Kompas.com - 05/03/2021, 21:10 WIB
Masyarakat menikmati aliran air bersih dari program Air Untuk Kehidupan yang merupakan berkah dari para donatur Dompet Dhuafa untuk masyarakat Desa Suro, Banyumas, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Meskipun telah memasuki musim hujan, masyarakat di sejumlah daerah masih ada yang kesulitan mendapatkan akses air, bahkan daerahnya mengalami kekeringan parah saat kemarau tiba. DOK. Humas Dompet DhuafaMasyarakat menikmati aliran air bersih dari program Air Untuk Kehidupan yang merupakan berkah dari para donatur Dompet Dhuafa untuk masyarakat Desa Suro, Banyumas, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Meskipun telah memasuki musim hujan, masyarakat di sejumlah daerah masih ada yang kesulitan mendapatkan akses air, bahkan daerahnya mengalami kekeringan parah saat kemarau tiba.

KOMPAS.comDompet Dhuafa menggagas program Air untuk Kehidupan yang bertujuan membantu masyarakat yang sedang mengalami paceklik air dengan prinsip gotong royong.

Bentuk program Air untuk Kehidupan ini, meliputi pembuatan sumur bor dan penampungan air, distribusi air bersih, serta pengadaan tempat penampungan air hujan.

Program itu salah satunya diwujudkan Dompet Dhuafa Jawa Tengah (Jateng) dengan meresmikan sumur bor Air untuk Kehidupan di Dusun Gabu Kulon, RT 03, RW 04, Desa Suro, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Selasa (2/3/2021).

Direktur Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Purwokerto Dompet Dhuafa Jateng Tuti Ngudiati mengatakan, sumur bor dan penampungan air bersih ini sangat membantu warga.

"Sumur bor dan penampungan air bersihnya dapat digunakan untuk 370 kepala keluarga dan sekitar 1.500 jiwa di dua RT, yaitu RT 3 dan 4 di RW 4 Dusun Gabu Kulon, Desa Suro,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Lebih lanjut Tuti menjelaskan alasan utama pihaknya membangun sumbur bor di sana karena mata air di Desa Suro hanya ada satu.

Mata air tersebut pun terletak di salah satu sungai yang debit airnya sangat kecil serta sangat keruh.

Pada musim kemarau, desa tersebut pasti mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air. Oleh karena itu, warga Desa Suro pun hanya mengandalkan datangnya bantuan air bersih.

Selama ini, sebagian besar masyarakat Desa Suro bermata pencaharian sebagai petani dan pengrajin bambu tusuk sate.

Petani di Desa Suro juga dikategorikan sebagai petani gurem atau petani dengan lahan sempit dan petani dengan sistem sewa.

Baca juga: Dompet Dhuafa Nyatakan Peminat Donor Darah di Masa PandemiTerus Meningkat

Komoditas hasil pertanian Desa Suro yaitu umbi-umbian dan palawija seperti jagung, singkong, ubi jalar dan aneka rempah-rempah. Kondisi ini didasari keadaan tanah yang tidak memungkinkan untuk penanaman padi.

Topografi dari Desa Suro yang merupakan dataran tinggi menyebabkan tidak adanya irigasi pertanian.

Maka dari itu, Dompet Dhuafa Jawa Tengah bersama gerakan kebaikan para donatur berupaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah pertama yaitu dengan mengirim bantuan air bersih kepada warga. Namun, karena dirasa tidak efektif, akhirnya Dompet Dhuafa menginisiasi pembangunan sumur bor.

Tuti menjelaskan, proses pembangunan sumur bor telah berlangsung sejak Jumat (22/1/2021) sampai Sabtu (13/2/2021) dengan kedalaman sumur 70-80 meter dan penampungan air sebesar 2.000 liter.

Baca juga: Tingkat Penyaluran Efektif, Dompet Dhuafa Raih ACR Zakat Core Principle

Adapun terkait peresmian program sumur bor Air untuk Kehidupan dilakukan sebagai bentuk publikasi kepada para penerima manfaat.

"(Mereka) yaitu seluruh masyarakat Desa Suro, pemerintah setempat, serta kepada para donatur yang telah menyokong berjalannya program tersebut," lanjut Tuti.

Peresmian tersebut turut dihadiri dan disaksikan Kepala Desa Suro Wasdi, Perwakilan Kepolisian Sektor setempat Willys S, Camat Kalibagor Arief E, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Imam Subagyo.

Apresiasi program Air untuk Kehidupan

Pada kesempatan itu, Wasdi mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya, masyarakat Desa Suro memang sangatlah kesulitan mendapatkan air bersih.

Apalagi saat musim panas, setiap tahun dia mengajukan proposal untuk pengadaan air bersih ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

"Terima kasih banyak kami sampaikan kepada Dompet Dhuafa dan para donatur yang telah peduli terhadap nasib dan kebutuhan masyarakat wilayah Desa Suro,” ujarnya dalam sambutannya.

