Kompas.com - 23/02/2021, 15:40 WIB
Petugas memasukkan kantong berisi CO2 milik calon penumpang kereta api untuk dites COVID-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (4/2/2021). PT Kereta Api Indonesia akan menggunakan GeNose C19 untuk tes  COVID-19 bagi para calon penumpang kereta api (KA) jarak jauh mulai Jumat (5/2/2021). Hasil tes tersebut kemudian menjadi dokumen syarat perjalanan para penumpang KA. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAPetugas memasukkan kantong berisi CO2 milik calon penumpang kereta api untuk dites COVID-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (4/2/2021). PT Kereta Api Indonesia akan menggunakan GeNose C19 untuk tes COVID-19 bagi para calon penumpang kereta api (KA) jarak jauh mulai Jumat (5/2/2021). Hasil tes tersebut kemudian menjadi dokumen syarat perjalanan para penumpang KA. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan memperluas penggunaan GeNose C19 di sektor pelayanan publik. Saat ini, alat pendeteksi Covid-19 tersebut menjadi salah satu opsi pemeriksaan pada syarat penumpang kereta api.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy seusai bertemu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan pihak UGM yang mengembangkan alat tersebut, Selasa (23/2/2021).

"Intinya kami akan terus memperbanyak penggunaan GeNose untuk kepentingan pelayanan publik," kata Muhadjir.

Baca juga: Menristek: GeNose Perlu Ditempatkan di Pasar dan Mal

Menurut Muhadjir, efektivitas alat buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu sudah terbukti mampu mendeteksi Covid-19, selain harganya murah dan terjangkau.

"Nanti tidak hanya di bidang perjalanan, akan ada skema-skema yang lain untuk di tempat-tempat yang memang sangat membutuhkan, karena kami lihat GeNose ini telah berfungsi dengan baik," ujar dia.

Saat ini, kata Muhadjir, GeNose sudah digunakan untuk kepentingan perjalanan masyarakat, terutama bagi pengguna kereta api.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

GeNose sudah digunakan di beberapa stasiun kereta api dan mendapat respons positif dari masyarakat.

"Karena memang GeNose ini memiliki kelebihan. Lebih mudah penggunaannya, lebih aman, tingkat akurasinya juga masih cukup tinggi," kata Muhadjir.

Baca juga: Menhub Targetkan 44 Kota Dilengkapi Layanan GeNose dalam Satu Bulan

Saat ini GeNose masih terus dikembangkan dan disempurnakan. Muhadjir menuturkan berharap alat tersebut dapat menjadi metode yang efektif dan efisien dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Dalam pertemuan tersebut hadir pula Dirjen Perhubungan Udara, Dirjen Kereta Api, Wakil Rektor Bidang Usaha UGM, Penemu GeNose Profesor Kuat, serta Direktur Utama PT KAI.

GeNoSe C19 merupakan alat untuk mendeteksi virus corona melalui embusan napas. Alat tersebut telah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.