Kompas.com - 01/03/2021, 11:13 WIB
Politisi PKS Aboe Bakar Al Habsyi saat ditemui di bilangan Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2018). Reza JurnalistonPolitisi PKS Aboe Bakar Al Habsyi saat ditemui di bilangan Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2018).
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuka rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tahun 2021 secara virtual pada Senin (1/3/2021).

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal PKS Aboe Bakar Al-Habsyi mengatakan, lewat rakernas ini jajaran pengurus PKS diharapkan memahami cara kerja PKS untuk memenangkan pemilu pada 2024 mendatang.

"Melalui rakernas ini saya berharap, seluruh pengurus benar-benar memahami cara kerja PKS selama lima tahun ke depan. Kita bicara lima tahun ke depan, kita mau menang 2024, Allahu Akbar," kata Aboe dalam acara pembukaan rakernas yang disiarkan akun Youtube PKSTV, Senin.

Baca juga: PKS Gelar Rakernas, Susun Strategi Kemenangan Jelang 2024

Aboe menuturkan, panjangnya rangkaian rakernas yang digelar hingga 18 Maret 2018 mendatang menandakan keseriusan PKS untuk menata partai serta menjadi komitmen mennyusun kemenangan pada Pemilu 2024 mendatang.

"Jadi kita mau menang nih, bukan mau main-main," ujar dia.

Aboe melanjutkan, kerja-kerja strategis partai hanya bermuara pada dua hal yakni bertambahnya jumlah anggota atau kader PKS serta bertambahnya jumlah kursi PKS pada Pemilu 2024 mendatang.

Dalam sambutannya, Aboe juga menegaskan partainya akan terus melayani dan membela rakyat.

Baca juga: Soal Kerumunan Warga Saat Jokowi di NTT, PKS Nilai Ada Tiga Kecacatan

Ia menyebutkan, melayani rakyat sudah menjadi darah daging dan komitmen sepanjang hayat bagi PKS.

Sementara, kata Aboe, pembelaan terhadap rakyat dilakukan dalam berbagai dimensi, mulai dari keselamatan jiwa rakyat, kepentingan ekomomi rakayat, serta kepentingan sosial politik rakyat.

"Pembelaan terhadap rakyat yang paling terakhir, kita tunjukan dengan menolak adanya investasi miras, PKS juga menolak penghapusan santunan untuk kematian akibat Covid-19," kata Aboe Bakar Al-Habsyi.

Baca juga: Presiden Merasa UU ITE Perlu Direvisi, Politisi PKS Heran Tim Kajian Kekeh Pertahankan Pasal Karet

Ia melanjutkan, PKS juga menolak kebijakan penyertaan modal negara terjait skema untuk menanggung beban skandal Jiwasraya.

"Berbagai pembelaan terhadap kepentingan kepentingan rakyat sepertinya ini akan terus kita lakukan. Pada setiap dinamika kebijakan publil, PKS akan berdiri bersama rakyat," kata dia.

Adapun Rakernas PKS ini digelar untuk menyusun rencana strategis partai selama lima tahun ke depan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Kartini, Tina Toon Cerita Pengalaman Terjun ke Politik hingga Megawati yang Menginspirasinya

Hari Kartini, Tina Toon Cerita Pengalaman Terjun ke Politik hingga Megawati yang Menginspirasinya

Nasional
Kemenkes: Varian Baru B.1.617 yang Bermutasi Ganda Belum Ditemukan di Indonesia

Kemenkes: Varian Baru B.1.617 yang Bermutasi Ganda Belum Ditemukan di Indonesia

Nasional
Benahi DTKS, Risma Sebut 21 Juta Data Ganda Ditidurkan

Benahi DTKS, Risma Sebut 21 Juta Data Ganda Ditidurkan

Nasional
Survei IPS: Dalam 7 Bulan, Kepuasan terahdap Kinerja Jokowi Turun Hampir 9 Persen

Survei IPS: Dalam 7 Bulan, Kepuasan terahdap Kinerja Jokowi Turun Hampir 9 Persen

Nasional
Wamenkumham Ungkap Tak Mudah Susun KUHP di Negara Multikultural Seperti Indonesia

Wamenkumham Ungkap Tak Mudah Susun KUHP di Negara Multikultural Seperti Indonesia

Nasional
India, Singapura, dan Australia Siap Bantu Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402

India, Singapura, dan Australia Siap Bantu Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402

Nasional
Puan Maharani Ajak Generasi Muda Bangun Cerita Baru dari Kisah Hidup Kartini

Puan Maharani Ajak Generasi Muda Bangun Cerita Baru dari Kisah Hidup Kartini

Nasional
Dijdawalkan Bertemu AHY, Presiden PKS Akan Bahas Soal Demokrasi dan Kebangsaan

Dijdawalkan Bertemu AHY, Presiden PKS Akan Bahas Soal Demokrasi dan Kebangsaan

Nasional
Hasil Pengamatan Udara, Ditemukan Tumpahan Minyak di Posisi Awal Hilangnya KRI Nanggala-402

Hasil Pengamatan Udara, Ditemukan Tumpahan Minyak di Posisi Awal Hilangnya KRI Nanggala-402

Nasional
Survei IPS: 35,5 Persen Responden Puas terhadap Kinerja Wapres Ma'ruf Amin

Survei IPS: 35,5 Persen Responden Puas terhadap Kinerja Wapres Ma'ruf Amin

Nasional
Safenet: Situasi Pemenuhan Hak Digital di Indonesia Semakin Mendekati Situasi Otoritarianisme

Safenet: Situasi Pemenuhan Hak Digital di Indonesia Semakin Mendekati Situasi Otoritarianisme

Nasional
Ketua DPP PDI-P: Megawati Bertemu Nadiem sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP

Ketua DPP PDI-P: Megawati Bertemu Nadiem sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP

Nasional
Penyidik KPK yang Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai Ditangkap

Penyidik KPK yang Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai Ditangkap

Nasional
Pemerintah Didesak Hentikan Vaksinasi Kelompok Non-rentan Covid-19

Pemerintah Didesak Hentikan Vaksinasi Kelompok Non-rentan Covid-19

Nasional
Amnesty: Vonis Hukuman Mati Indonesia Tahun 2020 Capai Rekor Tertinggi di Masa Kepemimpinan Jokowi

Amnesty: Vonis Hukuman Mati Indonesia Tahun 2020 Capai Rekor Tertinggi di Masa Kepemimpinan Jokowi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X