Mewakili pemerintahan desa sekaligus masyarakat Desa Suro, dia mengaku sangat senang dengan hadirnya sumur bor yang merupakan program air untuk kehidupan Dompet Dhuafa.

Baca juga: Pada 2020, Dompet Dhuafa Distribusikan Lebih dari 42.000 Hewan Kurban

Alhamdulillah dengan adanya program air bersih seperti yang dihadirkan donatur Dompet Dhuafa ini, kini warga dapat dengan mudah mendapatkan air bersih," tuturnya.

Senada dengan Wasdi, pada kesempatan yang sama, Camat Kalibagor Arief mengatakan, tantangan terbesar bagi masyarakat Desa Suro adalah air bersih. Saat musim panas, sudah pasti tidak ada air.

“Kami segenap mewakili pemerintahan kecamatan menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Dompet Dhuafa yang telah membangun sumur bor untuk warga Desa Suro ini. Karena air adalah sumber kehidupan bagi manusia,” terangnya.

Sementara itu, Willys berpesan kepada seluruh masyarakat Desa Suro agar bersama-sama menjaga dan merawat amanah yang dititipkan para donatur ini.

"Saya berharap masyarakat Dusun Gabu dapat memanfaatkan sumur bor ini dengan sebaik-baiknya. Bapak-bapak dan Ibu-ibu harus bergotong-royong, bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas ini. Karena ini adalah sebuah amanah dari para Dompet Dhuafa," tuturnya.

Baca juga: Ini Upaya Dompet Dhuafa Percepat Solusi Stunting di Indonesia



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anwar Abbas: Ustaz Tengku Zulkarnain Tinggalkan Dunia Seni untuk Berdakwah

Anwar Abbas: Ustaz Tengku Zulkarnain Tinggalkan Dunia Seni untuk Berdakwah

Nasional
Maria Lumowa Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp 185,82 Miliar

Maria Lumowa Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp 185,82 Miliar

Nasional
Antisipasi Penerobos, Korlantas Polri Siapkan Penyekatan Berlapis

Antisipasi Penerobos, Korlantas Polri Siapkan Penyekatan Berlapis

Nasional
Kasus Pembobolan Bank BNI, Maria Lumowa Dituntut 20 Tahun Penjara

Kasus Pembobolan Bank BNI, Maria Lumowa Dituntut 20 Tahun Penjara

Nasional
Saat PKB dan PDI-P Tak Akui Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat sebagai Kader

Saat PKB dan PDI-P Tak Akui Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat sebagai Kader

Nasional
Enam Terdakwa Kasus Kebakaran Gedung Kejagung Mohon Vonis Bebas

Enam Terdakwa Kasus Kebakaran Gedung Kejagung Mohon Vonis Bebas

Nasional
Bupati Nganjuk Tersangka dan Kasusnya Ditangani Polri, Ini Penjelasan Kabareskrim

Bupati Nganjuk Tersangka dan Kasusnya Ditangani Polri, Ini Penjelasan Kabareskrim

Nasional
MUI Berdukacita atas Meninggalnya Tengku Zulkarnain, Asrorun: Beliau Gigih dalam Berdakwah

MUI Berdukacita atas Meninggalnya Tengku Zulkarnain, Asrorun: Beliau Gigih dalam Berdakwah

Nasional
Bareskrim Amankan Rp 647,9 Juta dalam OTT Bupati Nganjuk

Bareskrim Amankan Rp 647,9 Juta dalam OTT Bupati Nganjuk

Nasional
Profil Tengku Zulkarnain, Mantan Wasekjen MUI dan Pernah Aktif di PP Mathla'ul Anwar

Profil Tengku Zulkarnain, Mantan Wasekjen MUI dan Pernah Aktif di PP Mathla'ul Anwar

Nasional
Jaga Kerahasiaan Data Pribadi, Masyarakat Diminta Tak Unggah Dokumen Kependudukan ke Media Sosial

Jaga Kerahasiaan Data Pribadi, Masyarakat Diminta Tak Unggah Dokumen Kependudukan ke Media Sosial

Nasional
Kasus Korupsi Bupati Nganjuk Ditangani Bareskrim Polri

Kasus Korupsi Bupati Nganjuk Ditangani Bareskrim Polri

Nasional
Koalisi Kebebasan Beragama Minta Ketua KPK Batalkan Hasil TWK

Koalisi Kebebasan Beragama Minta Ketua KPK Batalkan Hasil TWK

Nasional
Jadi Tersangka, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat Punya Kekayaan Rp 116,89 Miliar

Jadi Tersangka, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat Punya Kekayaan Rp 116,89 Miliar

Nasional
Tingkat Keterisian Tempat Tidur RS Tinggi akibat Covid-19, Menkes Ingatkan 8 Daerah ini

Tingkat Keterisian Tempat Tidur RS Tinggi akibat Covid-19, Menkes Ingatkan 8 Daerah ini

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X