Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menko PMK: Kemiskinan Harus Ditangani untuk Atasi Stunting

Kompas.com - 03/03/2021, 10:18 WIB
Deti Mega Purnamasari,
Krisiandi

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, kemiskinan di Tanah Air harus segera ditangani untuk mengatasi masalah stunting.

Pasalnya, stunting dianggap sebagai masalah serius yang mempengaruhi pembangunan sumber daya manusia (SDM) sehingga harus diatasi agar Indonesia memiliki generasi mumpuni.

Meskipun, kata dia, tidak semua orang miskin memiliki anak stunting.

Baca juga: Kementerian PPPA Sebut Penurunan Angka Stunting Cegah Terjadinya Perkawinan Anak

"Memang tidak semua orang miskin anaknya stunting, tapi sebagian besar stunting itu diakibatkan karena kemiskinan sehingga kemiskinan harus ditangani," ujar Muhadjir saat kunjungan ke Desa Lumpangan, Kecamatan Pajukakang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, dikutip dari siaran pers, Rabu (3/3/2021).

Muhadjir mengatakan, kunci untuk menurunkan stunting adalah penanganan kemiskinan.

Sebab ia menilai bahwa kemiskinan merupakan salah satu penyebab ibu dan anak tak memperoleh gizi yang cukup sehingga melahirkan anak stunting.

Terlebih, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Status Gizi Balita pada 2019, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 27,67 persen.

Hal itulah yang menyebabkan pemerintah mencanangkan target penurunan stunting menjadi 14 persen tahun 2024.

"Kaitan antara kemiskinan dan munculnya stunting pada anak sangat erat. Apalagi di masa pandemi Covid-19, angka kemiskinan juga mengalami peningkatan," kata dia.

Baca juga: Dukung Penanganan Stunting, Kemendagri Beri Akses Data Penduduk ke BKKBN

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan memberikan berbagai stimulus agar kemiskinan bisa teratasi.

Antara lain dengan program bantuan sosial (bansos), bantuan langsung tunai (BLT), program sembako, dan program keluarga harapan (PKH).

"Ini sangat penting, sehingga kami mengupayakan jangan sampai ada keluarga miskin baru bertambah," ujar Muhadjir.

Muhadjir juga meminta agar pencegahan stunting dimulai sejak dini dengan memberikan edukasi kepada para remaja putri.

Misalnya tentang kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi yang baik. Hal tersebut bisa dilakukan di sekolah.

Baca juga: Menko PMK Imbau Perusahaan Turut Serta Dukung Penanganan Stunting

"Saya sangat percaya biaya penanganan stunting akan lebih murah kalau pencegahan lebih diutamakan," kata dia.

Adapun dalam kunjungan tersebut Muhadjir juga turut meresmikan gedung Pusat Gizi Terpadu Kabupaten Bantaeng.

Gedung tersebut merupakan salah satu inovasi penanganan stunting di Kabupaten Bantaeng dan diharapkan dapat ditiru oleh daerah-daerah lainnya di Tanah Air.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com