Jokowi Yakin PPKM Mikro Bisa Tekan Penambahan Kasus Covid-19

Kompas.com - 23/02/2021, 17:13 WIB
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Perayaan Imlek Nasional 2021 yang digelar secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (20/2/2021). Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo saat menghadiri Perayaan Imlek Nasional 2021 yang digelar secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (20/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro dapat efektif menekan penambahan kasus Covid-19 di Indonesia.

Selain itu, PPKM mikro juga dilakukan bersamaan dengan penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat.

"Dengan pola penanganan (PPKM) berskala mikro, saya yakin kurva laju penambahan kasus baru akan dapat ditekan," ujar Jokowi saat memberikan sambutan pada acara International Conference on Tackling the Covid-19 Pandemic secara virtual yang ditayangkan YouTube Sekertariat Presiden, Selasa (23/2/2021).

Kepala negara melanjutkan, PPKM berskala mikro menjadi strategi terbaru Indonesia dalam mengatasi pandemi.

Baca juga: PPKM Mikro di Kalsel Resmi Diperpanjang hingga 8 Maret 2021

Pelaksanaan PPKM mikro dengan melibatkan unit sosial komunitas yang paling bawah yakni RT dan RW.

RT dan RW pun dilibatkan dalam penyaluran bansos bagi warga yang terdampak pandemi Covid-19.

"Dari hari ke hari, indonesia dan dunia belajar untuk memahami virus ini dan membuat kebijakan-kebijakan terbaik untuk mengatasinya," ungkap Jokowi.

"Pada saat yang sama kita juga harus berusaha untuk mengatasi dampak sosial ekonomi dari pandemi ini," tambah mantan Wali Kota Solo itu.

Diberitakan, pemerintah memperpanjang PPKM skala mikro di Jawa dan Bali hingga dua minggu ke depan.

Baca juga: Dinilai Efektif, PPKM Mikro Diperluas untuk Seluruh Provinsi Banten

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto mengatakan, PPKM mikro diperpanjang hingga 8 Maret 2021.

"Perpanjangan waktu diputuskan untuk dua minggu ke depan, yaitu 23 Februari sampai dengan 8 Maret 2021," kata Airlangga dalam konferensi pers daring, Sabtu (20/2/2021).

"Kita lihat dari tujuh provinsi, sudah seluruhnya mempersiapkan posko-posko dan kita lihat dari update yang ada sudah ada perbaikan," tuturnya.

Ia mengatakan, PPKM dan PPKM mikro selama lima minggu belakangan ini terbukti menurunkan jumlah kasus aktif Covid-19 secara signifikan.

Bahkan, tren kasus aktif di lima provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur mengalami penurunan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X