Kompas.com - 25/02/2021, 10:54 WIB
Puluhan ambulans Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mengevakuasi ratusan pasien Covid-19 klaster pesantren ke lokasi isolasi darurat di Hotel Crown Tasikmalaya, Selasa (16/2/2021). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAPuluhan ambulans Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mengevakuasi ratusan pasien Covid-19 klaster pesantren ke lokasi isolasi darurat di Hotel Crown Tasikmalaya, Selasa (16/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penularan Covid-28 di lingkungan pesantren kembali terjadi. 

Relawan LaporCovid-19 Firdaus Ferdiansyah mengatakan, hingga kini tercatat 8.291 kasus positif Covid-19 di lingkungan pesantren.

"Satu kasus di antaranya meninggal dunia. Data tersebut belum mencakup kondisi keseluruhan karena tidak semua pesantren melaporkan kasus Covid-19," kata Firdaus dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: Klaster Pesantren Tasikmalaya Bertambah, Total Santri Positif Corona Jadi 383 Orang

Menurut dia, kasus positif di pesantren lebih tinggi dibandingkan sekolah yang mencapai 1.142 orang.

Klaster penularan di pesantren, kata dia, menunjukkan rentannya penularan di pendidikan asrama.

Selain itu, menunjukkan sulitnya menegakkan protokol kesehatan di kalangan peserta didik.

"Tim LaporCovid-19 mengumpulkan sejumlah laporan terkait pelanggaran protokol kesehatan di lingkungan pesantren," ujar dia. 

Ia mencontohkan, salah satu temuan LaporCovid-19 yaitu di sebuah pesantren di Serang, Banten, banyak yang abai mengenakan masker dan menjaga jarak.

Selain itu, LaporCovid-19 juga menemukan pembelajaran tatap muka tetap berjalan di salah satu pesantren di Subang sejak 26 Januari 2021 meskipun banyak anak demam dan kehilangan indra penciuman.

"Padahal, Surat Keputusan Bersama Empat Menteri tentang skema pembelajaran 2020/2021 mengizinkan pembelajaran tatap muka di pesantren dengan sejumlah syarat," ujar dia.

Baca juga: Soal Klaster Pesantren Tasikmalaya, Satgas Covid-19 Duga karena Kurang Disiplin

Salah satu persyaratannya, lanjut Firdaus, wajib memperhatikan protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 setempat.

Firdaus mengatakan, LaporCovid-19 juga menerima laporan warga yang mengaku kesulitan berkomunikasi dengan anaknya di pesantren.

"Padahal, anaknya dan sejumlah santri terkonfirmasi positif Covid-19. Pihak pesantren terkesan tertutup dengan orang tua, tapi malah mengundang pejabat dalam kegiatan pesantren," tutur dia. 

Menurut dia, pihak pesantren perlu melaporkan kondisi santrinya kepada orangtua santri.

Begitu juga dengan instansi terkait seperti dinas kesehatan dan kantor Kementerian Agama setempat.

"Tentu saja perlu keterbukaan informasi agar wabah tidak semakin meluas. Ini demi keselamatan santri, ustaz/ustazah, kiai, juga masyarakat sekitar," kata dia. 

Baca juga: FSGI: 632 Santri Positif Covid Selepas Liburan Semester

Firdaus mengingatkan tingginya risiko penularan Covid-19 di pondok pesantren.

Menurut dia, penularan bisa terjadi karena dalam satu kamar bisa diisi lima sampai belasan santri, sehingga sulit menjaga jarak.

Di samping itu, penularan bisa terjadi karena penggunaan kamar mandi umum.

"Belum semua pesantren memiliki posko kesehatan pesantren (poskestren) atau penanggung jawab di bidang kesehatan sehingga sulit menerapkan protokol kesehatan," ucap dia. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua MPR: UU ITE Perlu Direvisi untuk Menjamin Kebebasan Berpendapat

Ketua MPR: UU ITE Perlu Direvisi untuk Menjamin Kebebasan Berpendapat

Nasional
Sekjen Gerindra: Internal Memohon Pak Prabowo Bersedia Maju di Pilpres 2024

Sekjen Gerindra: Internal Memohon Pak Prabowo Bersedia Maju di Pilpres 2024

Nasional
Bertemu Anies, AHY Apresiasi Penanganan Pandemi Covid-19

Bertemu Anies, AHY Apresiasi Penanganan Pandemi Covid-19

Nasional
Bawaslu Sarankan KPU Bikin Pokja Cegah Calon Kepala Daerah Berkewarganegaraan Ganda

Bawaslu Sarankan KPU Bikin Pokja Cegah Calon Kepala Daerah Berkewarganegaraan Ganda

Nasional
Penyelesaian Konflik di Papua Perlu Pendekatan Kolaboratif

Penyelesaian Konflik di Papua Perlu Pendekatan Kolaboratif

Nasional
Doni Monardo: Larangan Mudik Jangan Ditafsirkan Macam-macam

Doni Monardo: Larangan Mudik Jangan Ditafsirkan Macam-macam

Nasional
Laode Kecewa MK Tolak Permohonan Uji Formil UU KPK

Laode Kecewa MK Tolak Permohonan Uji Formil UU KPK

Nasional
Berapa Harga Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Gotong Royong? Ini Penjelasan Bio Farma

Berapa Harga Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Gotong Royong? Ini Penjelasan Bio Farma

Nasional
Panglima TNI: Tenggelamnya KRI Nanggala Kehilangan bagi Kita Semua

Panglima TNI: Tenggelamnya KRI Nanggala Kehilangan bagi Kita Semua

Nasional
MKD Segera Memproses Laporan Dugaan Pelanggaran Etik terhadap Azis Syamsuddin

MKD Segera Memproses Laporan Dugaan Pelanggaran Etik terhadap Azis Syamsuddin

Nasional
Satgas Covid-19: Harga Vaksin untuk Vaksinasi Gotong Royong Masih Dibahas

Satgas Covid-19: Harga Vaksin untuk Vaksinasi Gotong Royong Masih Dibahas

Nasional
MKD Gelar Rapat Pleno 18 Mei, Bahas Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Azis Syamsuddin

MKD Gelar Rapat Pleno 18 Mei, Bahas Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Azis Syamsuddin

Nasional
Tersangka Penyuap Nurdin Abdullah Segera Disidang di PN Tipikor Makassar

Tersangka Penyuap Nurdin Abdullah Segera Disidang di PN Tipikor Makassar

Nasional
Hari Pertama Larangan Mudik, Kakorlantas Polri Klaim Situasi Terkendali

Hari Pertama Larangan Mudik, Kakorlantas Polri Klaim Situasi Terkendali

Nasional
Menag: Jumlah Jemaah Shalat Id Tidak Boleh Lebih 50 Persen dari Kapasitas

Menag: Jumlah Jemaah Shalat Id Tidak Boleh Lebih 50 Persen dari Kapasitas

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X