Kompas.com - 05/03/2021, 10:29 WIB
Presiden Joko Widodo mengenakan kemeja cheongsam rancangan Anne Avantie pada perayaan Imlek 2021 yang diselenggarakan secara virtual, Sabtu (20/2/2021). DOK ANNE AVANTIEPresiden Joko Widodo mengenakan kemeja cheongsam rancangan Anne Avantie pada perayaan Imlek 2021 yang diselenggarakan secara virtual, Sabtu (20/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menceritakan usahanya dalam memantau perkembangan masuknya investasi ke Indonesia.

Menurut Jokowi, dirinya sampai harus setiap hari menghubungi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia setiap hari demi memantau proses investasi tersebut.

Pasalnya, menurut Kepala Negara, investasi merupakan kunci penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021.

Baca juga: Jokowi: Gaungkan Benci Produk dari Luar Negeri

"Kuncinya ada di investasi. Ini Pak Bahlil setiap hari saya telepon," ujar Jokowi saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Rapat Kerja Nasional XVII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (5/3/2021).

"Saya tanya berapa persen bisa tahun ini? Berapa triliun bisa naik? Siapa (investor) yang masuk? Sampai mana target tercapai dalam hari itu?" kata dia.

Menanggapi hal itu, menurut Jokowi, Bahlil tetap tidak tertekan meskipun terus mendapat pertanyaan setiap hari.

"Untung (Bahlil) orangnya tenang dan semangat. Kalau tidak, mungkin drop sudah. Karena setiap hari dikejar terus. Ya memang kita harus kejar-kejaran dalam situasi seperti ini," tuturnya.

Baca juga: Ketika Jokowi Gaungkan Benci Produk Luar Negeri tetapi Gelar Karpet Merah untuk Investor Asing

Jokowi mengingatkan bahwa target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 sebesar 4,5 persen hingga 5,5 persen.

Artinya, secara rata-rata pertumbuhan ekonomi setidaknya sebesar 5 persen di tahun ini.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 jatuh di angka minus 2,19 persen.

Sehingga, menurut Jokowi, semua pihak harus bekerja keras mencapai target tahun ini.

"Dari minus 2,19 persen ke 5 persen, dan kuncinya ada di investasi," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, pandemi Covid-19 menyebabkan kondisi perekonomian Indonesia sangat terganggu.

Baca juga: Jokowi Ingin Target Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen di 2021 Betul-betul Tercapai

Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 yang berada pada minus 2,19 persen.

"Akibat pandemi selama satu tahun ini, kinerja perekonomian kita sangat terganggu. Kita tahu, pertumbuhan ekomomi kita pada 2020 jatuh di minus 2,19," ujarnya, Kamis (4/3/2021).

"Akibat pandemi selama satu tahun ini, kinerja perekomonian kita berada dalam situasi yang tidak mudah. Berada dalam sitiasi yang tidak gampang," ucap Jokowi.

Oleh karena itu, Presiden meminta semua pihak bekerja keras mempercepat pemulihan kondisi perekonomian Indonesia.

Kepala Negara menargetkan, perekonomian Indonesia mampu tumbuh sebesar sekitar 5 persen.

"Target dalam APBN tahun ini pertumbuhan kita haru mencapai angka kurang lebih 5 persen. Bukan sesuatu yang mudah ini dari minus 2,19 persen," tutur Jokowi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AHY: Kemerdekaan Hak Segala Bangsa, Tidak Terkecuali bagi Palestina

AHY: Kemerdekaan Hak Segala Bangsa, Tidak Terkecuali bagi Palestina

Nasional
Kapolri Minta Antisipasi Mobilitas Masyarakat Saat Arus Balik Lebaran

Kapolri Minta Antisipasi Mobilitas Masyarakat Saat Arus Balik Lebaran

Nasional
MUI Kecam Kekerasan Israel terhadap Warga Palestina, Ketegangan di Yerusalem Harus Dihentikan

MUI Kecam Kekerasan Israel terhadap Warga Palestina, Ketegangan di Yerusalem Harus Dihentikan

Nasional
BKN: Belum Ada Rapat Koordinasi Bahas 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

BKN: Belum Ada Rapat Koordinasi Bahas 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

Nasional
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Akan Shalat Idul Fitri di Istana Bogor

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Akan Shalat Idul Fitri di Istana Bogor

Nasional
Seberapa Rela Kita Tidak Mudik demi Memutus Pandemi?

Seberapa Rela Kita Tidak Mudik demi Memutus Pandemi?

Nasional
Mudik ke Konstitusi, Demokrasi, dan Reformasi

Mudik ke Konstitusi, Demokrasi, dan Reformasi

Nasional
Menag: Mari Beribadah dan Lebaran dengan Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

Menag: Mari Beribadah dan Lebaran dengan Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

Nasional
Indonesia Usulkan OKI dan GNB Segera Bertemu Bahas Persoalan Palestina

Indonesia Usulkan OKI dan GNB Segera Bertemu Bahas Persoalan Palestina

Nasional
Wapres Ma'ruf Amin Akan Shalat Idul Fitri di Rumah Dinas

Wapres Ma'ruf Amin Akan Shalat Idul Fitri di Rumah Dinas

Nasional
Di Hadapan Perwakilan ASEAN dan Jepang, KKP Perkenalkan 'E-Jaring'

Di Hadapan Perwakilan ASEAN dan Jepang, KKP Perkenalkan "E-Jaring"

Nasional
Kirim 200 Oksigen Konsentrator, RI Harap India Bisa Tangani Pandemi Covid-19

Kirim 200 Oksigen Konsentrator, RI Harap India Bisa Tangani Pandemi Covid-19

Nasional
KPK Terkesan Mau Singkirkan 75 Pegawai, Anggota Komisi III Minta Hasil TWK Disampaikan secara Transparan

KPK Terkesan Mau Singkirkan 75 Pegawai, Anggota Komisi III Minta Hasil TWK Disampaikan secara Transparan

Nasional
Cek Larangan Mudik, Kapolri Bakal Tinjau Bandara Soekarno-Hatta hingga Terminal

Cek Larangan Mudik, Kapolri Bakal Tinjau Bandara Soekarno-Hatta hingga Terminal

Nasional
Pakai Garuda, Indonesia Berangkatkan Hibah 200 Oksigen Konsentrator untuk India

Pakai Garuda, Indonesia Berangkatkan Hibah 200 Oksigen Konsentrator untuk India

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X