1,3 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia dan Bahaya Penggunaan Kalung Tali Masker

Kompas.com - 26/02/2021, 08:31 WIB
Ilustrasi Covid-19 di India. BBC IndonesiaIlustrasi Covid-19 di India.

JAKARTA, KOMPAS.com - Data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan hingga Kamis (25/2/2021), total kasus konfirmasi positif Covid-19 di Tanah Air mencapai 1.314.634 kasus, setelah ada penambahan kasus baru sebanyak 8.493 kasus.

Dalam data yang sama, sebanyak 8.493 kasus baru positif Covid-19 didapatkan dari pemeriksaan 69.544 spesimen dari 50.019 orang yang diambil sampelnya selama 24 jam terakhir kemarin.

Sementara itu, kasus baru positif Covid-19 tersebut tersebar di 34 provinsi. Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus tertinggi yaitu sebanyak 2.546 kasus baru.

Menyusul DKI Jakarta sebanyak 1.581 kasus baru, Jawa Tengah sebanyak 820 kasus baru, Jawa Timur sebanyak 556 kasus baru dan Sulawesi Selatan sebanyak 423 kasus baru.

Angka kesembuhan dan kematian bertambah

Angka kesembuhan pasien Covid juga bertambah sebanyak 8.686 orang, sehingga total pasien sembuh kini 1.121.411 orang.

Sementara itu, angka kematian akibat terpapar Covid-19 masih terus bertambah 264 orang. Dengan demikian, pasien Covid-19 yang meninggal dunia menjadi 35.518 orang.

Berdasarkan update data tersebut, kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 157.705 kasus.

Angka tersebut mengalami penurunan sebanyak 457 kasus dari data sebelumnya.

Baca juga: UPDATE: Tambah 8.493, Kini Ada 1.314.634 Kasus Covid-19 di Indonesia

Kasus aktif merupakan pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan.

Data Vaksinasi

Dalam data yang sama, ada 1.461.920 tenaga kesehatan yang sudah divaksin, setelah ada penambahan 98.782 tenaga kesehatan yang disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama.

Dari total tersebut, terdapat 853.745 tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 dosis kedua. Angka tersebut bertambah sebanyak 28.095 selama 24 jam terakhir kemarin.

Sementara itu, tenaga kesehatan yang menjadi sasaran vaksinasi berjumlah 1.468.764 orang.

Bahaya penggunaan tali pengikat masker

Satgas Covid-19 mengatakan, penggunaan strap atau kalung tali masker yang belakangan ini banyak digunakan anak-anak muda, berpotensi mengurangi higienitas masker.

"Pemakaian kalung pada tali masker sebenarnya berpeluang mengurangi higienitas karena masker pada bagian sisi dalam habis dipakai sudah terkontaminasi droplet saat berbicara atau batuk ataupun udara hasil olah napas yang kotor," kata Jubir Satgas Wiku Adisasmito, Kamis.

Wiku mengatakan, strap masker juga bisa menjadi sumber infeksi bagi pengguna dan orang-orang yang berada di sekitarnya.

Sebab, droplet dan aeorosol yang mengandung virus menempel pada strap masker bukan tidak mungkin menyebar ke lingkungan tersebut.

Baca juga: Satgas Covid-19 Sebut Kalung Tali Masker Berbahaya, Ini Alasannya

"Hal ini dapat menjadi sumber infeksi bagi orang sekitarnya maupun terpapar droplet dan aerosol dari lingkungan dan dapat terhirup dan menjadi sumber infeksi bagi pemakainya," terang Wiku.

Wiku menjelaskan, jika ingin melepas masker sementara untuk makan dan minum, sebaiknya menyimpan masker ke tempat yang steril.

Tempat steril yang dimaksud adalah menyimpan masker di kantong berbahan kertas atau lainnya yang aman.

Lebih lanjut, ia mengingatkan, setiap individu harus mampu menjaga higienitas masker untuk mencegah terjadinya penularan virus.

"Pada prinsipnya kita harus menjaga higienitas tangan kita saat hendak menggunakan maupun melepaskan masker. Pastikan bahwa masker ini menutupi hidung dan mulut dengan sempurna," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X