberkan Kronologi OTT Bupati Kolaka Timur

Nasional
KPK: Bupati Kolaka Diduga Minta Uang Rp 250 Juta ke Kepala BPBD sebagai Fee Proyek Jembatan

KPK: Bupati Kolaka Diduga Minta Uang Rp 250 Juta ke Kepala BPBD sebagai Fee Proyek Jembatan

Nasional
KPK Tahan Bupati Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Kolaka Timur

KPK Tahan Bupati Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Kolaka Timur

Nasional
KPU Sebut Pencoblosan Pemilu 2024 di Bulan April Akan Problematik

KPU Sebut Pencoblosan Pemilu 2024 di Bulan April Akan Problematik

Nasional
KPK Tetapkan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Tersangka Suap

KPK Tetapkan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Tersangka Suap

Nasional
Anggaran Bansos 2022 Rp 74,08 Triliun, Risma: Bansos Tidak Dihentikan

Anggaran Bansos 2022 Rp 74,08 Triliun, Risma: Bansos Tidak Dihentikan

Nasional
Kejagung: Alex Noerdin Perintahkan Pencairan Dana Hibah Pembangunan Masjid Sriwijaya Tanpa Proposal

Kejagung: Alex Noerdin Perintahkan Pencairan Dana Hibah Pembangunan Masjid Sriwijaya Tanpa Proposal

Nasional
Komnas HAM Gali Kesaksian 3 Pegawai KPI Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Komnas HAM Gali Kesaksian 3 Pegawai KPI Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Nasional
2 Eks Pejabat Diten Pajak Didakwa Terima Suap Rp 57 Miliar Rekayasa Laporan

2 Eks Pejabat Diten Pajak Didakwa Terima Suap Rp 57 Miliar Rekayasa Laporan

Nasional
Rapat dengan Kemenlu, Pimpinan Komisi I Sebut Tak Ada Tambahan Anggaran pada 2022

Rapat dengan Kemenlu, Pimpinan Komisi I Sebut Tak Ada Tambahan Anggaran pada 2022

Nasional
Kasus Pembangunan Masjid Sriwijaya yang Libatkan Alex Noerdin Diduga Rugikan Negara Rp 130 Miliar

Kasus Pembangunan Masjid Sriwijaya yang Libatkan Alex Noerdin Diduga Rugikan Negara Rp 130 Miliar

Nasional
Ke Lampung, Panglima TNI Perintahkan Habiskan Semua Dosis Vaksin Covid-19

Ke Lampung, Panglima TNI Perintahkan Habiskan Semua Dosis Vaksin Covid-19

Nasional
Kemenkes: Varian Delta Virus Corona Mendominasi di 34 Provinsi

Kemenkes: Varian Delta Virus Corona Mendominasi di 34 Provinsi

Nasional
Alex Noerdin Kembali Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Kali Ini Terkait Pembangunan Masjid

Alex Noerdin Kembali Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Kali Ini Terkait Pembangunan Masjid

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.