Kompas.com - 28/02/2021, 07:39 WIB
Ilustrasi virus corona, Covid-19 ShutterstockIlustrasi virus corona, Covid-19

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah kasus Covid-19 di Tanah Air belum mengalami penurunan.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada Sabtu (27/2/2021), penambahan kasus Covid-19 terjadi sebanyak 6.208 orang.

Jumlah tersebut menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 1.329.074 orang, terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Penambahan kasus harian tersebut juga tak terlepas dari jumlah spesimen terkait Covid-19 yang berhasil diperiksa.

Secara keseluruhan, pemerintah mencatat, sejumlah 10.763.757 spesimen dari 7.173.023 orang yang telah diperiksa terkait Covid-19 tersebut.

Pemeriksaan spesimen dilakukan dengan menggunakan metode tes real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

Pasien sembuh dan meninggal

Berdasarkan data yang sama, penambahan pasien sembuh dan meninggal dunia juga masih terjadi.

Baca juga: Jokowi Minta Ulama NU Bantu Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19

Dalam satu hari, terdapat 7.382 orang pasien sembuh sehingga kini ada 1.136.054 orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Mereka dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah mendapatkan hasil dua kali negatif dalam pemeriksaan laboratorium PCR.

Sementara itu, pasien meninggal dunia terdapat 35.981 orang setelah bertambah sebanyak 195 orang.

Tercatat sebanyak 157.039 kasus aktif. Jumlah tersebut bertambah 1.369 orang dibandingkan data Jumat (26/2/2021).

Kasus aktif adalah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan.

Sementara itu, terdapat 78.746 orang yang dinyatakan berstatus suspek Covid-19.

Sebaran kasus

Saat ini, kasus Covid-19 di Indonesia tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.

Berdasarkan data yang sama, kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19 pada hari yang sama, tersebar di 34 provinsi.

Dari data yang sama, tercatat pula lima provinsi dengan penambahan kasus baru tertinggi.

Kelima provinsi itu, yakni DKI Jakarta (3.567 kasus baru), Jawa Barat (2.241 kasus baru), Jawa Tengah (1.783 kasus baru), Kalimantan Timur (903 kasus baru), dan Jawa Timur (736 kasus baru).

Baca juga: Epidemiolog Nilai Vaksinasi Gotong Royong Ciptakan Ketidakadilan

Vaksinasi tenaga kesehatan

Pemerintah terus melaksanakan vaksinasi. Tahap pertama, vaksinasi tersebut diperuntukkan bagi para tenaga kesehatan terlebih dahulu yang telah dimulai sejak 13 Januari 2021.

Hingga Sabtu (26/2/2021), Kementerian Kesehatan mencatat ada sebanyak 1.616.165 tenaga kesehatan yang sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama.

Jumlah tersebut didapatkan setelah terjadi penambahan sebanyak 32.584 orang.

Dari jumlah tersebut, terdapat 982.370 tenaga kesehatan yang sudah menerima vaksin Covid-19 dosis kedua.

Angka tersebut bertambah sebanyak 116.500 orang dalam 24 jam terakhir.

Secara keseluruhan, tenaga kesehatan yang menjadi sasaran vaksinasi berjumlah 1.468.764 orang.

Adapun pemerintah menargetkan akan melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap 181.554.465 orang penduduk Indonesia atau sekitar 70 persen dari total populasi.

Hal tersebut dilakukan untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

Vaksinasi Covid-19 itu diberikan sebanyak dua dosis dan penyuntikannya dilakukan sebanyak dua kali dalam rentang waktu 14 hari.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua MPR: UU ITE Perlu Direvisi untuk Menjamin Kebebasan Berpendapat

Ketua MPR: UU ITE Perlu Direvisi untuk Menjamin Kebebasan Berpendapat

Nasional
Sekjen Gerindra: Internal Memohon Pak Prabowo Bersedia Maju di Pilpres 2024

Sekjen Gerindra: Internal Memohon Pak Prabowo Bersedia Maju di Pilpres 2024

Nasional
Bertemu Anies, AHY Apresiasi Penanganan Pandemi Covid-19

Bertemu Anies, AHY Apresiasi Penanganan Pandemi Covid-19

Nasional
Bawaslu Sarankan KPU Bikin Pokja Cegah Calon Kepala Daerah Berkewarganegaraan Ganda

Bawaslu Sarankan KPU Bikin Pokja Cegah Calon Kepala Daerah Berkewarganegaraan Ganda

Nasional
Penyelesaian Konflik di Papua Perlu Pendekatan Kolaboratif

Penyelesaian Konflik di Papua Perlu Pendekatan Kolaboratif

Nasional
Doni Monardo: Larangan Mudik Jangan Ditafsirkan Macam-macam

Doni Monardo: Larangan Mudik Jangan Ditafsirkan Macam-macam

Nasional
Laode Kecewa MK Tolak Permohonan Uji Formil UU KPK

Laode Kecewa MK Tolak Permohonan Uji Formil UU KPK

Nasional
Berapa Harga Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Gotong Royong? Ini Penjelasan Bio Farma

Berapa Harga Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Gotong Royong? Ini Penjelasan Bio Farma

Nasional
Panglima TNI: Tenggelamnya KRI Nanggala Kehilangan bagi Kita Semua

Panglima TNI: Tenggelamnya KRI Nanggala Kehilangan bagi Kita Semua

Nasional
MKD Segera Memproses Laporan Dugaan Pelanggaran Etik terhadap Azis Syamsuddin

MKD Segera Memproses Laporan Dugaan Pelanggaran Etik terhadap Azis Syamsuddin

Nasional
Satgas Covid-19: Harga Vaksin untuk Vaksinasi Gotong Royong Masih Dibahas

Satgas Covid-19: Harga Vaksin untuk Vaksinasi Gotong Royong Masih Dibahas

Nasional
MKD Gelar Rapat Pleno 18 Mei, Bahas Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Azis Syamsuddin

MKD Gelar Rapat Pleno 18 Mei, Bahas Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Azis Syamsuddin

Nasional
Tersangka Penyuap Nurdin Abdullah Segera Disidang di PN Tipikor Makassar

Tersangka Penyuap Nurdin Abdullah Segera Disidang di PN Tipikor Makassar

Nasional
Hari Pertama Larangan Mudik, Kakorlantas Polri Klaim Situasi Terkendali

Hari Pertama Larangan Mudik, Kakorlantas Polri Klaim Situasi Terkendali

Nasional
Menag: Jumlah Jemaah Shalat Id Tidak Boleh Lebih 50 Persen dari Kapasitas

Menag: Jumlah Jemaah Shalat Id Tidak Boleh Lebih 50 Persen dari Kapasitas

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X